Ngomong Dong! Jangan Diam Saja!

Well, aku termasuk orang yang tidak suka berlarut dalam masalah. Paling jengkel kalau ada orang yang kutanya ‘ada apa’ tetapi menjawab ‘gak papa’ atau bahkan balik menuduh ‘elu aja yang sensi’. Sayangnya, semua terbaca. Instingku paling gak bisa diam kalau sudah merasakan ada perubahan yang terjadi dengan seseorang yang terbiasa haha hihi denganku, mendadak bungkam.

Aku lebih suka, kalau ada masalah denganku, jangan ngomong di belakang. Hadapi aku, ngobrol deh. Mau bentak-bentak aku, goblok-goblokin aku, mau tampar aku juga boleh. Asal semuanya dilakukan di depanku langsung. Bukannya dengan orang lain lagi. Masalahnya kan denganku, toh? Aku lebih suka kalau orang yang kesal denganku langsung menghubungiku via jalur pribadi dan bilang, “Maksud lu apa? Gue gak suka! Monyet lu! Tulisan lu barusan itu buat gue?” Nah, demen deh kalau begini. Enak kan menjelaskannya? Jadi tahu kan, apa masalahnya? Ternyata salah pahamšŸ˜€

Atau, masalahnya sama aku, tapi cari muka di depan orang lain dengan menyebut namaku. *muka datar* Mau mencari pendukung? Puhliiiiss deh, usiamu berapa, Nak? Masih lima tahun? Yang ada kamu tak akan lagi mendapat respect dariku. Hanya segitu saja lingkar otaknya. Dilakukan di media sosial dan play as a victim. Haduh, mak!Ā Imbecile. Nuff said.

Daripada orang itu mendadak dangdut, eh mendadak diam seribu bahasa, gak ada ba bi bu lagi, cuek bebek melengos. Mana bisa aku introspeksi diri jika ada kesalahan? Benar kan? Meski tak bicara atau kalau ngobrol pun seolah tak ada masalah, aku SANGAT TAHU ada masalah. Dan masalahnya adalah tidak berkomunikasi denganku. Hal sepele yang bisa diselesaikan segera, menjadi berlarut karena tak diungkapkan. Dikata semua orang itu bisa kayak ahli nujum atau indigo gitu ya, bisa menebak isi kepala orang?

Ibarat punya jerawat yang bikin gemas dan geregetan, kalau belum pecah atau sembuh ya masih menjengkelkan. Gatal. Seperti rindu yang tak terungkapkan, gelisah kan? Geli-geli basah. Ih!

Akhirnya terkadang aku suka lemas jika harus mengetahuinya dari orang lain. “Tahu gak, An? Si X tuh bla bla bla bla ke kamu ternyata.” *jedotin pala ke aer* Ā I hate gossip.Ā Sila baca juga tulisanku yang mungkin rada mirip inišŸ˜‰ Duh, kalo gini kan aku jadinya su’udzonšŸ˜¦ Kenapa harus dari mulut orang lain sih? Memangnya aku bakalan menerkam atau menggigit atau tebas kepalamu pakai samurai? Haish, kebanyakan nonton pelem ala Conjuring nih!

An, gak semua orang bisa ngomong terus terang (dan terus gelap?) jika ada masalah. Gak bisa ngomong? Tapi bisa nulis kan? Ya tulis saja! Kirim surel, inbox, BBM, DM, SMS kan bisa? *inhale exhale*

Jadi, percuma ngeles di depanku kalau aku sudah bertanya, “Ada apa?” Paham? *benerin cepol* Kalau tak ada keterbukaan dan komunikasi yang jelas, sepertinya sampai mati aku akan hidup dalam rasa penasaran… Boleh aku menghantuimu? *ketawa kunti*

*edisi menunggu beberapa orang untuk jujur padaku tentang permasalahan mereka pada orang lain (termasuk aku)*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s