Pernikahan dan Jodoh, Masalah Abadi

MASALAH? Iya, masalah. Masalah buat lo?😀

Ada aja sih yang bilang kalau jodohmu belum tentu menjadi pasangan yang tercatat di KUA / Catatan Sipil. Orang yang kaunikahi belum tentu jodohmu. Noh, sana deh berantem adu pendapat. Aku sih ogah.😛

Tunggu sebentar, aku gak akan pasang ayat Quran atau hadist ya. Pembahasannya gak seberat itu. Kita ngobrol santai saja di mari. Sudah ambil kopi dan camilannya? Kalau kehabisan, coba cek warung sebelah ya? Oke, lanjut!

Berapa kali pertemuan dengan calon pasanganmu yang kaubutuhkan untuk meyakinkanmu dan keluarga agar bisa menikahi pilihanmu? *bahasa yang kusut*😆 Begini, kita pasti pernah mendengar atau melihat ratusan bahkan ribuan pasangan yang menikah dengan berbagai keunikan pertemuannya:

1. Setiap minggu bertemu selama lima tahun alias pacaran, baru memutuskan menikah. (Ada yang sepuluh tahun pacaran juga dan baru menikah, kan?)

2. Bertemu sekitar lima kali pertemuan baru menikah: pertemuan perkenalan, perkenalan keluarga (dilakukan bergantian), lamaran, terakhir ijab qabul.

3. Kenalan April, Mei menikah.

4. Baru bertemu di pelaminan setelah akad nikah. (Meski bagian ini masih sangat tidak umum di Indonesia🙂 karena urusan perkenalan hingga ijab qabul dilakukan keluarga. Manten terima beres aja😉 )

wajah tuhan

Lebih bagus yang mana? Gak ada, menurutku. Semuanya sama bagusnya. Sama baiknya. Menikah itu ibadah kok🙂 Ada sebuah perdebatan ringan yang pernah kudengar beberapa tahun silam tentang pernikahan yang diselenggarakan oleh sepasang insan yang sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya. Kalau pernikahan itu karena proses dari sebuah pengajuan seorang saudara atau kenalan atau ustadz, yang kemudian dikenal dengan cara ta’aruf (meski ini bakalan jadi melebar makna dan artinya, sih) banyak orang akan mengatakan bahwa langkah ini sangat baik dan pas.

Lantas bagaimana dengan yang berkenalan dari komunitas pencarian jodoh? Bahkan sekarang ada situs-situs mancanegara yang memberi layanan mencari pasangan dengan aneka syarat dan ketentuan yang berlaku. Sebuah situs berbasis di Selandia Baru dan situs lainnya di Inggris mendapat pengguna tertinggi dan memiliki ragam testimonial keberhasilan yang didokumentasikan. Di Indonesia pun ada beberapa situs pencari pasangan. Semuanya dengan embel-embel sesuai syariat whatsoever. Langkah ini, oleh sebagian besar masyarakat dinilai riskan. Tak hanya di negara kita ini, tetapi juga di luar sana. Banyaknya scam dan kejahatan dunia digital membuat orang harus lebih berhati-hati. Apakah cara ini buruk? Menurutku yang sotoy ini, tidak. Ini salah satu ikhtiar kok. Semua kembali kepada akal sehat. Kalau memang dirasa ada yang janggal ya jangan diteruskan.

Toh bukan berarti ta’aruf model offline / temu langsung tanpa risiko. Penolakan akan tetap ada. Entah dari pihak yang sedang berkenalan itu atau orang tuanya atau ada hal lain. Semua bisa terjadi.

Aku sendiri, pernah menggunakan cara-cara tersebut. Mencari sendiri, temu langsung, meminta melalui teman / murabbi, bergabung di situs pencarian jodoh mancanegara, bahkan sampai ke cara diam-diam dijodohkan oleh teman. *tepok jidat* Semuanya dibikin asyik aja. Hingga akhirnya aku mentok. Saat ini, aku tak berniat menggunakan cara yang mana pun. Sudah berhenti.

 

Pencarianku sudah berakhir kah? Menurutku pribadi sudah. Sudah ketemu siapa yang dicari? Prianya yang selama ini kuidamkan kah? Aku hanya tersenyum manis menjawab beberapa pertanyaan kagetan itu.

say nothing
aku bertahan untuk tidak memberitahu siapa pun tentang dirinya. kunikmati sendiri. hingga saatnya tiba nanti.🙂

Jadi… Apakah dia jodohku? Apakah aku akan menikah dengannya? Doakan saja yang terbaik. Boleh dong kalau aku meminta untuk disegerakan? Menikah itu ibadah kan? Aku ingin ibadahku sempurna bersamanya dalam perjalanan menyempurnakan setengah dien. Demi menuju Jannah-Nya.

Pada saatnya nanti, akan ada curhatan dari teman-temanku yang bermain tunggal untuk menjadi pemain ganda campuran. Ah tidak, semua sudah dimulai entah sejak kapan…

Karena memang, urusan jodoh dan pernikahan akan tetap menjadi masalah abadi. Misteri yang tidak dengan mudah untuk terungkap.

————-

(tulisan pertama dari beberapa tulisan.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s