Damai yang Indah (Hanya) Bersamamu

Aku tak pernah meminta yang hebat pada Tuhan, cukup yang biasa dan penuh cinta. Sederhana saja.

Saat aku bangun tidur di pagi hari, mendapatimu berada di sisiku tentu merupakan anugrah terindah. Membuatkanmu sarapan dan makan malam pasti akan menjadi saat yang dipenuhi doa-doa langit. Meski aku tak pandai memasak seperti koki restoran mahal, setidaknya kamu tak akan memelukku dalam keadaan perut lapar.😉

Aku ingin menjadi yang terakhir di cintamu hingga aku bisa menemukan arti hidupku yang sesungguhnya. Aku memiliki tempat pulang. Hatimu. Aku pun ingin sekali setiap hari mendoakanmu yang terbaik dan berbisik penuh rindu, “Cepatlah pulang, Sayang.” ketika kau pergi ke tempatmu menjemput rezeki. Ah, meski itu kaulakukan dari rumah, misalnya. Karena saat kau bekerja, tentu pikiranmu ada di ‘tempat kerja’, bukan di ‘rumah’.🙂

Ketika aku menceritakan tentang masa lalu, tentu saja aku tak mau hal itu terjadi lagi ketika denganmu. Aku tak ingin menyamakan caraku memberikan perhatian pada masa lalu denganmu di masa sekarang dan masa depan. Jika kamu protes, “Dia dikasih, aku gak. Curang!” itu karena aku ingin menjadikanmu istimewa. Aku tak mau kamu sama dengan masa laluku.

Cintaku penuh luka. Jika kau siap menerima cinta yang sudah carut marut, maka penerimaanmu akan menyembuhkanku.

Aku menunggumu pulang.

Untuk kamu, S.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s