Atas Nama Integritas

shutterstock_114358072

 

Photo credit by Shutterstock

Sebentar, kita cek dulu apa yang dimaksud dengan INTEGRITAS ya🙂

integritas /in·teg·ri·tas/ n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran;

Nah, begitu kata KBBI. Penjelasan berikutnya seperti ini:

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Definisi lain dari integritas yaitu suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hypocrite (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Sederhananya, ciri manusia  berintegritas ditandai oleh kompaknya kata dan perbuatan alias amanah. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.

“When you are looking at the characteristics on how to build your personal life, first comes integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and last and least, experience.

Without integrity, motivation is dangerous; without motivation, capacity is impotent; without capacity, understanding is limited; without understanding, knowledge is meaningless; without knowledge, experience is blind. Experience is easy to provide and quickly put to good use by people with all other qualities.

Make absolute integrity the compass that guides you in everything you do. And surround yourself only with people of flawless integrity.”

Sudah mulai ada bayangan? Integritas adalah kepribadian seseorang. Menurutku, integritas sejati terlihat ketika seseorang melakukan hal sederhana yang tak dilihat orang. Misal: membuang sampah pada tempatnya. Jika hal ini saja bisa dilakukan tanpa terpaksa dan disuruh, dia memiliki kepribadian yang sangat baik.  Ini juga berkaitan dengan apa yang namanya ATTITUDE, yang harus dijabarkan dalam bahasanya Pangeran William😀

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that was given to me that might help answer these questions, and as I said earlier, it also highlights the beauty and certainty of mathematics.

If A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S-T-U-V-W-X-Y-Z

is represented by

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26

If we follow that comparison then the word K-N-O-W-L-E-D-G-E could be represented and collated as 11+14+15+23+12+5+4+7+5 which would equal 96%.

H-A-R-D-W-O-R-K could be represented and collated as 8+1+18+4+23+15+18+11 which would equal 98%.

But A-T-T-I-T-U-D-E would be 1+20+20+9+20+21+4+5 which equals 100%.

Therefore one could conclude with mathematical certainty that while HARDWORK and KNOWLEDGE will get you close,  a great ATTITUDE will get you all the way there.

Paham kan ya?

Trus maksudnya menulis tentang dua hal ini apa?

Sometimes, ada orang yang terlihat baik, sepertinya bisa bertanggung jawab, kemungkinan bisa menjadi role model bagi orang lain, nyatanya tak lebih dari seorang pecundang. *sambil ngaca, takut jika memiliki sifat seperti ini* Janji yang tak bisa dipegang dan tak bisa diberikan amanah. Sering, sangat sering aku menemukan orang semacam ini sambil terus berkaca pada diri sendiri. Adakah amanah yang tak kuselesaikan? Apakah itu? Aku selalu tak pernah tenang bila ada sesuatu hal yang kurang. Pasti terasa di hati. Ini yang membuatku bertahan dengan amanah yang diberikan, meski seberat apa pun.

Saat ini, ada beberapa amanah yang sedang kugenggam. Salah satunya justru mendapat teguran dan peringatan dari kesayangan. *ihix* “Cukup, hentikan!” Dan sederet kalimat omelan. Aku tahu, maksudnya baik. Tetapi aku sudah telanjur menyanggupi untuk menyelesaikan amanah tersebut. Hingga akhir bulan Oktober 2014 saja. Aku mencoba mempertahankan amanah. Kredibilitas menjadi taruhannya. Tentu saja, harus dibarengi dengan attitude yang baik. Tak mudah. Apalagi jika berurusan dengan orang yang baru dikenal, kelak akan menjadi mitra atau rekanan bisnis yang oke, kan? Juga, menjadi keluarga baru yang saling mendukung.

Ya sudahlah, ngacapruknya selesai. Sekadar mengeluarkan yang ada dalam pikiran kusut😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s