It Is Not Coincidence!

Tentu saja! Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Hanya saja, manusia memang lebih suka berkonspirasi, berasumsi, dan berimajinasi.

coincidence

Jika mengetik ‘coincidence‘ di bagian Google Image, banyak sekali muncul semua yang serba mirip atau dimirip-miripkan. Artis A mirip dengan seseorang di masa lalu. Atau kejadian X ternyata mirip dengan yang terjadi di tempat lain. Rajin banget ya yang mencari sumber kemiripan ini entah mendapatkannya dari mana.

coincidence1

Rada bete tokoh pahlawan imajinerku disamain dengan Obama. ngok

Tuhan sudah menentukan akan terjadi apa, di hari apa, dan bagaimana rincian kejadiannya. Bahkan sebuah daun yang gugur pun tak luput dari ketentuan-Nya. Berapa jumlah tetes air yang tumpah dari langit pun ada dalam kuasa-Nya.

Terkadang, sebuah “kebetulan” itu benar-benar membuat geer semesta gitu. “Eeeehh… Kebetulan, saya punya anak perempuan yang kuliah di bla bla bla. Kita besanan yuk, Ceu?” *yasalam, ngurusin jodoh šŸ˜€ *

Bukan kebetulan semata kalau aku masuk ke dunia beberapa lelaki tanpa pernah terpikirkan olehku. Sebagai teman dekat, sebagai kenalan, sebagai sahabat, sebagai masa lalu yang kelam, sebagai (harapan) masa depan. Titik balik itu bernama #senja. Aku tak pernah menyangka pernah menjadi bagian dari hidupnya meski hanya tiga bulan. It was a crush or a real love? Don’t care. Satu hal yang pasti, darinya aku belajar melalui proses trial and error untuk memahami pria lain setelah bapaknya anak-anak.

Kemudian aku bertemu dengan berbagai tipe pria dengan semua karakternya. Bukan kebetulan aku melewati semua proses penyembuhan trauma melalui mereka… Sebut saja Sean, Ken, John, Bob, dan Zoe. Ternyata aku bisa berlatih menjadi lebih kuat…coincidence2

Aku pindah ke Bandung pun bukan kebetulan. Rencana Tuhan selalu lebih indah. Pengalaman bekerja di sebuah digital agency cukup membuatku lebih percaya diri. Menemukan passion yang lain dan membuatku semakin berkembang. Kebetulan? Bukan. Dua kali ganti nanny, juga bukan kebetulan.

Menjadi lebih sering bertemu anak-anak kanker, itu skenario Allah. Bertemu saudara baru dalam ITJ pun kehendak Allah. Bagian kebetulannya sebelah mana? Meski aku agak bingung bagaimana aku bisa nyemplung ke ITJ seketika? šŸ˜€

Kalau sekarang aku menemukan beberapa “kebetulan”, aku yakin, ini semua bagian dari rencana Allah. Semua, meski kutolak dan kuhindari, akan tetap menghampiri entah bagaimana caranya. Pun semua, meski aku ngotot ingin mendapatkannya, Allah bisa dengan mudah menjauhkannya dariku. Penggantiannya, selalu lebih baik. Janji-Nya tak pernah luput.

Mengapa ada postingan ini? Karena bukan kebetulan jika Allah mempertemukan aku dengan Esmony. Gitu aja sih.

Serius amat. šŸ˜†

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s