He Won’t Come Anyway

Aku kembali melihat ke arah ponsel pintarku. Pukul lima sore. Dadaku bergemuruh dan pikiran tak lagi bisa diajak mencari solusi. Sesekali kugigit bibir atau kulit telunjukku. Senewen yang sungguh tak pernah bisa membuatku nyaman.

Terakhir kami berhubungan melalui WhatsApp adalah semalam. Tetapi itu pun karena seharian aku tak bisa menghubunginya. Hari ini aku hanya bisa pasrah melihat “last seen” tanpa pernah ada balasan darinya.

Dua rahasia terbesarku sudah diketahuinya. Sebenarnya aku tak perlu kecewa, karena sudah kuduga dia akan memilih mundur dan menjauh dariku. Dia memilih dengan perempuan normal, bukan mantan skizofrenia sepertiku. Hal itu membuatku kembali terpuruk dalam sepi.

Aku mencoba untuk tenang. Kulirik gunting yang ada di sudut meja.

#Jejakubikel #111Kata #misteri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s