Merendahkan dengan Panggilan Buruk yang Sepele

Diambil dari SINI:

—————————————————

[Merendahkan, Mengolok-olok dan Memberi Stempel-stempel Buruk itu Memang Enak dan Lezat, Namun Sesungguhnya Ia Perkara yang Tidak Main-main]

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” [QS Al-Hujuraat : 11]

Al-Haafizh Ibnu Katsiir berkata :

ينهى تعالى عن السخرية بالناس، وهو احتقارهم والاستهزاء بهم كما ثبت في الصحيح؛ عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، أنه قال: الكبر بطر الحق وغمص الناس، ويروى غمط الناس، والمراد من ذلك احتقارهم واستصغارهم؛ وهذا حرام، فإنه قد يكون المحتقر أعظم قدرا عند الله تعالى وأحب إليه من الساخر منه المحتقر له

“Allah Ta’ala melarang mengolok-olok manusia, maksudnya adalah menghinakan mereka lalu mengejek dengannya, sebagaimana telah tetap dalam Ash-Shahiih, dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda, “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia,” dan diriwayatkan (dengan lafazh yang lain), “meremehkan manusia.” Yang dikehendaki maknanya dari yang demikian adalah menghinakan dan mengkerdilkan mereka, maka ia haram, karena sesungguhnya mungkin saja orang yang dihina memiliki derajat yang lebih mulia di sisi Allah dan lebih dicintaiNya ketimbang orang yang mengolok-olok dan orang yang menghinanya.”

وقوله تبارك وتعالى: [ولا تلمزوا أنفسكم]، أي لا تلمزوا الناس

“FirmanNya Tabaraka wa Ta’ala : [dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri], yaitu janganlah kalian mencela manusia.”

قال ابن عباس ومجاهد وسعيد بن جبير وقتادة ومقاتل بن حيان: [ولا تلمزوا أنفسكم]، أي لا يطعن بعضكم على بعض

Ibnu ‘Abbaas, Mujaahid, Sa’iid bin Jubair, Qataadah dan Muqaatil bin Hayyaan berkata, “(Firman Allah) Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, yaitu janganlah sebagian kalian mencela atas sebagian yang lain.”
[Tafsiir Al-Qur’anil ‘Azhiim 7/376]

وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ

Berkata Al-Imam Abu Muhammad Al-Baghawiy mengenai firman Allah ini :

التَّنَابُزُ: التَّفَاعُلُ مِنَ النَّبْزِ، وَهُوَ اللَّقَبُ، وَهُوَ أَنْ يُدْعَى الْإِنْسَانُ بِغَيْرِ مَا سُمِّيَ بِهِ

“At-Tanaabuz : berinteraksi dengan memberi julukan, yaitu laqab, maksudnya adalah memanggil seseorang dengan selain nama yang mereka dinamakan dengannya.”

قَالَ عِكْرِمَةُ: هُوَ قَوْلُ الرَّجُلِ لِلرَّجُلِ: يَا فَاسِقُ يَا مُنَافِقُ يَا كَافِرُ

‘Ikrimah berkata, “Dia adalah perkataan seorang laki-laki kepada yang lain : Wahai fasiq! Wahai munafiq! Wahai kafir!”

وَقَالَ الْحَسَنُ: كَانَ الْيَهُودِيُّ وَالنَّصْرَانِيُّ يُسْلِمُ، فَيُقَالُ لَهُ بَعْدَ إِسْلَامِهِ يَا يَهُودِيُّ يَا نَصْرَانِيُّ، فَنُهُوا عَنْ ذَلِكَ

Al-Hasan berkata, “Konon ada seorang Yahudi dan seorang Nashrani yang telah memeluk Islam, lalu mereka saling memanggil setelah keislamannya, “Wahai Yahudi! Wahai Nashrani!” Maka mereka dilarang dari yang demikian.”

قَالَ عَطَاءٌ: هُوَ أَنْ تَقُولَ لِأَخِيكَ: يَا كَلْبُ يَا حِمَارُ يَا خِنْزِيرُ

‘Athaa’ berkata, “Yaitu kau mengatakan kepada saudaramu : Wahai anjing! Wahai keledai! Wahai babi!”

وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: “التَّنَابُزُ بِالْأَلْقَابِ”: أَنْ يَكُونَ الرَّجُلُ عَمِلَ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابَ عَنْهَا فَنُهِيَ أَنْ يُعَيَّرَ بما سلف عن عَمَلِهِ

Dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkata, “(Panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk) : Ada seorang laki-laki melakukan amalan-amalan yang buruk kemudian ia bertaubat darinya, maka ia dilarang menjelek-jelekkan dengan segala sesuatu yang telah berlalu dari amalannya.”
[Ma’aalimut Tanziil 7/343-344]

Maka ayat ini menjadi hujjah atas orang-orang yang gemar merendahkan orang lain termasuk memberi laqab-laqab buruk kepada saudaranya sebagaimana laqab-laqab buruk tersebut telah dijelaskan oleh para imam salafush-shalih kita. Dan inilah pentingnya pelajaran adab dalam berinteraksi sesama muslim, sesuatu yang sungguh telah hilang dari kehidupan sehari-hari, bahkan yang katanya telah lama mengaji.

*Cermin untuk diri
Wallaahu a’lam.

One thought on “Merendahkan dengan Panggilan Buruk yang Sepele”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s