Kopdar Hits 8090 Cabang Bandung Jilid I

Alhamdulillah! Terwujud juga kopdar (yang katanya dadakan dan banyak diprotes orang lain) jilid pertamanya anggota grup HITS From The 80s & 90s cabang Bandung🙂

target 5 orang, yang datang 9. lumayan :)
target 5 orang, yang datang 9. lumayan🙂 satu orang terlambat😀

Ide pertama terlontar dari Happy, yang mencari teman dari Bandung. Aku langsung mengiyakan. Kalau gak salah ingat, tanggal 7 September Happy mengajakku untuk kopdar Bandung. Disambut oleh Oje. Plus, Pak Lurah Dry juga mengatakan akan ke Bandung tanggal 10 September. Oke deh, jadiin! Tetapi ternyata Dry tidak bisa hadir tanggal 10 dan terpaksa diundur. Tapi rasanya gak asik kalau kelamaan. Akhirnya Happy memutuskan hari Jumat tanggal 12 untuk merealisasikan janji. Kuajak Nunny untuk bergabung. Dikitan saja dulu deh. Nunny bilang, dress code pakai yang gonjreng dong. Baiklah, setelah memilih antara kuning, ungu, dan merah, maka diputuskan si merah delima menjadi warna penanda pertemuan.

Nunny bilang, “Bikin deh trit baru pemberitahuan kopdar.” Oke, aku buatkan di SINI. Tetapi, karena puluhan ribu anggota dengan ratusan komen setiap tritnya, membuat thread aku selalu tenggelam. Apes emang😀 Ya itulah kelemahan grup di Facebook. Mari protes pada Mark!

dua orang udah pulang, yang terlambat datang baru nongol :D
dua orang udah pulang, yang terlambat datang baru nongol😀

Tanggal 11, Nicko Krisna membuat thread tentang kopdar dan banyak yang bertanya tentang daerah masing -masing. Aku komentar di sana dan meminta izin memakai logo pada header FB. Nicko mengirimkan e-mail berisi logo yang kuminta dan aku meminta Happy untuk mencetaknya. *kusut* wakakakaka😆

Berulang kali aku menyebutkan kopdar Bandung ada di trit lain, teteup yaaaaa… Mereka tanyanya di trit Nicko, membuatku rada pegel untuk mention mereka. Malah di trit keterangan kopdar pun aku gak bisa mention mereka. Oke, gak papa deh kalo ada protes lagi. Soalnya komentator ratusan, dan nyaris gak ada yang menyimak panggilan alamku *halah*

Setelah koordinasi dengan Happy dan Oje, akhirnya bismillah kumpul di Dunkin Donuts Merdeka. Kenapa di sana? Karena faktor jadulnya, apa lagi?😀 Maunya sih karena ada fasilitas wi-fi. Tetapi ternyata oh ternyata, gangguan ada pada server. *nangis kejer* Apes, terpaksa menggunakan sinyal dari provider masing-masing.

Pukul 11.15 WIB aku datang (setelah salah angkot, duduls), kemudian datang Happy, Essy, Ritta dan suaminya, Ervien, Elies, Neni. dan terakhir Adi.

Bener banget! Kopdar anak jadul itu beneran luar biasa ikatan batinnya meski baru ketemu pertama kali di Dunkin! Permainan jadul, gosip jadul, film jadul, sampai tentang guru😀 Ya ampun, kece banget! Dan satu lagi, kita benar-benar tertawa lepas seperti sedang reunian. Padahal baru saja kenal. Dunia yang indah. Ternyata ada yang temannya ipar, ada yang satu sekolah, ada yang teman satu lingkungan.

Aku sempat buka laptop, maksud hati sih untuk mengecek wi-fi dan shrinking hape. Sayang beribu sayang, aku harus gigit modem! Ya sudah, tutup lagi aja. Ternyata itu lebih mengasyikkan. Baru kali ini aku gak peduli dengan pekerjaanku dan hanyut dalam nostalGILA bersama teman senasib seperguruan *eh😀

Gajet bernama henpon, yang belum ada di tahun 80an itu hanya dipergunakan untuk posting foto dan membalas komentar. Selebihnya kita larut dalam percakapan. Memang benar, saat sedang bersama dalam satu ruangan, berbincang lebih mengasyikkan daripada mata menatap layar🙂

Karena kami semua yang hadir sudah menjadi orangtua (minus Adi😀 ), kekhawatiran kenakalan remaja masa kini membuat miris dan ngeri. “Rasanya dulu kita nakal gak begini amat deh.” “Kita bandel tapi tetep aja nurut pulang buru-buru.” “Orangtua kita dulu gak khawatir anak pulang telat karena dipastikan ada di sekolah atau rumah teman. Sekarang sih gak tau ada di mana. Baru keluar rumah udah ditanyain aja ke hape.” Beda banget kan? Coba cek perbandingan berikutnya, “Anak orang kaya atau orang miskin dulu sih sama aja. Anak kota atau anak kampung, mainnya lumpur juga. Sekarang kan beda.” Zaman sekarang, ada berapa banyak anak usia SD yang pulang sekolah bermain layangan? Langsung ke warnet untuk bermain online games. Otaknya hanya mencari cara agar bisa mengalahkan lawan dengan cara apa pun. Hm, apakah ini bibit kebrutalan anak zaman sekarang? Coba anak zaman dulu, tantangan kreativitas yang melatih motorik kasar dan motorik halus itu benar-benar membuat otak terpacu dengan baik dan bersaing secara sehat.

Cerita kisah masa kecil dan remaja memang selalu indah. Itu dulu. Kalau anak zaman sekarang seindah apa sih masa kecilnya? Mudah-mudah kita yang memegang peranan sebagai orangtua modern bisa mengambil kearifan zaman dulu yang memang benar adanya. Ortu kolot? Well, pada saat akan tiba sebuah kesadaran bahwa pengalaman orangtua yang membuat mereka bawel adalah agar kita bisa menjadi manusia yang bisa berjalan pada jalur lurus, lempeng, benar, dan tidak tergoda mencari jalan penuh bahaya.

Oke, aku sudah belepotan di sini. Tunggu kopdar selanjutnya yang lebih besar, ramai, dan asyik. Inshaa Allah😉

Thanks to om Nicko atas izin dan kepercayaannya🙂

antara laper dan eksis
antara laper dan eksis

PS: Setelah dari Dunkin Donuts, aku+Essy+Happy+Neni melanjutkan sesi makan bakso di belakang BIP. Lapaaaaarrr😆

Dan maafkan kualitas foto karena fotografer yang ditunjuk malah tidak datang pada hari-H. Dodol! *Timpuk Oje*

Cherioooo….

2 thoughts on “Kopdar Hits 8090 Cabang Bandung Jilid I”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s