Tetaplah Menjadi Kenangan Terindah

Sudah bergabung dengan grup HITS FROM THE 80s & 90s di Facebook? Selamat, kalian tidak bisa move on😆

keep calm 80s

Sejak Mas Nicko Krisna menggelar lapaknya di awal September, hingga detik aku menulis posting ini tanggal 5 September 2014 pukul 13.39 WIB anggotanya sudah berjumlah 11,102 orang …. AND STILL COUNTING! Kece banget lah ini! Ini juga gegara gak sengaja lihat postingan mbak Gege tentang kesannya masuk ke grup gokil itu😀

Dari semua postingan di grup (yang punya foto kenangan, lagu, baju, memorabilia, hingga maksa bongkar gudang untuk pamer ke anggota lain), ada satu postingan yang cukup menohok. Aku share di sini ya, dari salah satu anggota, Ichal:

Sejak awal keseret di group ini, perasaan gw campur aduk. antara mau ngakak, ama mau nangis. lucu tapi mengharukan. Karena lama-lama gw merasa, ternyata kemajuan teknologi yang kita capai , cuma menghasilkan alat2 yang loading nya makin cepat dan bentuknya makin simpel.
hidup jadi bergerak lebih cepat.
but, thats it.

apakah kita maju ? sepertinya kita justru mengalami kemunduran “peradaban” jika kata dasarnya adalah adab.

anak2 jaman dulu, baca buku stensilan sambil ngumpet2. itu juga yang mau baca udah masuk kategori anak bandel level menengah. padahal cuma text tanpa gambar.
sekarang ? anak SMP bisa bikin video porno. bukan nonton, tapi jadi kreator. dan jadi aktor.
role model nya bukan lagi hero cerdas semacam macgyver, tapi coboy junior yang ngajarin anak2 pacaran padahal ingus masih meler.

Jaman dulu, Kasus Arie Hanggara yang “cuma” disekap di kamar mandi dan meninggalnya juga ngga disangka2, kita anggap salah satu kejahatan kemanusiaan terbesar di jaman itu.
sekarang ? anak kecil diiris lidahnya, diiris kemaluannya, digiles kakinya di rel, rata-rata pelakunya melibatkan orang tua mereka sendiri.

jaman dulu anak alim itu berkesan positif, anak pembangkang dapet stigma negatif. sekarang kebalik. yang alim dianggap sok suci, yang rebel dianggap cool.

mohon maaf. postingan sok serius ini nggak bertujuan merusak suasana. gw cuma mau sharing kekuatiran. apalagi tadi nonton film yang ada adegan bocah nunjuk2 orangtuanya dengan kata2 “jangan merasa lebih mengerti tentang hidupku”.
sialnya, anak model begini biasanya di film2 justru jadi karakter protagonis. dan adegan anak nunjuk2 orangtua ini makin lama makin mainstream. makin WAJAR.

jadi kesannya, jaman sekarang ini, kok orang-orang yang lebih tua makin lama makin dianggap generasi kolot dan closed minded. padahal sejarah membuktikan, kalian yang generasi lanjutan ternyata nggak bisa membangun hal-hal monumental setara apa yang abang-abang atau om-om mu pernah bikin. padahal fasilitasmu jauh lebih sempurna.

Orang-orang jadul itu sudah membangun apa yang di kemudian hari belum tentu bisa kalian pelihara.

masih mau bilang yang tua itu kolot ?

salam jadul.

Nah, kebayang kan?🙂

we love 90

Well, setidaknya aku pernah berada di zaman ketika semuanya mulai beralih ke teknologi yang membuat banyak orang harus beradaptasi dengan cepat. Gaptek? Iya, itu salah satu tanda bahwa kita sudah tua😀

Mengalami masa transisi peradaban yang sangat masif, membuat jurang lumayan lebar dengan generasi orangtua bahkan kakek nenek. Di akhir zaman milenium lama dan berpindah ke milenium baru sambil tidak siap dan terkaget-kaget, tetapi membuat seluruh kehidupan zaman 80an dan 90an istimewa😉

Dan aku adalah salah satu yang masih gak bisa pindah zaman😆

2 thoughts on “Tetaplah Menjadi Kenangan Terindah”

  1. 80-an + 90-an ih itu mah zaman saya yang paling indah, mbak…
    Pengen kembali ke masa itu, utamanya sih ke masa muda saya, asik bisa wara-wiri dgn minus stress…
    Tapi sudahlah, masa gak bisa surut lagi kebelakang kecuali kalau sudah ditemukan mesin time tunnel itu…

    Salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s