Warna Urine Sebagai Alarm Kesehatan

Urine-Color

  • Warna jernih Walau warna jernih seringkali dianggap normal, namun  jika hal ini terus menerus menjadi warna kemih menunjukkan bahwa tubuh terlalu banyak menkomsumsi cairan. Mineral air yang di komsumsi selayaknya di sesuaikan dengan berat badan, contohnya jika berat badan 60kg maka dalam sehari cairan yang di komsumsi hanya 2 liter. Di samping itu, warna tersebut juga mengindikasi kan adanya gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi kondisi tersebut juga di sertai gejala lain, seperti kulit yang menguning, mual, muntah, demam dan rasa kelelahan.
  • Warna cokelat atau gelap seperti teh. Kondisi ini tidak bisa di anggap ringan. Apalagi jika di sertai dengan tinja berwarna pucat, karena hal tersebut merupakan adanya gangguan hati. Keadaan lain yang bisa menimbulkan warna tersebut adalah saat dehidrasi (kekurangan cairan) atau mengkonsumsi vitamin tertentu khususnya vitamin B atau obat-obatan lainnya.
  • Warna keruh. Jika urine berwarna keruh dan disertai mengalami sakit punggung atau perut bagian bawah kemih dan merasa seperti demam, dapat dicurigai sebagai infeksi pada saluran kemih.
  • Warna kuning cerah atau seperti neon. Bertanda bahwa tubuh terlalu banyak mengkomsumsi suplemen. Dan bertanda bahwa tubuh sedang dehidrasi. Solusinya adalah perbanyak minum, namun ingat kondisikan dengan berat badan. Karena mengkomsumsi banyak cairan juga akan berdampak tidak baik bagi tubuh.
  • Warna merah muda atau merah. Warna merah pada urin bisa berbahaya bila disebabkan karena darah. Penyebab lainnya adalah mengkonsumsi bahan kimia atau obat-obatan atau maknan tertentu. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran kencing dan gangguan ginjal dapat menunjukkan kencing darah. Mengkonsumsi makanan tertentu terutama buah naga yang berwarna merah. Selain dari makanan atau minuman yang di komsumsi, efek warna ini timbul dari obat pencahar yang di komsumsi.
  • Warna orange atau jingga. Di pengaruhi oleh obat-obatan yang di komsumsi, pengaruh dari komsumsi makanan seperti jeruk atau yang berwarna merah. Namun juga indikasi tubuh sedang mengalami dehidrasi.
  • Warna Hijau. Asparagus dapat menyebabkan warna urin kuning atau gelap warna urin hijau. Asparagus adalah contoh dari penyebab alami dari urin hijau, tapi jangan lupa tentang pewarna seperti pewarna makanan. Pewarna makanan buatan dengan mudah dapat menjadi penyebab air seni hijau.  Minum bir hijau juga dapat menjadi hijau urin Anda karena pewarna makanan hijau di bir. Tentu saja, intensitas urin hijau tergantung pada berapa banyak bir hijau Anda minum. Makanan lain yang perlu dipertimbangkan adalah licorice hitam.
  • Warna biru . Urin dapat memiliki warna kebiruan dalam kondisi tertentu. Pada keadaan yang paling ekstrim, urin bahkan dapat terlihat seperti pembersih kaca biru. Tetapi di bawah kondisi yang paling, urin mungkin menampilkan kebiruan pucat. Warna urin biru pucat dan kemungkinan besar disebabkan oleh makanan yang Anda makan akhir-akhir ini atau obat yang dikonsumsi. Dengan kata lain, pewarna adalah alasan yang paling mungkin Anda akan melihat biru di toilet, dan harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi pewarna untuk secara signifikan menghitamkan air seni Anda di luar warna yang sangat pucat. Obat dan obat-obatan adalah penyebab khas urin biru, karena banyak dari mengandung pewarna. Biru Metilen adalah pewarna cukup umum digunakan dalam obat, dan juga digunakan sebagai zat warna indikator untuk analisis medis. Pil biru kecil seperti Viagra yang membawa beberapa orang untuk membantu mereka keluar dengan disfungsi ereksi. Beberapa obat, dapat memiliki efek samping sementara mengubah warna urin Anda menjadi biru. Pertama, Anda perlu bertanya pada diri sendiri jika benar-benar urin biru, atau bisa itu warna urin hijau? Obat-obat berikut ini dapat menyebabkan warna urin biru: triamterene sebagai diuretik ringan dan dapat menyebabkan warna urin biru. Rinsapin  obat antibiotik kadang-kadang digunakan untuk mengobati infeksi Staphilokokus.
  • Urin berbusa Urin berbusa  biasanya terjadi karena mengkonsumsi lebih banyak protein. Jika memiliki banyak protein dalam urin, protein bereaksi dengan udara dan air, menciptakan urin berbusa. Kadang-kadang mengalami urin berbusa setelah makan banyak daging ikan, ayam dan lainnya. Daging ini mengandung muco-protein. Jika tubuh dalam keadaan normal protein biasanya dikeluarkan dari tubuh Protein, bereaksi dengan udara, kemudian menghasilkan urin berbusa

Info diambil dari SINI yah🙂 Bahasanya mungkin agak kurang rapi, dan aku gak ngerti gimana beresinnya😀

=======================================================

urine color 2

Silakan perbandingannya dengan yang di bawah ini:

Air kencing berwarna Coklat

Kebanyakan air seni berwarna coklat akibat makan banyak makanan seperti kacang, lidah buaya, buah-buahan  dan hasil rhubarb dapat menyebabkan urin berwarna coklat. Hal ini juga bisa karena disebabkan karena obat-obatan tertentu,  seperti antimalaria atau antibiotik. Dalam kasus yang lebih berat, ini juga bisa menunjukkan beberapa penyakit atau cedera pada ginjal, atau infeksi pada ginjal.

Air kencing berwarna oranye

kebanyakan air seni berwarna coklat diakibatkan karena tubuh mengalami dehidrasi berat, karena dapat membuat urin sangat terkonsentrasi sedemikian rupa sehingga dapat menjadi oranye. Pemberian obat tertentu juga dapat menjadi penyebabnya. Obat antiinflamasi yang biasa digunakan dalam kemoterapi, atau obat pencahar bisa menyebabkan urin oranye. vitamin B kompleks dan jus wortel juga bisa menyebabkab urin berwarna oranye.

Air kencing berwarna kuning gelap

urun yang berwaran kuning gelap bisa juga karena Dehidrasi . Pada saat tubuh kekurangan cairan,  maka  limbah mulai terakumulasi dalam urin dan itu menyebabkan perubahan warna dari kuning terang ke kuning gelap. Makanan seperti asparagus, dan asupan suplemen vitamin B kompleks tinggi dalam tubuh juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Pada kondisi yang lebih lanjut, urin berwarna kuning gelap juga bisa menjadi indikasi dari kondisi lever / hati seperti penyakit kuning atau hepatitis, anemia hemolitik, dan hematuria.

Air kencing berwarna merah atau pink

Urin merah muda atau merah kedengarannya menakutkan, tetapi pada umumnya kasus ternyata tidak demikian. Urin berwarna merah mungkin normal jika tubuh kita habis mengkonsumsi buah semangka atau arbei, dll. Antibiotik dan obat pencuci perut adalah obat-obat yang dapat menyebabkan urin berwarna merah. Selain itu, kemungkinan ada darah yang ikut bersama urin juga perlu diperhatikan.Penyebabnya bisa karena adanya infeksi saluran kemih, bahkan tumor jinak atau kanker. Urin yang berwarna merah juga bisa menunjukkan ada masalah pada ginjal,  seperti pembentukan batu ginjal, atau pembentukan kista.

Air kencing berwarna hijau dan biru

Obat-obatan tertentu biasanya juga mengandung metilen warna biru, atau dari pewarna yang umumnya digunakan dalam makanan. Pada kasus yang jarang terjadi, ini adalah jenis urin yang bisa menjadi gejala pada kondisi bayi, yang dikenal sebagai sindrom popok biru. Orang dengan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas, kemmungkinan juga bisa menunjukkan urin berwarna hijau.

Air kencing berwarna keabuan

Urin yang berwarna keruh keabuanbisa jadi adanya infeksi, salah satu yang paling sering adalah infeksi saluran kemih. Dan jika itu juga disertai itu dengan timbulnya bau lebih buruk, maka itu bisa dipastikan adanya  Infeksi Saluran Kemih. Batu ginjal juga dapat menyebabkan nanah dalam urin,  sehingga warnanya berawan atau keruh. Gonore,keputihan, dan nanah seperti sifilis  juga dapat membuat urin berwarna keabuan.

Air kencing berwarna ungu

Porfiria adalah suatu kondisi medis  langka yang mempengaruhi sistem saraf dan kulit. Gejala ini bisa terjadi karena adanya kelainan genetik,  atau adanya bahan kimia dalam tubuh yang disebut porfirin . Dan salah satu dari banyak gejala dari kondisi ini adalah urine yang berwarna ungu tua.

Artikel diambil dari SINI🙂

======================================================

urine color 3

Nah, kalau urusannya adalah urine si kecil, simak artikel di bawah ini:

Yuk, simak penjelasan dari Dr. Patria Vittarina, SpA dari Divisi Perinatologi RSIA Muhammadiyah – Taman Puring, Jakarta.

Urine normal: kuning jernih

Tahukah Moms bagaimana ciri-ciri urine yang normal? “Warnanya kuning jernih dan tidak berbau,” buka dr. Patria. Dijelaskannya, tak ada bedanya warna urine yang normal antara bayi yang mengonsumsi susu formua atau ASI. Hanya saja, warna urine si kecil bisa saja berubah bergantung dari apa yang dia makan atau minum.

“Umumnya, warna urine terhadap bayi baru lahir (0 – 3 bulan) dibandingkan dengan bayi di atas 4 bulan adalah sama, yaitu berwarna kuning jernih selama bayi hanya mendapat ASI atau susu formula. Kecuali, bila bayi sudah mendapat makanan tambahan atau mengonsumsi obat, maka kemungkinan urine bisa berubah warna,” papar dr. Patria lagi.

Bisa mengindikasikan penyakit

Berarti, bila warna urine si kecil berubah, orangtua tak perlu khawatir? Belum tentu! Memang benar, orangtua tak perlu khawatir bila warnaurine bayi yang berubah itu akibat dipengaruhi oleh asupan makanan dan obat seperti tersebut di atas. Namun demikian, ada beberapa “warna” urine yang musti diwapadai, loh! Pasalnya, perubahan warnaurine juga bisa menunjukkan adanya penyakit di dalam tubuh bayi, misalnya infeksi saluran kemih yang pada jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Oleh karena itu, dr. Patria menegaskan, bila terdapat perubahan warna pada urine bayi, maka perlu diamati pula gejala klinis yang lain, seperti demam, rewel, muntah, diare atau tidak mau makan. Bila itu terjadi, maka sebaiknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengenal warna urine

Lalu, urine yang tidak normal seperti apa? Hal itu bisa dikenali bila terdapat perubahan warna urine. Tak jarang, urine yang tidak normal menimbulkan bau yang tidak sedap. Berikut beberapa warna urineyang tidak normal:

1. Pink atau merah: kemungkinan terdapat darah, hemogloblin,myoglobin, atau bisa juga karena pewarna makanan.

2. Oranye: kemungkinan karena mengonsumsi pyridium atau rifampisin.

3. Coklat atau hitam: kemungkinan terdapat myoglobin, pigment empedu, mengonsumsi obat metronidazol, nitrofurantoin.

4. Biru: kemungkinan terdapat obat methylene blue, infeksi saluran kemih karena pseudomonas (jarang terjadi), penyakit metaboliktriptophan herediter.

5. Keruh atau berawan: kemungkinan terdapat infeksi saluran kemih.

6. Kuning tua: kemungkinan oleh karena mengonsumsi vitamin C, Vitamin B, Betakaroten, jeruk atau wortel.

Bayi kurang minum

Bisakah kita menilai bayi cukup minum ASI atau susu formula melalui warna urine? Dikatakan oleh dr. Patria, kecukupan ASI atau susu formula pada bayi biasanya dinilai dari segi klinis. “Bila bayi cukup ASI atau susu formula, maka bayi tersebut akan kenyang yang ditandai dengan bayi tidak rewel, aktif, tidur nyenyak serta terdapat kenaikan berat badan,” ulasnya.

Walau begitu, Moms bisa juga kok menilai apakah si kecil cukup minum atau tidak dari frekuensi buang airnya. “Frekuensi buang air kecil pada bayi secara tidak langsung dapat juga untuk menilai kecukupan asupan ASI atau susu formula. Bila bayi cukup minum maka akan BAK 3 – 4 kali sehari atau bahkan sampai 8 kali sehari. Bila bayi kurang minum atau dehidrasi, maka biasanya frekuensi BAK akan berkurang atau jumlah urine sedikit, sehingga warna urine akan terlihat kuning pekat,” dr. Patria menjelaskan panjang lebar.

Hmm, dengan memerhatikan frekuensi pipis si kecil dan warna urine-nya, Moms bisa mengukur apakah si kecil cukup minum atau tidak dan bisa ditindaklanjuti. Kalau begitu, jangan remehkan warna urine si kecil ya, Moms!

Kok, bayiku jarang pipis, ya?

Dalam sehari, normalnya bayi buang air kecil sekitar 3 – 4 kali. Jika lebih dari jumlah itu pun oke-oke saja, kecuali bila pipisnya sangat sering (lebih dari 10 kali/hari) atau jarang sama sekali. “Tapi selama tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau bayi menjadi lesu dan rewel, tak perlu terlalu mempermasalahkannya,” hibur dr. Patria.

Namun waspadai bila frekuensi BAK bayi jarang/menjadi jarang. “Misalnya, satu hari hanya sekali padahal biasanya biasanya 4 kali, atau sejak lahir si kecil memang jarang pipis padahal asupan cairannya mencukupi,” lanjutnya.

Nah, ada beberapa penyebab frekuensi BAK yang jarang, yaitu:

1. Bayi mengalami kekurangan cairan. Ini bisa terjadi karena ibu yang menyusui kurang banyak minum atau bayi sedang mengalami muntah-muntah atau berkeringat berlebihan. Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan banyak memberi asupan cairan pada bayi. “Pada ibu menyusui, misalnya, musti banyak minum. Namun untuk kasus bayi muntah-muntah, sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter untuk mencari penyebabnya dan mencegahnya dari dehidrasi,” dr. Patria memberi saran.

2. Pada bayi laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi, biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing bayi.

3. Sukar pipis pada bayi perempuan bisa disebabkan karena terjadi infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya musti langsung dibersihkan.  
Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perhatikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.

Artikel diambil dari SINI ;)

2 thoughts on “Warna Urine Sebagai Alarm Kesehatan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s