Aku dan Pemikiran Islam Liberal

Judulnya gak nahan😆

Allahu ghoyatuna….

Arrosul qudwatuna…

Al Quran dusturuna…

Al Jihadu sabiluna…

Almautu fi sabilillah asmaa amanina…

Mari berkenalan sedikit dengan siapa dan apa itu JIL (Jaringan Islam Liberal). Terima kasih kepada JIL yang telah memberi banyak pekerjaan kepada #IndonesiaTanpaJIL (ITJ)😀 Berikut kutipan dari situs resmi ITJ:

“Pekerjaan ini adalah pekerjaan jangka panjang, bukan sekedar hura-hura sesaat, apalagi pengisi waktu luang. Oleh karena itu, #IndonesiaTanpaJIL tidak bersandar pada slogan, mission statement atau demo belaka.Demo itu perlu, namun pekerjaan di balik layar jauh lebih penting. Kami menyeru kepada kalangan terpelajar, terutama sekali mahasiswa, untuk berbagi kepedulian tentang bahaya Islam liberal. Mari kita gerakkan seluruh umat untuk menumbuhkan kembali tradisi keilmuan kita. Ramaikan rumah dengan buku, jadikan buku sebagai kawan duduk kita. Tulislah makalah-makalah dan buku-buku, selenggarakanlah seminar-seminar dan bedah buku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.Di dunia maya, para aktivis JIL (Jaringan Islam Liberal) tampil begitu berbeda dengan citra yang dipertahankannya di dalam tulisan-tulisannya atau di layar televisi. Jika sebelumnya mereka masih mempertahankan citra santun, ilmiah dan terpelajar, tidak demikian halnya di Twitter. Perang propaganda yang dilancarkannya kepada sendi-sendi ajaran Islam begitu vulgar dan provokatif. Bisa dikatakan, ada berkah tersembunyi di baliknya. Sebab, lontaran-lontaran yang begitu kasar itu justru dengan sendirinya menjelaskan kepada semua orang sisi buruk pemikiran mereka sendiri.”

1. tempat meminta rezeki dan pengampunan, tetap bersujud pada Allah. tempat bersyukur pun pada Allah…

2. @ITJBekasi: Wah banyak yg ngedukung nih. Rapatkan barisan troops. Kencangkan doa di 10 hari terakhir.🙂

3. @ssirah: betul, dlm 5thn ini lbh dekat dg kekuasaan. mk tmn2  hrs smakin lbh dekat kpd Allah. la tahzan🙂

4. @OkitroniC: PR masih banyak RT : tugas menanti… dudududu RT : >_<9 RT : Tenang tenang masih ada🙂

5.   tetap jadi agenda jangka pendek, menengah, dan panjang. bismillah!

6. liberal itu gak ngajak perang pake senjata head to head kayak IDF. mereka pake ghazwul fikr. dan itu jauh lebih bahaya.😦

7. umat Islam gak akan menyadari bahwa pikirannya disusupi aneka ide liberal. mereka mengiyakan justru karena merasa cocok dan setuju.

8. well… aku juga pernah secara gak sadar keseret arus liberal… keren, hebat, dan asyik keknya yah? hihihi….

9. dan berubah untuk berbalik menolak pemikiran liberal itu gak mudah…. berat bo! di tengah rasa galau, kembali pada Quran dan Sunnah saja.

10. belum, aku belum bisa lepas dari serangan pemikiran liberal itu karena tiap hari membaca dan mendengarnya. masif banget🙂

ketika kisah yang nyata tercantum dalam Quran dianggap dongeng >_<
ketika kisah yang nyata tercantum dalam Quran dianggap dongeng >_<

11. yah, berubah untuk lebih dekat pada petunjuk yang lurus dan nyata dari Allah gak akan semudah bikin kopi item sih😛

12. menerima cacian,makian, sindiran, nyinyiran, dan intimidasi karena dianggap gak keren ya sudah risiko. mau gimana lagi?🙂

13. toh aku bukan manusia tanpa beban dosa masa lalu. dosaku segunung. eh lebih kayaknya. tapi bukankah Allah maha pengampun?🙂

14. masih tomboy dan serampangan, masih suka lalai, masih suka teledor… dan berjuang lebih baik gak akan pernah mudah…

15. begitulah, ketika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud. Allah dekat dengan kita, kalau memang kita mau mendekat.

16. @TanpaJIL: Pilpres boleh usai, tapi perjuangan tak kan berhenti sampai jasad ini terurai ! Ittaqillah, tsummastaqim !!!

masbuloh kalo gue pake jilbab?
masbuloh kalo gue pake jilbab?

————————-

Di bawah ini sebagai bahan rujukan singkat yah! Mengutip dari SINI :

Kronologi ringkas berdirinya Jaringan Islam Liberal :

4 Januari 2001, di kantor Goenawan Mohammad. Berkumpul Ulil Abshar Abdalla (mahasiswa drop-out dari LIPIA), Luthfi Asy-syaukanie (Dosen Univ. Paramadina), Ihsan Ali Fauzi dan Hamid Basyaib (mantan jurnalis Republika), Ahmad Sahal (Aktivis muda NU), dan Nong Darol Mahmada (jebolan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Perbincangan mengerucut pada upaya membendung laju kelompok Islam yang menurut mereka radikal, seperti FPI pimpinan Habib Rizieq Syihab, Majelis Mujahidin Indonesia pimpinan Abu Bakar Ba’asyir, dan Laskar Jihad yang dikomandoi oleh Ust. Ja’far Umar Thalib.
Goenawan, Pendiri Institut Studi Arus dan Informasi (ISAI) menghubungi Dahlan Iskan. Pimpinan Jawa Pos Grup (pada saat itu, sekarang sudah jadi bosnya BUMN) setuju untuk menyediakan halaman medianya guna mempublikasikan pemikiran-pemikiran liberal.
8 Maret 2001, di Jalan Utan Kayu Raya No. 68H, Jaringan Islam Liberal (JIL) didirikan. Beragam diskusi diselenggarakan, termasuk menggunakan corong media radio 68H. The Asia Foundation (LSM Amerika) dan The Freedom Institute (pimpinan Rizal Mallarangeng) dan Bakrie Grup menjadi donaturnya.
Sejak itulah buku-buku, buletin, seminar, dan diskusi mengenai Islam Liberal marak diadakan. Kelompok kiri dan mereka yang menganut disorientasi seksual (homo, lesbi, biseksual) kemudian ikut menumpang dalam gerbong liberal.
Ujungnya, pada tahun 2005, massa umat Islam dari FPI dan FUI berencana mendatangi markas JIL tersebut. Ratusan aparat bersiaga, para aktivis sekular berkumpul, media massa asing tak ketinggalan, siap mengabadikan. Andaikata terjadi penyerangan saat itu, itulah yang mereka kehendaki. Mereka akan menjadikan momen penyerangan itu sebagai sarana kampanye anti kekerasan pada dunia Internasional, sambil tak lupa, tentu saja berharap kucuran dana mengalir.

FLYER ITJ

Nah beginilah kalau orang JIL ngoceh :

Ulil Abshar Abdalla
“Di dalam liberalisme politik terdapat liberalisme agama. Saya kira perjuangan JIL sebagian besar diarahkan pada isu ini.”

Luthfie Asy-Syaukani
“Islam Liberal adalah wajah Islam yang non-ortodoks, agar fleksibel dengan perubahan zaman, oleh karena itu nama lain dari Islam Liberal adalah Islam Protestan.”

Saidiman Ahmad
“Acapkali saya berpikir, memuja matahari itu jauh lebih penting, dari memuja selainnya. Dia selalu memberi kita pagi yang indah ini.”

Muhammad Guntur Romli
“Adakah Islam yang murni? Tidak ada. Karena dari sononya Islam adalah agama oplosan.”

Luthfie Asy-Syaukani
“Saya cenderung meyakini Al Qur’an pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi, tapi kemudian mengalami berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi’in, qurra’, otografi, mesin cetak dan kekuasaan.”

Ahmad Syukran Amin
“Shadaqah ialah pemberian secara sukarela tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Ciuman dengan non mahram termasuk contohnya.”

Saidiman Ahmad
“Saya sering ditanya, kalau anak Anda gay, lesbian, Ahmadiyah, dst, apakah Anda biarkan? Jawaban saya, pasti. Ya, saya akan biarkan.”

Nong Darol Mahmada
“Fenomena jilbab di tempat umum adalah ‘mabok jilbab’.”

kelakuan!
kelakuan!

Masih banyak omongan ngaco lainnya dari mereka. Monggo dicerna (dipahami) sendiri.

sekian.

PS: Mending baca bukunya Bang Akmal Sjafril berjudul Islam Liberal 101 deh😉

akmal islam liberal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s