Seharusnya Tidak Stalking Karena Penasaran Itu Menyakitkan

Menurutmu bagaimana? Itu yang terkadang sering terjadi pada beberapa orang. Atau kebanyakan orang? Semakin banyak tahu, biasanya akan semakin menyesakkan dada karena tak siap menerima kenyataan.

“Harusnya gue gak baca!” “Harusnya gue gak denger!” “Harusnya gue gak liat!”

Yaelah bro, udah telat! Sekarang sudah tahu dan terpaksa gigit jari karena sudah terselip seiris luka di hati. Mau membiarkan luka itu membusuk atau menyembuhkannya dengan cara yang paling nyaman alias move on? Abaikan kenyataan pahit itu dan melangkah menjauh dari segala yang menyakitkan itu.

Rasa penasaran bisa membunuhmu. Pernah membacanya di mana, lupa. Aku termasuk orang yang suka penasaran, meski SUDAH TAHU hasil akhirnya seperti apa. Urat ngeyelku memang terbuat dari baja😆 Misal saja, ada panggilan wawancara di perusahaan X. Ketika alarm hati mengatakan tidak usah datang, aku justru malah nekat datang. Penasaran. Hasilnya sudah diketahui dari awal ketika bertemu si pewawancara. Meski dia tak langsung bicara, bahasa tubuh dan auranya terbaca bahwa aku gagal.😀

Menyesal sudah datang ke perusahaan itu? Gak juga sih😛 Selalu ada hikmahnya. Misalnya… Jadi tahu apa standar di kantor tersebut dan bagaimana kehidupan di sana setiap siang😉

leave it behind

Tetapi tak semua rasa penasaran itu berakhir bahagia. Intinya sih itu. Apalagi kalau stalking akun media sosial milik mantan. Bwakakakaka😆 Taruhan, yang ada juga manyun. Tergantung, mantan yang mana dulu nih? Haghaghaghag😀 Ada teman curhat sambil ngasih emoticon nangis mulai terisak sampai tersedu-sedu hingga meraung (apasih) bahwa dia menyesal sudah intip akun Twitter pacar baru mantannya. Yaelah sistaaaaaa😦

Aku tanya bagaimana rasanya? Jawabannya puitis dan singkat, “Hampa seperti rumah tua yang lama tak terjamah kehidupan, An.” Etdah! Tapi aku gak bisa tertawa. Takut kualat! Makanya aku diam dan mengingat-ingat, adakah salah satu mantan yang membuatku tak bisa move on? ((((SALAH SATU)))) Mungkin ada saat aku memikirnya dan ternyata memang ada. Aku diam. Bertahan untuk tidak mencari tahu apapun tentang dia atau pacar barunya. Itu lebih aman. Karena aku tipe yang sulit melupakan sesuatu yang menyakitkan meski tak terucap. Jiaaaaahhh…

Jadi, meski akibat dari chat dengan temanku itu membuatku penasaran, tapi aku rasanya gak siap untuk sakit hati (lagi). Kuputuskan untuk tetap tidak penasaran untuk hal yang satu ini. Aku lebih penasaran dengan seseorang yang sedang dekat denganku saat ini. Hehehehe😀

Inti dari tulisan ini hanya dua kata: JANGAN KEPO!

Sekian dan terima traktiran.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s