#Kekerasan ~ Akmal Sjafril

 

Merangkum lagi🙂

  1. Jelang Pilpres bbrp hari ke depan ini, tentu kita berharap tak ada lagi dlm bentuk apa pun.

  2. Saya mengamati, sudah lebih dari setahun ini kita akrab dgn , baik verbal maupun fisik.

  3. Sejak menggeluti Twitter, verbal memang sangat sering sy jumpai.

  4. Yang satu ini sudah sering lihat kan?

  5. Atau caci maki yg model begini?

  6. verbal jg kadang dijumpai dlm bentuk lain. Tdk dgn kata2 kasar, tp menghina.

  7. Lebih parah lagi, yg dihina adalah agamanya. Bagi seorang Muslim, inilah penghinaan terbesar.

  8. Yg seperti ini, misalnya, tentu dianggap sbg penghinaan bg umat Muslim.

  9. Bagi sebagian orang, kata2 kasar dan kotor seolah biasa saja.

  10. Apalagi yg spt ini. Bukan main kasarnya. Benar2 penghinaan bg umat Muslim.

  11. Beberapa waktu yg lalu, sangat lazim bagi aktivis utk menerima dlm bentuk lain.

  12. Sebagian aktivis ITJ (termasuk yg Muslimah) menerima banyak tweet yg isinya gambar2 porno yg menjijikkan.

13. Biasanya, semacam ini menunjukkan keputusasaan. Selain jg menunjukkan isi kepala pelakunya.
14. Org membentak, mencaci maki, melakukan verbal, biasanya kalau sdh tdk punya argumen lagi.
15. Di jagad Twitter pun demikian. Banyak tokoh yg dikenal ‘intelek’, tp wajah aslinya di Twitter lain lagi.
16. Belakangan ini, ada modus lain, yaitu penggunaan akun anonim.
17. Dgn akun anonim, bertubi2 verbal dpt dilakukan, tanpa ketahuan siapa pelaku sebenarnya.
18. Cara ini bahkan banyak digunakan utk bersaing dlm politik.
19. Ribuan akun yg tak jelas identitasnya dikerahkan utk menebar caci-maki. Tentu saja, ini tdk sehat.
20. Yg sangat mengenaskannya adalah krn ini selalu diidentikkan dgn umat Muslim.
21. Di mana2, orang sekuler selalu berbicara ttg ‘ atas nama agama’.
22. Bahkan di kajian2 ilmiah pun sy jumpai pembahasan semacam ini seolah tak mungkin diabaikan.
23. Setelah memahami sejarah sekularisme, saya pun maklum bhw doktrin ttg atas nama agama ini mmg fundamental bg mrk.
24. Salah satu penyebab kelahiran sekularisme di kampung halamannya, Barat, tdk lain adalah trauma thd agama.
25. Barat menggunakan istilah ‘The Dark Age’ utk menyebut jaman ketika Gereja berkuasa.
26. Kegelapan melanda Eropa justru ketika agama mereka berkuasa. Wajar jika mrk trauma thd agama.
27. Pada masa2 itu, justru didominasi o/ institusi agama (inkuisisi).
28. Maka org2 sekuler pun mengidentikkan agama dgn fanatisme, dan fanatisme dgn .
29. Tapi pd prakteknya, kita pun menyaksikan bhw tanpa membawa nama agama pun banyak terjadi.
30. Org2 sekuler dan yg ateis pun banyak melakukan . Bahkan sangat banyak.
31. Sejarah berdarah kaum ateis dan komunis tertulis di mana-mana, termasuk di negeri kita.
32. Betapa pun kenyataannya demikian, tetap saja diidentikkan dgn Islam. Ini konspirasi media global jg.
33. Di Indonesia, kritik thd JIL disebut ‘caci maki’, tapi caci maki dr pembela JIL biasanya disebut ‘argumen’.
34. Bbrp contoh sebelumnya sudah cukup menjadi bukti.
35. Yg perlu kita waspadai, dapat menyulut kekerasan berikutnya.
36. Ekspresi kebencian & penghinaan bertubi2 kpd umat Muslim sangat mungkin akan menghasilkan gelombang kemarahan.
37. Penghinaan yg bertubi2 tsb sdh banyak terjadi di Indonesia.
38. Umat Muslim, yg justru mayoritas, malah disuruh bersabar melulu, dan dizalimi melulu.
39. Umat Muslim terus-menerus dijadikan komoditi politik.
stop bullying
40. Mereka ditipu sedemikian rupa hingga akhirnya mendukung pihak2 yg justru menghinakannya.
41. Bahkan ada yg rela menempuh risiko demi memperjuangkan kepentingan org2 yg memusuhi Islam.
42. Semua itu terjadi krn kebodohan, krn tdk menyadari bahwa dirinya telah terseret arus politik yg tak dipahaminya.
43. Tdk semua diantara para pendukung itu adalah pembenci Islam. Sebagian besarnya msh sangat merasa dirinya Muslim.
44. Adakalanya krn harga diri, atau krn harta tak seberapa, atau jg krn kebencian pd sebagian org, matanya dibutakan.
45. Tapi jauh di lubuk hati setiap Muslim, pastilah menjerit jika menyaksikan demikian masif kpd saudara2nya.
46. Setiap Muslim pasti hatinya sakit melihat agamanya dihina. Tak mungkin mau berteman dgn sang penghina.
47. Seorang Muslim pasti menyadari bhw thd Islam yg dilakukan o/ kaum sekuler itu nyata adanya.
48. Hanya saja, semua itu terkubur jauh di dlm hati. Yg hatinya jernih sajalah yg mampu merasakannya.
49. Sebuah hadits Nabi saw yg diriwayatkan o/ Abu Dawud pernah menjelaskan kondisi di akhir jaman ini.
50. Dlm hadits tsb, umat Muslim disebutkan akan diperebutkan bagai mangsa yg diperebutkan o/ pr pemangsa.
51. DIPEREBUTKAN ini bukan krn mrk senang, tapi krn mereka ingin MEMANGSA.
52. Dlm hadits tsb jg disebutkan bahwa umat Muslim bagaikan buih; banyak namun terombang-ambing.
53. Deskripsi berikutnya: “Allah telah mencabut rasa takut dlm hati mrk kpd kamu,”
54. Artinya, musuh2 Islam semakin vokal, semakin merasa bebas berbicara, tak ada sungkan lagi.
55. Menghina Islam sdh menjadi hal yg jamak di negeri yg mayoritasnya Muslim ini.
56. Terakhir, dlm hadits tsb, Nabi saw menjelaskan pangkal permasalahannya, yaitu: cinta dunia dan takut mati.
57. Bagaimana pun, di akhir jaman pula umat Muslim dijanjikan akan memperoleh kemenangan.
58. Situasi bagai makanan yg diperebutkan dan bagai buih di lautan sudah kita rasakan bersama.
59. Sudah banyak pemuda yg bangkit ghirah-nya setelah melihat situasi terkini.
60. Tibalah saatnya kita memilih: diam saja atau mulai bergerak!
61. Semoga kita termasuk ke dlm generasi yg mewujudkan kebangkitan umat. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s