#OneDayOneJuz (Selalu) Menyelamatkanku

Percaya atau tidak, jika sedang ada masalah kemudian larinya mengadu pada Allah, segalanya terasa lebih ajaib.

sering buka YouTube tapi gak pernah buka Quran? sekarang perlahan kebiasannya diubah :)
sering buka YouTube tapi gak pernah buka Quran? sekarang perlahan kebiasannya diubah🙂

Aku sih ngaku kalau sedang galau, gelisah, emosi, marah, sedih, atau senang, yang dicari playlist lagu favorit. Mulai dari instrumentalia seperti Kitaro atau Kenny G hingga yang ingar bingar seperti Simple Plan atau Hoobastank. Tetapi apa lantas masalahku hilang? Gak😆 Hanya sekadar pengalihan pikiran dan suasana hati sejenak. Lagunya habis, ya inget lagi deh sama masalahnya melipir

Tahun 2013 akhir, lupa tepatnya kapan, ada ajakan untuk menamatkan satu hari satu juz. Awalnya aku menelan ludah. Aaaaaakkk…. Itu sepertinya sangat berat ya booooo…. reaksi normal ala preman Tetapi entah kenapa aku inget kalo umur gak lagi muda tsaaaaahhhh, jadi aku mengiyakan setelah mikir beberapa menit. Ternyata ada komunitasnya. Ternyata ada yang mau bersama-sama belajar menuntaskan kewajiban membaca surat cinta dari Sang Kekasih ini.

aku ada di tangga nomer dua saat ini ^_^ sudah gak bete lagi disuruh ngaji dan mulai merasa ada yang hilang kalau terlambat. *berjuang*
aku ada di tangga nomer dua saat ini ^_^ sudah gak bete lagi disuruh ngaji dan mulai merasa ada yang hilang kalau terlambat. *berjuang*

Am not a good muslimah, i admit it. Tapi aku gak mau kembali kepada-Nya dalam keadaan tanpa ilmu dan amal yang cukup. Aku mulai mencoba membuka Quran sambil murottal. Mendengar Syaikh Sudais membaca dan aku mengikutinya. Bukan hal mudah. Booo… Aku yang pernah jauh dari Quran setelah Mama wafat merasa tertampar. Untung banget Allah gak mematikanku di dalam keadaan futur dan kufur. Na’udzubillah😦

Aku sangatlah jauh dari kata “baik”. Bahkan sebagian orang melabeliku “nakal”, “bangor”, dan entah apa lagi. Satu hal yang mereka tak pahami dariku adalah bahwa bipolar disorder melekat denganku. Aku dianggap temperamental dan dinilai macam-macam. Di saat sedang down, dulu aku tak tahu harus bagaimana. Aku melarikan diri ke hal-hal yang membuatku senang. Apa saja. Akhirnya, aku terjerumus ke lumpur hitam. Nyaris sulit untuk kembali bersih… Aku kecewa.

Makanya aku sangat beruntung Allah masih mencintaiku yang mulai menjauh dari-Nya. Dipaksanya aku mendekat kembali melalui seorang sahabat. Allah mengetahui kebutuhan jiwaku yang rusak parah. Sampai saat ini, masih tahap recovery yang tak mudah.

aku yang mana ya? :(
aku yang mana ya?😦

Semoga Allah masih memberiku waktu untuk memperbaiki diri. Hingga saatnya nanti kembali pada-Nya dalam keadaan ketika aku terlahir ke dunia: suci.

Terima kasih kepada sahabatku yang telah mengenalkanku pada #OneDayOneJuz dan senang sekali mendapat 29 saudara baru di grup BBM. Setiap hari saling mengingatkan untuk menyelesaikan juz masing-masing… Allah maha baik😉 Aku terselamatkan, berkali-kali, setelah menyelesaikan tilawah/murottal setiap harinya. Meski banyak kekusutan dalam pikiran dan hati, tapi aku tahu, Allah tak jauh dariku…♥

4 thoughts on “#OneDayOneJuz (Selalu) Menyelamatkanku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s