Aku Percaya Karma. Kamu?

Entah apa diksi penggantinya.

Aku percaya karma. Baik dan buruk. What you see is what you get. What you give is what you’ll get back.

Percaya kebaikan manusia tak akan ada habisnya. Sama dengan kejahatan, selama ada kesempatan untuk melakukannya. Masalahnya adalah, akpakah kita akan membiarkan napsu jahat menguasai akal sehat dan  nurani?

Aku percaya Tuhan sudah memberikan kita sepaket masalah lengkap dengan solusinya. Kita hanya disuruh berdoa (setelah berusaha) dan sisanya biarkan tangan Tuhan yang bekerja.

Aku, tentu saja termasuk yang percaya keajaiban sedekah. Jangan pernah perhitungan. Sedekah itu tabungan kita, lho. Seribu rupiah tetapi rutin akan ebih terasa menyenangkan dan ringan dilakukan. Membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki itu gak akan mudah kalau yang dipikir hanya ‘trus gue makan ntar gimana?’

Setiap aku mendapat kebaikan dari orang, sebisa mungkin aku membalasnya segera atau begitu aku mendapatkan rezeki berikutnya. Atau, aku akan meneruskan kebaikan yang kuterima dengan melanjutkannya kepada orang lain. Pay it forward. It sounds weird but yes, it will turn back into you😉 Many happy returns, begitu doa orang-orang kan?

Entah apa yang Allah mau dariku, yang jelas ketika aku menulis ini, hati dan pikiran sedang kosong melompong. Bingung. Tanpa tenaga. Aku berpikir banyak hal, tetapi tak sanggup untuk untuk membagikannya pada siapa pun. Karena aku khawatir akan mengganggu.😦

Aku sering membuat kekacauan, tetapi dari situ aku belajar mengetahui reaksi orang lain dan dampak kekacauan itu padaku. Aku jadi paham mengapa ada yang bertahan untuk menyemangatiku dan ada yang meninggalkanku bahkan tanpa permisi. Well, am not trying to please anyone with my bad attitude.

Saat ini aku sedang mengingat mimpi yang membuatku terbangun kaget pada pagi hari 5 Juni. Ada yang memaksaku pindah dari sini. Dari Cibiru. Aku tahu siapa dan mengapa. Tapi kalau aku cerita, siapa yang mau percaya? Gak ada.  Aku merasa memang harus memaksakan diri untuk pindah. Peduli amat orang lain bilang jangan. They only scared if I can proof them that I can do it. Hijrah, kalau kata salah seorang temanku. Ada karma dari kepindahanku ke Cibiru ini. Dan semua tentu karena Tuhan mengijabah permohonanku. Kini, saatnya memohon hal yang sama. Pindah yuk! Move on ah!

Tuhan tak akan mengirimkan suatu masalah tanpa sepaket dengan solusinya. Beberapa hari terakhir, seseorang tanpa pernah bosan memberiku semangat dan nasihat. Lucunya, orang itu jauh lebih muda dariku, namun pembawaannya tenang dan sabar. Tuhan mengaturnya dengan cermat. Saat aku sangat terpuruk, pria itu hadir tanpa kuminta. Kemudian, ketika aku merasa ada yang aneh dengan dirinya, barulah roda berputar. Dia yang membutuhkan semangat dan ketenangan. Aku berbalik menyemangatinya. Menyadari darah mudanya, aku memposisikan sebagai dirinya. Hal ini juga sudah sering kualami bersama sahabatku yang lain🙂

Karma baik dan karma buruk.

Didn’t hear your wicked words every day
And you used to be so sweet I heard you say

Abaikan lagu di atas. Itu sebenarnya 11-12 tapi bagi yang tidak paham akan menganggapnya jaka sembung. Tinimbang mengembalikan kebaikan pada orang yang memberinya padaku, aku lebih suka meneruskannya kepada orang lain. Sayangnya, hal ini tidak dipahami banyak orang. Meski, sebenarnya si pemberi kebaikan tetap menerima pahala. Seharusnya, tak perlu mengharapkan kembalian ya? Gak ada recehan, soalnya😛

Begitulah aku menyebutnya hidup. Sangat lucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s