Let’s Make A Wish, Dear

Astri memandang ibunya takut. Ia menelan ludah entah sudah berapa kali sebelum mendekat. Wajah perempuan berusia enam puluh tahun itu nampak letih namun tak lepas dari meja mesin jahitnya. Perempuan tua itu sangat semangat menjajal mesin yang baru dibelikan oleh Ridho, menantu kesayangannya.

“Bu,” panggil Astri lembut.

“Ya, Nduk? Eh, kamu tahu ndak, ini gimana cara mematikannya? Ibu mau ganti pola,” jawab sang ibu tanpa menoleh pada putri bungsunya.

“Mari kubantu,” Astri membantu ibunya dan dalam lima menit ibunya sudah bisa bersiap dengan pola baru. “Bu, bisakah kuganggu sebentar saja?” tanya Astri ragu.

“Ada apa, Nduk? Suamimu ndak selingkuh, kan?” ibunya terkekeh sambil melipat ujung kain yang hendak dijahit.

“Duh, Ibu. Ndak. Bukan itu,” Astri merengut manja. “Ini tentang Bimo dan Laras.”

“Lho, ada apa dengan kedua anakmu itu?” Kali ini Ibu memutar seluruh badannya menghadap Astri yang bersimpuh di sebelah kursi ibunya.

“Ibu tentu sudah tahu kalau mereka ingin sekali punya adik lagi. Tapi Ibu juga…” Astri berujar dengan kepala berdenyut.

“Kalau kamu tak bisa memenuhi keinginan mereka? Begitu kan?” potong Ibu sambil mengusap kepala Astri.

“Iya, Bu. Aku juga…”

“Mulai lelah menghadapi Ridho? Ibu tahu. Semua terserah padamu, Nduk. Jika mesin jahit ini kaunilai sebagai bentuk sogokan permohonan maaf Ridho padamu melalui Ibu, sebaiknya kalian berdua bicara sendiri. Ibu tak mau ikut campur. Sudah sana, jemput Bimo di tempat opanya.”

Buntu. Astri mengeluh dalam hati.

Malam hari, Astri memandang langit dari balkon kamarnya. Anak-anak sudah tidur dan Ridho belum pulang. Tuhan, bantu aku mengumpulkan keberanian untuk bicara padanya. Ibu tak tahu kalau kali ini aku melihatnya dengan mataku sendiri. Di ranjangku dua orang pria memadu kasih dan aku tak mungkin salah lihat.

Sebuah cahaya terang melintas di langit yang benderang malam ini. Astri memejamkan mata dan memantapkan hatinya.

Semua sudah selesai.

———————————

-diikutsertakan dalam flash fiction PIPET-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s