Aku Membutuhkanmu. Terlalu.

Dear kamu,

Aku tak akan menulis panjang.

Demi Tuhan yang selama ini menjagamu untukku dan menghalangiku untuk jatuh cinta pada pria lain…

Aku akan selamanya berterima kasih padamu. Entah untuk apa. Mungkin, untuk segala cinta dan kasih yang belum bermuara.

Demikian aku menyebut rindu tak bertuan.

Aku menunggumu pulang.

PS: tulisan tak bertuan ini membutuhkan jawaban. masihkah berlaku kerinduan ini sekarang? (awal oktober 2014)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s