Jika Waktuku Berakhir

Jika waktu itu semakin mendekat, apa yang sudah kupersiapkan? Tabungan amalan seperti apa yang sudah siap kusetor pada-Nya? (Tulisan yang seharusnya terbit tanggal 2 Desember 2013) Untuk kamu, yang akan membaca surat ini kembali saat aku sudah pergi jauh.

Aku pernah ada.

Aku pernah membuat sebuah sejarah, walau hanya untuk diriku sendiri.  Setidaknya demikian yang ada dalam pikiranku.

Aku pernah jatuh cinta pada kehidupan yang kupikir “selamanya”.

Aku pernah merasa bangga memiliki keluarga yang hebat untuk ukuranku. Bapak, Mama, dan adik semata wayang.

Aku pernah merasa beruntung memiliki sahabat yang sangat mengerti bahkan di saat terburukku.

Aku pernah merasa keren bisa memiliki anak dari rahimku sendiri and felt so blesses🙂

Aku pernah berpikir bahwa dicintai itu segalanya, kemudian mengubah semua menjadi bentuk aktif. Mencintai adalah segalanya.

Aku pernah hadir untuk semua yang kusayang.

Entah, apakah ketika aku tiada, semua akan merindukanku atau dengan cepat melupakanku? Siapa yang akan tetap mendoakanku?

Semua, kembali pada diri sendiri. Sudahkah aku pantas untuk dicintai agar tetap bisa dikenang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s