Tentang Lahan Mimpi yang Berantakan

Entah kepada siapa, pengisi lapak mimpiku.

Semalam, halaman mimpiku terisi oleh beberapa cerita yang tak jelas sehingga ketika aku terbangun, merasa seperti ada yang harus dijelaskan. Meninggalkan jejak sampah berserakan.

Katanya, mimpi itu artinya ruh kita pergi menikmati dunianya sendiri. Bertemu dengan ruh lain yang juga sedang berkelana. Jika terasa nyata, itu artinya… Ah sudahlah!

Mungkin kamu tak peduli. Ya, sama. Aku pun tak akan peduli bagaimana kamu bisa merusak mimpiku dengan demikian nyatanya. Tunggu, memang ini hanya sekadar mimpi. Namun aku mungkin berhalusinasi dalam mimpi itu bahwa kamu sangat dekat denganku hingga aku bisa merasakan napasmu di tengkukku.

Memangnya kamu siapa? Hahahaha, ini juga pertanyaan sok nyinyirmu padaku beberapa waktu lalu. Di dunia nyata. “Emangnya lu siapa?” Damn, seringan itu berkata sambil tersenyum sinis. Kamu adalah orang kedua yang berkata demikian seumur hidupku. Orang pertama adalah seniorku di kampus. Entah, nada pertanyaan ’emang lu siapa’ lebih menyakitkan tinimbang ‘siapa lu’ yang bernada ledekan semata.

Aku bukan orang yang peduli bagaimana nada orang berbicara padaku, selama orang itu bukan temanku. Peduli amat. Tetapi ketika seseorang yang kuanggap teman bertanya retorik dengan tampang sinis dan nyinyir, ingin rasanya kugampar. Tapi aku malas mencari ribut. Buang energi.

Aneh? Ya, aku aneh. Biarin, gak minta makan sama kamu kok! Tapi karena kamu sudah seenak jidat masuk ke mimpi dan sekonyong-konyong mengajakku bercinta, membuatku ingin bertanya… “Kamu dicampakkan oleh gadis itu? Heh?” 😆

Untunglah, itu hanya mimpi yang kunilai buruk sekali. Ketika terbangun, azan subuh terdengar nyaring dari mushala. Fyuh! Selamat!

Tapi di lapak mimpi sebelahnya, aku seperti anak ayam kehilangan induk. Ada perasaan hampa yang membuatku sulit bernapas. Kehilangan entah apa, kesepian entah bagaimana… Jadi, ketika bangun, aku sangat lega. Kelegaan berganda karena lepas dari mimpi tentang pria menyebalkan dan kekosongan gak jelas itu.

Oke, ini memang absurd. Tapi aku juga tak bisa memahaminya mengapa. Seandainya ada yang bisa menjelaskan padaku…

Aku ingin malam ini bermimpi lagi. Bisakah aku memilih mimpiku sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s