Berhentilah Membenturkan Dirimu Sendiri

Untuk Hatiku yang saat ini sedang terluka,

Kamu kenapa lagi sih? Jatuh lagi ya? Berdarah banyak banget? Dalam gak tuh lukanya? Pasti sakit banget, soalnya udah berdarah, kena tumpahan garam dan gak sengaja kena irisan lemon ya? *puk puk*

Sebenarnya sih, Otak sudah memberi sinyal padamu agar kamu berhenti merasa yang kau sendiri meragukannya. Hey, come on! Si kecil yang ada jauuuuuuh di ruang paling dalam sana sudah mengingatkanmu pula, bahwa pria kutu kupret satu itu gak pantes untukmu. Hati Kecil dan Otak sudah bersinergi untuk mencoba menghentikanmu yang semakin lama semakin aneh dan mulai meracau gak jelas.

Ya seharusnya kamu gak usah ngotot ingin mempertahankan dia. Inget lho, if you love somebody, set them free. Itu mbahmu yang ngomong! Ya kalo emang jodohmu, pria geje itu bakalan balik ke kamu kok. Kembali ke ruang yang hampanya udah menyedihkan gitu.

Gini deh ya, Hati tersayang. Kamu gak usah khawatir. Emang, cowok tuh suka banget bermain dengan perasaan perempuan karena mostly dari mereka hanya membutuhkan sentuhan fisik. Perasaan mereka sih gak pengaruh. Mereka gak terlalu peduli, apakah setelah mereka ninggalin kamu dan bikin kamu mau bunuh diri karena patah hati, mereka menyesal? A big no no. Mereka justru akan berpikir kamulah yang dungu. Padahal jelas, mereka yang paling bertanggung jawab terhadap hati-hati yang patah karena mereka lempar seenaknya setelah dimainkan.

Tenang aja, kalau ada yang baca surat ini dan mereka ngamuk karena merasa semua tulisan di atas memojokkan mereka, nah! Itu artinya mereka justru membenarkan hal itu :mrgreen: Jadi cuekin aja ya, Hati. Abaikan kejahatan mereka yang sudah menghancurkan ruang-ruang rindumu itu. Masih bisa direnovasi kan? Someday will be. Bakalan ada seorang cowok yang membuat semuanya cantik dan rapi kembali kok.

Percaya sama aku, cowok itu gak jauh. Ada kok di dekatmu. Kamunya aja yang siwer sendiri. Belagu kebanyakan milih! *tujes-tujes* Tetap jangan turunkan standar. Gak usah minder karena dianggap ketinggian oleh cowok-cowok itu. Emang merekanya aja gak selevel sama kamu, Ti. Woles ajalaaahh… Lakik tuh gak pernah mau keliatan kesaing, karena egonya segede gunung! (abis ini aku pasti diteror 😆 )

Jadi, Hatiku yang rapuh dan manja, tolong jangan lagi mudah jatuh ya? Ketika kamu kecewa, berulang kali kamu membenturkan diri alih-alih menghilangkan rasa sakit yang telanjur menyeruak itu. Jangan dong. Kasihan Otak harus mencari alasan terus pada orang lain demi melindungimu yang sudah lebam di sana-sini.

Janji sama aku ya, Hati. Mulai detik aku menulis surat ini padamu (eh, belum sampai ya ke pintumu?), please jangan cengeng lagi. Nanti aku minta ke Tuhan deh ya, supaya kamu gak makin galau. Etapi kalau Dia sudah memberi sinyal pada si Hati Kecil dan Otak, janji kamu gak banyak tingkah ya! Nurut!

Aku sayang sama kamu, Hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s