Malaikat Tanpa Sayap

Dear Vei, Apa kabar kamu di Bekasi? Sedang memeluk Air? Kumohon peluk ciumku dari jauh untuk bidadari mungil itu ya.

Aku membutuhkan waktu tiga hari untuk menulis surat ini yang akhirnya terlambat kusetorkan ke kantor pos karena sudah lewat dari jam operasional. *manyun*

Pertama, aku ingin minta maaf jika selama ini aku selalu menyusahkanmu dengan semua keluhan dan curhatan tak bergunaku. Rasanya terlalu menyebalkan dan picisan ya? Maaf banget.

Kedua, aku ingin berterima kasih sudah berkenan menjadi tong sampahku selama ini. Dikau satu di antara 4 orang yang paling mengetahui borok dan busuknya aku😆

Berlebihankah bila kusebut dirimu malaikat tanpa sayapku? Kita memang tidak selalu sejalan dan sepemikiran, tetapi jika dari awal kita bisa klop, saling melengkapi dan mengingatkan, bahkan lebih dari saudara, apa lagi yang bisa kusematkan padamu?

Seandainya aku bisa menulis lebih panjang lagi tentangmu. Ah, belum sampai 500 kata, aku tak sanggup menjabarkan keunikanmu yang membuatku senantiasa bersyukur.🙂

Terima kasihku tak terhingga,

-an-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s