Ketika Tuhan Mengabulkan Semua Doaku

Pagi ini, terbangun dengan nyeri di seluruh persendian. Pun pikiran dan perasaan.

Usai menunaikan Dhuha, aku sempat diam nyaris sejam. Bengong, mungkin lebih tepatnya. Segala ingatan menarikku kembali ke 2-3 tahun ke belakang. 2011, titik balik ketika aku memohon dengan sangat kepada Tuhan untuk bisa pindah ke Bandung bersama krucil atas permintaan mereka.

Bukan suatu hal yang mudah untuk bisa bermanuver dengan segala risikonya. Tahun 2011 akhir aku mencoba untuk menargetkan pindah ke Bandung. Hanya bersama krucil. Hanya bertiga. “Kenapa pilih Bandung sih, An?” 90% pertanyaan tertuju ke sana. Aku haya tersenyum tipis, “Ingin menyendiri. Jakarta terlalu berisik untukku.” Mungkin, saat itu memang benar. Saat itu, alasan menyendiri terdengar masuk akal.

Allah mendengar doaku. Aku ke Bandung. Sendirian. Menyendiri. Rumah di pojok dan tempat yang sangat sepi. But worse than that, am really really alone here…. I can’t believe that He gives what I want including the consequence of my pray... Asli baru menyadarinya sekarang.

Berpisah jauh dari para sahabatku yang ada di Jakarta ternyata amatlah menyiksa batin. Kapan lagi bertemu Vei? Kapan bisa rumpi sama Tammy? Kapan ngobrol asyik dengan yang lainnya? Di Bandung aku punya siapa yang bisa kuajak curhat “ampe borok-boroknya ketauan” itu? Hix šŸ˜¦ Iya, teman sih banyak pake banget di Bandung. Tapi sahabat? I have no one until now. Really need the fit-in one. *halah, istilah apa ini*

Oh ya, aku punya Sean. Satu-satunya yang mengerti dan ada untukku memang tinggal di Bandung. Tapi dia juga super sibuknya. Sebel sendiri. Jadi, aku masih mencari yang benar-benar bisa hadir untuk sekedar menjadi tong sampahku. *beuh, egoisnya muncuuuulllll*

Aku masih meminta pada Tuhan, beberapa hal untuk tahun 2014 ini. Untuk semua yang belum kuminta tahun 2013 karena kesalahan di tahun 2012. *kusut kan lu?* :mrgreen: Tahun 2013, kulalui nyaris tanpa kemajuan yang berarti. Tanpa resolusi. Tentu saja, ini berdampak Tuhan tak memberiku apapun. Sia-sia 365 hari itu? YA! Maka tahun 2014 ini HARUS JAUH LEBIH BAIK karena target sudah kupasang.

Pindah rumah dengan detail yang sudah kukirimkan proposalnya pada Tuhan. šŸ˜‰ Itu pertama.

Naik level di Oriflame di titik aman pertama agar aku bisa nyaman backpacker-an sama krucil dalam rangka kerja dan having fun. Two in one for me. Untuk krucil? Belajar, bermain, menjelajah, dan bersenang-senang.

Itu target jangka pendek. Untuk jangka menengah adalah naik level (lagi) demi mobil sebagai kendaraan untuk memudahkan mobilitas anak-anak. Meski tetap lebih suka ngebus dan ngangkot sih šŸ˜€ Plus bonusnya untuk target utama: menyicil umroh / Ā haji sekalian šŸ˜‰

Target jangka panjangnya adalah punya 1 unit apartemen, mendirikan daycare, punya kafe dengan konsep perpustakaan. Nah, ini target utamanya: around the world with kiddos! Aaaaaamiiinnn….

An, untuk “yang satu itu” gimana? Ehm, aku sudah tak lagi mampu memikirkan itu. Dikasih ya syukur, gak ya udah. Aku sudah lelah berharap banyak. Pasrah, An? Gak. Hanya gak mau terluka lagi. | Trauma? Iya. Aku sih gak takut jatuh cinta, hanya takut kepada orang yang salah (lagi) dan itu sangat melelahkan. | Tapi itu justru akan menguatkanmu, An. Iya, aku tahu. Makanya jadi lebih mudah move on. Tapi aku tetap lelah. Boys will be boys. They only need toys, for sure. Iya kan? | Jadi, maumu gimana? Biarkan Tuhan menunjukkan humor-Nya yang kadang menyebalkan itu padaku. Humor yang kadang membuatku sesak napas dan adrenalin terpacu lebih kencang. Dia senang membuatku begitu, karena Dia tahu aku akan selalu merengek pada-Nya untuk menghentikan komedi-Nya itu.

Aku akan memperbaiki doa dan tujuanku. Am on my way to fix it all. Wait for the result, then. Jadi, nanti Tuhan pun akan mengirimkan jawaban sesuai dengan kebutuhanku. Biarkan semua berjalan seperti skenario-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s