2014 Untukmu

Aku menatapmu tak percaya. Turun dari taksi sambil nyengir jahil. “Hai, Jenong!” sapamu cuek sambil mengulum permen karet favoritmu. “Apa kabarmu?” Kamu memelukku erat agak lama.

“Kamu makin gemuk,” ujarku tak menjawab pertanyaanmu. Kita berdua tertawa. Lepas. Saling tinju bahu. Kemudian, kamu menatapku dan mendekatkan hidungmu pada hidungku. Kebiasaan lama.

“Aku bahkan lupa bagaimana kamu merindukanku,” gumamku sambil tersenyum perih.

“Maaf ya, Jenong. Tapi yang penting sekarang aku ada di sini, untukmu,” kamu mengacak rambutku gemas.

“Untukku? Sebentar atau lama? Atau selamanya? Atau datang dan tak kembali lagi?” tanyaku sambil menatapmu tak berkedip. Kamu mengerang. Membenci kalimat interogasi itu. Kamu membalasku seolah hendak menelanku bulat-bulat. Aku mencoba bertahan dan melawan tatapanmu.

Pertemuan kembali yang seharusnya tak diawali dengan ketegangan tak perlu. Akhirnya kita hanya berjalan beriringan sambil membisu. Aku sibuk dengan ponsel, sementara kamu menggerutu seraya menendang kerikil dengan kesal. Memangnya aku peduli? Kita tak lagi sepakat tentang rasa rindu.

Kamu hanya separuh hadir untukku. Tak lagi utuh. Ada yang merebut separuhnya lagi dan itu yang tak mungkin kuambil kembali. Aku bisa apa? Semakin aku menolak kenyataan, semakin nyata bahwa tak seharusnya ada kesempatan kedua. Aku salah memaksamu hadir kembali.

Kita berdua berhenti di sebuah taman. Kamu merengkuhku erat, mencium keningku, dan kemudian menatap lekat. Akhirnya, kata-kata yang kutakutkan meluncur dari mulutmu tanpa bisa dicegah. “Aku tak bisa.”

Sekuat apapun aku mencoba, ternyata tak sanggup terbendung. Tumpah semua yang coba kutahan selama ini. “Terima kasih untuk semuanya, Gonjes. Sudah cukup.” Semesta mengamini. Hujan deras tanpa permisi menghapus semua jejak kenangan.

———

2000. Sisi lapangan basket sekolahku.

“Aku pulang ya. Sudah sebulan meninggalkan Madiun,” pamitmu pelan.

“Kapan kita bertemu lagi?” tanyaku retorik. Keheningan yang menyakitkan. Lamat-lamat aku berdoa, semoga tak ada lagi perpisahan kedua.

======

Untuk @pipetmagz -FF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s