Membukukan Kenangan Bersama Stiletto Book

Dear Stiletto,

Apa kabarmu di sudut kota Jogja saat ini? Hujan deras sehingga membuatmu melayangkan pikiran entah tentang apa dan kepada siapa? Ataukah cerah ceria dan membuatmu selalu bersenandung penuh semangat dengan senyum mengembang?

Aku sedang duduk sendiri di teras. Sesekali menyeruput kopi dan menikmati camilan. Sambil scrolling Facebook dan Twitter, menemukan sebuah pengumuman yang menggelitik hati dan pikiranku. Menulis tentang kisah cinta buta? Which means… Forbidden love or something? Wataaaauu…. IKUTAN!šŸ˜€ Aku masih penasaran nih! Mengapa? Karena di edisi Menggapai Impian aku tak lolos seleksi, sementara edisi Single Mom dan Writer ketinggalan info. *nangis kejer sambil meluk tiang listrik*

Beberapa kisah berkelebatan dalam benakku. Hatiku melompat-lompat karena merasa punya pengalaman itu. Kusiapkan beberapa draft dan mengirimkan dua cerita yang kupikir bisa mewakili temanya. Justru keduanya adalah cerita dari temanku:mrgreen: Setelah mengirimnya, aku melupakan segera apa isi tulisanku dan lupa kapan pengumumannya.

Aku dikejutkan oleh mention dari Teteh Yuska bahwa aku adalah salah satu yang lolos seleksi. Whoooopppsss… Ciyus nih? Bukan kesalahan penulisan kan? Ketika aku mengecek ke halaman pengumuman… Jreng! Ternyata benar! Satu tulisanku lolos! Alhamdulillah… I DID IT!šŸ˜‰

ini loh sampulnya ;) imut yah! tapi kisah di dalamnya... siapkan tisu!
ini loh sampulnyašŸ˜‰ imut yah! tapi kisah di dalamnya… siapkan tisu!

Aku mengingat lagi kisah siapa yang kutulis. Ah, ternyata temanku yang sekarang sudah move on dan pindah ke kota lain. *snif, kangennya* Aku belum memberitahunya, Stilo. Nanti bukti terbit bagianku yang akan kuberikan padanya. Menunjukkan padanya bahwa kisahnya menginspirasi. Kenyataan tak selamanya indah ya, Stilo? Pelajaran berharga yang menguatkan. Aku pun belajar banyak dari dirinya.

Stilo sayang, aku sudah lama mengenalmu. Tetapi aku baru aktif melihat, mengikuti, membaca semua aktivitasmu di awal tahun 2013. Membuka web cantikmu yang merona pinky di STILETTO BOOK ini membuatku tersenyum. Ih, webnya genit. Satu per satu contoh buku yang diterbitkan Stilo kulihat dengan penuh napsu. HiahahahahašŸ˜† Napsu ingin menerbitkan buku bersamamu, Stilo.

Awal mengetahui namamu adalah STILETTO, mengambil dari salah satu jenis alas kaki perempuan, aku lantas berpikir. Apakah Stilo akan senantiasa mengangkat kisah perempuan berbalut luka di balik kecantikannya? Because in every beauty, there is a pain inside. Gitu kali, ya?

Aku masih belum pede mengirimkan tulisanku kepadamu, Stilo. Meski sudah banyak draft yang tinggal menunggu eksekusi penyuntingan dan penerbitan. Sepertinya memang harus nekat ya? Bukankah suatu kebaikan terkadang harus dipaksakan? Euh… Ya, mungkinšŸ™‚

Tak mungkin menuliskan semua tentangmu di sini. Karena aku hanya bisa terpana dan lama tercenung. Seperti merindukan seseorang yang sudah lama tak bertemu, sepanjang apapun aku menulis, yang terasa hanya luapan emosi dalam diamku. Mulai jatuh cinta dengan sesungguhnya padamu ternyata seperti ini rasanya. Setelah diriku mengikat diri denganmu, menjadi bagian dari dirimu… Harus diungkapkan dengan cara apa lagi? Ah, aku tak pandai merayu…

Tetaplah menjadi kesayanganku ya, Stilo. Tetaplah menjadi yang terbaik di hati semua perempuan Indonesia yang membutuhkan karya terbaik darimu. Membantu mereka menemukan jawaban dan teman bicara di keheningan saat sepi sendiri.

Salam sayang selalu dari kejauhan,

~andiana~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s