Bisnis Penuh Cinta Bersamamu

Dear my lovely upline: @Ntalika

Kamu, yang kukenal dari hasil blogwalking tahun 2007, mungkin tak akan pernah tahu bagaimana aku memerhatikan semua perubahan pada dirimu. Apa kabar?

Dulu, saat anakmu baru satu, aku membaca blogmu di sela jam kerja (karena gak punya laptop atau komputer di rumah). Menyenangkan mengenalmu. Meski kita tinggal di wilayah yang berdekatan (tunggu, Depok – Bintaro itu deketan gak sih?), tapi waktu itu belum ada kesempatan bertemu. Kita hanya berkomunikasi lewat media sosial. Itu pun tetap tak tahu nomer teleponmu 😀 Modal menghubungimu hanya inbox Facebook! 😆

Bertahun kemudian, mulai ada perubahan dalam Facebook. Kamu dan beberapa teman mulai menulis tentang sebuah bisnis yang sudah kuketahui produknya sejak masa kuliah dulu. Hm, kamu berbisnis itu sekarang? Tetapi karena aku masih ingin melihat perkembangannya, baru pada tahun 2011 akhir, kutanya beberapa hal melalui inbox.

“Nta, kamu ikutan bisnis ini sejak kapan?” aku bertanya santai. Kamu menjawabnya seperti malu-malu tapi belajar pede. Hehehe…

“Kok kamu gak nawarin aku, Nta?” kejarku penasaran. Kamu bingung dan kaget. Kemudian menjelaskan sedikit tentang bisnismu. Aku masih gak mudheng. Kamu menjelaskan berulang kali, aku mencoba memahaminya perlahan. Karena bukan produknya yang kuperhatikan. Produknya sudah terkenal bagus dan bermutu. Tapi bagaimana dengan sistemnya? Ini menarik perhatianku.

Kau menyarankan aku ikutan presentasi bisnisnya di Depok Town Square. Maret 2012. Baiklah, aku ikut. Bukan bertemu denganmu, tetapi dengan kakakmu yang ternyata adalah upline kamu sendiri. Pertemuan yang menyenangkan. Sepertinya menarik untuk menjalankan bisnis dengan success plan yang jelas dan transparan.

Aku tahu, tak mudah menjalani bisnis ini. Kita, bukan sekali dua, berbeda pendapat dan emosi menghadapi kenyataan dalam jaringan. Tetapi itu tak lantas menyurutkan langkah kita kan? Iya.

Aku tak akan menulis banyak tentangmu atau bisnis ini. Karena tak akan cukup sehari bercerita. Aku hanya ingin berterima kasih sudah mau bersabar menghadapi downline yang mbalelo, slebor, dan sumbu pendek seperti diriku :mrgreen:

Cinta kita, tentu akan terus berkembang dan melahirkan jaringan yang sehat kan ya?

Terima kasih sudah menjadi pembuka jalan rezekiku dan krucil. Terima kasih sudah mengenalkan padaku pada dunia baru yang penuh tantangan ini.

Salam sayang selalu dari kejauhan,

Firstline dari kaki ke empat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s