14 Tahun Itu… Seperti Ini.

Mengolah kenangan menjadi fiksi itu sulit. *ini gegara kenal si setan komikus*

Ingatanku mencoba berjalan ke masa tahun 2000.  Sebentar. Aku saat itu sedang asyik rempong jadi panitia Pekan Komik Nasional 3 yang diselenggarakan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki.

Saat sedang berkeliling memastikan rangkaian acara berlangsung lancar (heah, aslinya emang mau eksis aja.😆 ) ketika seorang temanku mencolek dan berbisik, “Mbak Di, tuh baca yang ada di tembok. Ada yang nyari Mbak.” Aku melihat ke arah tembok yang dimaksud dan membacanya. “Salam untuk panitia berkacamata dan berbaju hijau.” *ngik* Aku gak peduli meski penasaran. Ya sudahlah ya? Entah bagaimana caranya, aku dan si penulis salam itu berkenalan. Cengengesan norak. Ketika berakhir acara PKN3 itu, ya sudah. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Kami melanjutkan hidup masing-masing. *iye, terlalu datar untuk ukuran telenovela?*

Ada acara di PPHUI (Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail) tapi aku lupa tentang apa. Maafkanlah ingatan jangka pendek ini. Lagian gak peduli juga. Aku hanya ingin bertemu teman-teman komikus. Udah. Eh, ada si penulis salam itu lagi.😀 Yowes, aku sempat menonton satu film bersamanya tapi tak berlangsung lama.  Aku pulang cepat karena memang sedang ada urusan lain saat itu.

Kenangan terakhir yang kuingat sih ketika ada Pasar Seni ITB 2000 (halo, ada yang pernah ikutan?) dan bertemu lagi di Pasar Minggu dengan pakaian yang sama😆 (di Pasar Minggu itu kami melihat foto saat di ITB dengan baju yang dipakai sama dengan ketika di Pasar Minggu *mak, kusut*) Itu saja. Tetapi ternyata yang dia ingat berbeda denganku. Sudut pandang yang nyaris berlawanan. Namun bertautan. Menurutnya, ada kejadian yang membuatnya ngambek dan pulang ke daerah asalnya dan itu karena aku. Lah? *bingung*

Bertahun kemudian… Lost contact. Tapi masih selalu bertanya-tanya, apa kabarnya? Apa kegiatannya sekarang? Entah, aku gak tau. Sampai akhirnya aku menemukannya di… Facebook! Standar banget😀 Terus terang, aku kegirangan norak saat itu. Hei, ternyata masih hidup!:mrgreen: Sejak saat itu, kami kembali berhubungan, meski hanya lewat media online karena jarak. *halah* Kemudian, euh… Ketika mengetahui dia sudah menikah, rasanya gimanaaaaaaa gitu. Padahal saat itu pun aku sudah punya Umar (tapi belum ada Salman). Aku gak tau ada apa dengan diriku sendiri. Aneh ya? Iyain aja deh ah. Bertahun kemudian, wacana demi wacana aku akan ke kotanya atau dia akan ke kotaku terus bergulir. Ya, sulit untuk merealisasikannya. Tapi bukan mustahil yang entah kapan. Kangen aja. Demikian.

will wait

Dengan berbagai hambatan, masalah, kontra, dan entah apa lagi, dia datang ke Bandung. Seriusan. Kupikir dia bercanda. Sialan. Dia datang ketika aku sama sekali tidak peduli, tidak percaya, dan yakin bahwa dia berbohong. Hadir di hadapanku dengan untuh. Nyaris sempurna. Aku lupa apa kata-kata pertamaku ketika bertemu dengannya setelah 14 tahun berlalu… Aku hanya ingat pelukan hangatnya yang sangat erat. “Apa kabar lu?”

Well, aku gak tau harus bicara apa. Ada sangat banyak isi hati dan kepala yang ingin tumpah ke dia. Terserah mau didengar atau tidak. Kemudian, akhirnya itu yang terjadi. Debat. Ngotot. Adu “kekuatan”. Dia selalu selevel di atasku. Untungnya sih aku bisa mengimbangi. (entah orang lain ya, aku aja sampe nangis-nangis saking emosinya).

Masa depan. Itu topik yang membuatku terpaksa menutup “akses” ke sana karena tidak terbaca dan takut untuk berusaha membacanya. Meski ada celah untuk bisa ditembus. Ada. Aku bisa merasakannya. Tapi aku gak mau ke arah sana. Efeknya dong… Aku muntah dan meriang 2 hari. Parah. Entahlah istilahnya apa… “Mastermind” something itu lah. Whatever ya. Itu istilahnya si setan satu noh!

Ada… Banyak yang ingin kuceritakan. Tapi… Apa iya? Beberapa hal bahkan bisa dia tebak sebelum aku menjelaskannya. Entah. Aku hanya sedang ingin menikmati kenangan. Entah sampai kapan…

(ini cocok jadi fiksi horor atau romantis sih?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s