Habiskan Jatahmu!

Jatah gagal di masa muda. Selalu trial and error. Coba segala hal untuk melatih diri menjadi lebih baik. Aku, menulis setiap hari. Mencari bahan tulisan dan pembanding. Membaca karya orang lain untuk belajar. Intonasi, gaya bahasa, pilihan kata, hingga maksud mereka menulis karya tersebut.

Aku, belajar berbisnis karena ingin mencontoh Rasulullah, sang saudagar jujur idolaku. Bagaimana menghadapi pelanggan. Bagaimana mengatur modal untuk diputar dan dialokasikan. Bagaimana membangun jaringan yang sehat. Bagaimana menjaga kepercayaan orang banyak.

Aku, seumur hidup belajar menjadi ibu yang baik. Jauh dari kata hebat. Hanya bisa memberikan pelukan hangat di kala mereka sedih. Dua mujahid kecil itulah guru kehidupanku. Aku terlalu banyak salah. Aku selalu meminta maaf mereka karena telah sering melukai hati lembutnya.

Aku termasuk orang nekat. Nyaris segala yang membuatku penasaran, ya kucoba. Dalam benakku, peraturan itu ada untuk dilanggar.:mrgreen: (jangan lakukan ini di rumah, ya) Bolos sekolah? Pernah. Kabur dari sekolah? Pernah. Berantem dengan yang badannya lebih gede? Pernah. Tengah malam di luar rumah sendirian? Sering. Ditawarin mabok juga sering, tapi gak setetes pun masuk tubuhku. *bersyukur* Di bawah ancaman penjara karena dituduh melalaikan kewajiban pembayaran cicilan? Pernah. Menjadi perokok aktif? Pernah. Adu argumen dengan guru? Pernah. Mendebat ustadz? Pernah *ditimpuk paralon* Apalagi ya? Banyak banget kalau dijabarkan deretan dosaku.

Kuhabiskan semua jatah itu. Kemudian aku berkata, “Semua sudah lengkap. Kini aku ingin kembali.” Ada kelelahan yang sangat. Sepertinya sudah cukup, bagaimana aku memahami dunia yang keras ini. Hal ini membuatku mengerti kehidupan teman-temanku yang begitu kompleks.

Bagi mereka yang hidupnya “lurus dan aman tanpa drama” tentu saja perjalanan hidupku dianggap kotor dan aib. Biasanya akan langsung diberondong oleh aneka nasihat🙂 Minimal tentang bolos sekolah. “Kasihan kan, orangtua bayar mahal bla bla bla…” Tau gak sih, bolosku karena jenuh dan butuh sesekali penyegaran dengan melakukan hal yang menurut remaja seusiaku adalah seru dan keren? Toh aku membayar semuanya dengan menjadi salah satu lulusan terbaik. Yeah, walau sebenarnya bisa aja nilai NEM lebih baik. Tapi aku sengaja. Kalau dari 10 soal, ngasal jawab di 4 soal gak papa kan?😆

Jika tak mengerti alasan seseorang berbuat sesuatu yang dianggap salah oleh orang lain, sebaiknya tak langsung menuduh ya? Tak semua bisa disamaratakan. If you don’t walk on other shoes, please be nice. Alasan bolos sekolah itu ada yang menghindari guru karena malu belum bayar SPP, karena malas, karena iseng, karena belum mengerjakan PR, karena hal-hal lain. Tapi orang lain hanya akan menuduhkan satu hal: si anak nakal. Apapun definisi nakal itu, gak masuk sekolah tanpa berita ya dianggap demikian. Dicap nakal, otak anakanak mengolahnya dengan berbagai arti yang dia pahami dan diterjemahkan dengan beda.

Pindah ke pemabuk. Iya, mabuk itu haram, dosa, buruk bagi kesehatan badan, dan bla bla bla.  Kenapa seseorang bisa mabuk? Buat gegayaan? Dipaksa teman? Hobi? Penasaran? Kita gak pernah tau. Kalau kamu ingin menyadarkan si pemabuk, banyak cara. Terserah mau frontal atau baikbaik atau apapun yang menurutmu pantas. Tak usah menceramahi pemabuk. Useless. Percaya deh. Mending sodorin bukti bahwa minuman keras itu berbahaya. Ajak ke majelis ilmu. Diskusi bareng. Pergaulan akan memengaruhinya untuk berubah. Pokoknya jangan diocehin macam-macam. Gerakan Nasional Anti Miras itu salah satu bentuk edukasi yang baik. Apakah itu? Silakan googling.😛

Apa lagi ya? Udah ah bahas contohnya.

Aku, saat menulis ini, menerima berita duka cita sebanyak 5 kali dalam waktu 3 jam saja. Jadi berpikir, aku akan berakhir seperti apa? Akan dikenang sebagai siapa? Si mbalelo? Si kepala batu? Si galak? Si bawel? Tapi yang pasti aku bakalan ngangenin😆:mrgreen:

Ya sudah, habiskan jatah kegilaanku dulu sebelum kembali pada-Nya sebagai anak baik🙂 Nih bukti betapa Allah ingin aku kembali dalam keadaan bersih… Ujian yang maha🙂 Allah tak pernah marah padaku, Dia hanya menunjukkan kuasa, maka aku diam tak berkutik. Pasrah.

Cinta, izinkan aku kembali pada-Mu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s