Maha Kode di Malam Tahun Baru Hijriah 1435

afraid to be loved

Nnnnngggg… Gak tau yaaa… Hanya saja tetiba aku dikejutkan oleh beberapa hal hari ini. Singkatnya adalah ini:

1. Kejutan pertama di pagi hari : komik strip

2. Kejutan kedua di petang hari : plang nama di daerah Arcamanik

3. Kejutan ketiga di malam hari : kamu di mana?

Entah aku harus bagaimana menulisnya saat ini. Bingung. Antara terkejut yang tak bisa dijelaskan, ketakutan luar biasa pada Allah, malu karena ternyata aku memikirkannya, dan juga karena harapan yang menyelinap satu demi satu kukirim malu-malu pada-Nya…

Setelah di titik aku berpikir untuk pasrah dan menyerah karena merasa mustahil dan tak pantas… aku meminta ampunan pada Allah. Aku sungguh merasa tak layak untuk mendampingi pria yang diminati banyak akhwat itu. Aku menangis menahan sesak bukan karena kalah. Justru, karena trauma dan ketidaklayakan itu… Sampai empat hari yang lalu, aku demikian yakin akan maju APAPUN yang terjadi. Tadi pagi, mendadak aku sangat sangat sangat merasa tak sanggup untuk melanjutkan semuanya…

Kemudian, kejutan pertama itu terlihat olehku. Kubuka Facebook, persis ketika mendapat link sebuah komik strip. Kubuka karena sekadar penasaran tentang apa. Aku hanya bisa tertegun membaca nama karakternya. Segera, kubuang segala pikiran yang aneh dan takut mengotori hati.

Kejutan kedua tak sengaja kulihat di perjalanan pulang ke rumah. Aku, entah mengapa mengambil arah A.H. Nasution. Padahal biasanya, dari BIP Merdeka aku pasti pakai rute Soekarno Hatta. Macet sangat tak bisa dihindari. Pergantian angkot kulakukan di Cikadut. Tak jauh setelah naik angkot, tak bisa lagi kuelakkan mata dari menatap sebuah plang praktik dokter yang membuatku terpana kembali. Segera aku beristighfar dan tercenung. Illahi Rabb, ada apakah ini?

Kejutan ketiga, saat aku membuka linimasa Twitter, tanpa sengaja yang memang terlihat akun itu terlebih dulu. Dia ada di… Ah, Cinta… Engkau menyiramku dengan kasih nan sejuk setelah menghukumku di pagi hari (iya, aku punya dosa besar pada Allah dan dihukum cicilan 5x sampai siang). Allah, jika ini maksud yang tersirat dari-Mu, kumohon dengan teramat sangat, jauhkan hatiku dari bercak noda. Ngeri!

afraid to fall for the wrong

Trauma itu belumlah sembuh. Rasa takut dan tak percaya diri membuatku meradang. Merasa tak akan pernah pantas untuk bisa tertawa lepas bahagia lagi… Perlahan, aku menyiksa kedua anakku dengan harapan yang menggantung… “Bunda, kapan nikah lagi? Aku gak mau liat Bunda sedih.” Atau, “Bunda, kapan aku punya adik perempuan?” Aku hanya bisa tersenyum dan menggeleng. Tak sanggup menjawab.

Aku menulis ini persis setahun lalu, di malam tahun baru yang sama…

“Jadi, ketika aku salah 2x menulis Muharram menjadi Syawal, yang terlintas adalah permintaan menunggu di bulan Syawal tahun depan. Entahlah. Aku hanya mengamini bila itu memang kehendak Allah. “ ~ Muharram 1434 H ~

Setahun berlalu. Entah, yang menyergapku adalah ketakutan yang tak dapat kumengerti…

Dan inilah yang kupinta malam ini…

dear Lord

Sederhana. Begitu saja. Kubiarkan segalanya lenyap agar aku tak lagi sakit hati.

2 thoughts on “Maha Kode di Malam Tahun Baru Hijriah 1435”

    1. hehehe sengaja ini ditulis juga dengan kode, soalnya kan dibaca umum dan aku masih belum bisa memecahkan misteri kodenya.

      nanti kukabari via bbm saja. biar tidak penasaran. heuheuheu😀

      selamat tahun baru, pakde. semoga setahun ke depan, segalanya menjadi lebih baik dan berkah🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s