Perempuan yang Menghina Dirinya dan Perempuan Lain

Entah harus diberi judul apa. Asli bingung.

penggambarannya gak pas ya? sengaja. tapi ini lady escort yang bisa dibayangkan.

Tulisan ini langsung kubuat setelah aku mendengar kabar dari Sean. Sungguh, bukan kabar baik. Sakitnya kepala dan hatiku. Malunya aku sebagai perempuan. Merasa terhina. Apalagi, oleh seseorang yang mengaku muslimah, berhijab, dan sudah bersuami.

Bukan hendak bergunjing, berghibah, memfitnah, atau apalah namanya. Bukti foto, tulisan, dan laporan banyak orang cukup bagiku. Tulisan ini menjadi bahan renunganku pribadi, bagaimana aku bisa mencintai Allah dan Rasul bila semudah itu menghina, merendahkan, dan mengotori diri sendiri?

Ketika kecantikan paras dan adanya akses yang super mulus (istilahnya VVIP card gitu deh) menyebabkan semakin besar kepala, apapun bisa dilakukan. Ditambah, baginya uang bukanlah masalah berarti. Dia itu seperti lady escort. *keselek* Apa sih yang gak bisa dia beli? Mungkin itulah penyebab dia lupa diri. Entah kalau dia miskin harta, masih berani gak ya seperti itu?

Aku memang bukan siapa-siapa untuk siapa pun yang kumaksud dalam tulisan ini. Tapi perempuan ini (yang dalam banyak tulisanku di blog ini kusebut Pretty Bitch) mengganggu sahabat-sahabatku. Dan aku gak suka. Gak rela. Gak terima! Tapi aku bisa apa? Setelah dua sahabatku terjebak dalam halusinasi pesonanya, sekarang dia mengincar satu lagi.

Satu ini, yang paling kutakutkan akan terjadi. Sean mengabarkan di saat aku lagi fokus mengejar tenggat tulisan. Buyar semua. Aku menghubungi John. Belum ada tanggapan tentang masalah ini. Bingung mau tanyanya😀 Hihihi… Ntar deh ah, aku rumpi. *lah*

Perempuan ini sepertinya memang sakit. Iya. Meski sudah punya suami, dia menganggap suaminya tak ada. Dia seperti merasa single. Bebas. Lepas. Mencari kepuasan di luar rumah sesuka hatinya. Mengirimkan sinyal penuh gairah tanpa rasa malu. Duhai kamu, hentikan. Jika memang kamu lebih suka berkeliaran bebas, mintalah cerai dari suamimu sekalian.

Jujur aku merasa aneh. Kenapa? Statusku lebih jelas. Aku justru lebih bebas dari dirinya. Tapi aku gak sampai mengobral diskon gede begitu kali yaaa sama laki-laki. Dan hal ini yang membuat perempuan berstatus sama denganku malah makin hina. Kami sering dianggap menggoda suami orang dan dibenci para istri. Lah kenyataannya, yang jelas-jelas istri orang melakukan hal yang seperti ini. Mamiiiiiiiii….. *nangis kejer*

Jadi? Entahlah. Aku bingung. Sekian dan terima pelukan. (Teletabis mana Teletabis?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s