Perjuangan Entah Bagaimana…

Gak tau harus kasih judul apa. Bingung. Membaca postingan DI SINI tentang para sales makanan kecil khas yang biasa kita lihat dibawa pakai motor atau sepeda dengan bakulan yang segede gambreng, ingatanku melayang jauh ke masa 7-8 tahun lalu.

aku menitipkan roti di warung rokok seperti ini selain di kios di ITC.

Kala itu, aku dan bapaknya Umar (Salman belum lahir) berbagi tugas. Dia membuat roti panggang dan roti goreng, aku yang berjalan menitipkan dagangan itu ke beberapa kios atau warung. Gak banyak. 1 kios dititipi 10 buah roti panggang dan 10 buah roti goreng. Kebanyakan ditolaknya sih, karena alasan mereka klasik, “Di sini sudah banyak yang titip roti. Takutnya gak laku.” Lah, aku sih berpikir gak masalah. Kalau memang rezeki, tentu akan habis, dan kalau bersisa ya sudah diatur Allah demikian.

Bila habis, tentunya aku dan keluarga berucap syukur dan minimal modal kembali bisa diputar. Kalau bersisa atau bahkan kembali utuh, aku mencoba untuk berbesar hati. Kupilih yang belum berjamur dan kubagikan pada anak-anak jalanan atau pengamen. Jika sudah tak layak konsumsi, ya terpaksa dibuang.

Membaca catatan FB itu membuatku sakit kepala. Aku pernah ada dalam posisi itu. Berjalan jauh, kehujanan dan kepanasan, untuk menitip jual roti. Kalau laku, pulang dari menukar roti itu bisa naik angkot. Kalau tidak, ya jalan kaki demi mengirit penghasilan. Jadi, jalan kaki dari flyover UI (gerbatama) Depok sampai minimal Margocity sih sudah biasa🙂 Sampai terminal bus Depok pun pernah. Capek? Ya iyalah:mrgreen: Tapi ya dinikmati saja.

Aku pernah berada dalam posisi itu dan tau banget gimana rasanya.

Udah ah, bingung mau menulis apa lagi.

4 thoughts on “Perjuangan Entah Bagaimana…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s