Pelayanan Pajak Kian Mundur? Begitulah.

Judul aslinya: Pelayanan Pemerintah Kian Mundur? Begitulah. Tapi diedit menjadi seperti di atas. Alasannya ada di bawah yaaa…

Entah ya, ini hanya curhatan seorang warga negara yang merasa bingung dengan kebijakan baru Pemerintah Kantor Pajak Pemda. Gak ngerti juga harus menulis apa di sini.

Pajak Bumi dan Bangunan rumahku jatuh temponya 27 September 2013. Oke, aku mendapat SPPT-nya bulan April dan sama sekali gak tau soal kebijakan baru tentang cara bayarnya.  Siapa salah? Pemerintah Kantor Pajak Pemda. Kenapa kok ada warganya yang gak tau? Ye, emang gampang nyalahin orang 😆

Jadinya aku santai dong. Karena selama ini bisa membayar via ATM atau e-banking, dan menganggap pemerintah Indonesia (plus pihak berwenang untuk masalah pajak… Dirjen Pajak? Oh Pemda ya sekarang? ) sudah cukup keren dengan era dihital hingga bisa memudahkan warganya membayar semua kewajiban. Mulai dari bayar listrik, PBB, dan entah pungutan apa lagi deh. Pokoknya sebagai warga negara yang baik, eikeh gak pernah nunggak berbulan-bulan. Telat sehari dua hari sih biasa. Maklum, eikeh emang suka yang mepet-mepet :mrgreen:

pajak

Nah, karena di SPPT tercantum hanya BANK JABAR BANTEN BANDUNG, maka tetap kupikir dapat dilakukan secara online. Iya, maksudnya online tentu saja via ATM atau e-banking atau m-banking. Ketika kucoba sekita bulan Mei dari e-banking, gak bisa. Trus mikir, “Oh, error kayaknya nih jaringan. Ya ntar aja dicoba lagi.” Dan lupa deh buat nyoba di lain hari. Hingga awal September kubaca lagi. “Waks, bulan ini tenggatnya!”

Tanggal 8 September, kucoba via ATM Mandiri, tidak bisa dilakukan. Nomer Objek Pajak dianggap salah. Laaaaahh… Yowes kucoba lagi via e-banking. IDEM DITTO. Bingung dong. Tanya deh via twitter. Temanku menjawab bisa via Kantor Pos dan ATM BRI. Oke, kalau begitu, kucoba saja ke kantor pos.

Tanggal 9 September, aku ke kantor pos di kampus UIN dan bertanya apakah bisa bayar pajak? “Gak bisa, Neng. Harus ke bank. Coba aja ke Bank Jabar tuh yang di Ujungberung. Ibu juga belum bayar, jauh soalnya.” Jeng jeng… Meluncurlah aku ke Bank JABAR BANTEN yang gak jauh dari pasar Uber. Sampai di sana, disambut kata maaf dari pak polisi, “Sistemnya lagi error. Maaf ya.” Kutanya, “Seharian? Sampai sore?” Pak polisi itu mengangguk. Kesel. “Coba aja ke Cinunuk atau Gedebage,” sarannya. Aku tambah manyun. Kalau gak ajak Salman sih mau deh jabanin ke Gedebage.  Kupilih ke Cinunuk. Panas mentereng cuaca hari ini membuatku dan Salman kliyengan. Mataharinya diskon 85% kayaknya. *mau pingsan*

Karena macetnya ampuuuuunnn dije, maka sampai di BJB Cinunuk hampir pukul 2 siang. Apa jawaban satpam? “Wah, bayar pajak hanya sampai jam 12, Bu.” HAH? “Iya, soalnya online ke Dispenda sampai jam 12 aja. Dari jam delapan pagi.” Makin sakit kepala. WTF! Pulang!

Gak habis pikir. Peraturan baru malah semakin merepotkan. Tidak bisa membayar pajak sambil BBM-an di tempat tidur. Tidak bisa dilakukan di kantor pos, dan hanya online di cabang selama 4 jam. Thok. Idih banget! Padahal waktu tinggal di Depok, aku gak serempong ini. Tinggal ke kantor kelurahan saja kalau sekalian ada perlu sama lurah atau ya ke ATM seberang rumah. Lah sekarang? Pppppfffttttt…

Curhatlah aku sama senior zaman di kampus dulu. Ternyata untuk urusan ke rumah sakit pun sama sajaaaaa…. Jamsostek di rumah sakit hanya berlaku pada jam dan hari kerja. Kalau sakitnya hari Sabtu ya tidak bisa dilayani pakai Jamsostek. Alasan sama, koneksi ke Jamsostek hanya pada hari dan jam kerja. PREEETT!!

Kita ini hidup di zamannya Flinstone, gitu? Segalanya menjadi lebih rempong dan ribet dan inilah birokrasi Endonesyah! Peluang korupsi makin gede? BANGET! Karena melalui kas daerah dulu. Ya maaf deh kalau jadi su’udzon. Kepalang apatis duluan. Kagok edan. Dan masih gak ngerti kenapa HANYA BJB? Mandiri, BRI, BCA, BNI kenapa gak bisa? Ye, meneketehe lah! Tanya sono ama pemerintah.

Giliran kewajiban warga negara, kita diharuskan tepat waktu. Giliran minta hak menikmati fasilitas, kok ya sulit? Entah.

Sekian kegejean hari ini. Entah kapan aku ke BJB lagi. Capek tauk. Iya. *melengos*

UPDATED:

mari kita coba deh. kalau gak bisa juga ya.... manyun deh.
mari kita coba deh. kalau gak bisa juga ya…. manyun deh.

Ada yang protes di Facebook, katanya begini:

ya apapun deh. gatau pajak diatur pemerintah, dirjen pajak, apa deh. mumet.
ya apapun deh. gatau pajak diatur pemerintah, dirjen pajak, apa deh. mumet.

Baiklah, kalau begitu aku edit yaaaa… (sambil tetap dongkol dengan sistem zaman batu yang gak efisien)

Oke, menunggu update komentar yang lain. *selonjoran sambil ngopi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s