Kamu Tahu Apa Tentang Selera Humor Tuhan?

Pertanyaan menarik! Hari ini, aku dibuat kejang lahir batin oleh Dia, yang sudah menciptakanku 33 tahun lalu. Dia memaksaku untuk mengemis dan merangkak mendekat kepadaNya. Tentu, jika dilakukan kepada manusia, alangkah nistanya. Aku, melakukan dengan hampir menggadaikan segala iman. Lebay? Dikit.:mrgreen:

Berawal dari berita hari Kamis kemarin yang membuatku harus berpikir cepat. Sementara tak mungkin aku mengusik ketentraman adikku (jiah lebaynya bikin mules) maka aku blusukan (agar gak kalah kayak Jokowi) ke teman-teman melalui BBM, inbox FB, SMS, dan e-mail. Kecuali whatsapp karena Android aku metong. Hihihihi… Dan ini juga membuatku makin senep bin kuciwa sama BCA *lihat postingan sebelum ini* Terima kasih kepada sahabatku yang sudah bersusah payah untuk mencoba berkali-kali transfer dari BCA ke Mandiri. Yah begitulah, selalu gak pernah akur. Gagal, tertolak, charge mahal, dan harus tunggu beberapa hari. Pret!

Maka, Jumat ini aku bersitegang dengan Allah. Seperti biasa, aku ngotot dengan emosi yang mudah goyang. Marah, nangis, dan hendak menyerah. Tetapi, dengan komunikasi yang hanya kami berdua mengerti, Allah seolah berteriak di telingaku, “Belum saatnya menyerah! Jangan manja! Usaha lagi! Aku tak menciptakanmu untuk mudah putus asa. Pikir! Gunakan otakmu yang sudah Kubuat sempurna untuk berpikir!” Kira-kira gitu. Kebayang? Ya, aku beradu argumen denganNya.

“Aku tak tahu lagi!” balasku.

“Terus! Pikir keluar dari kotakmu!” Allah bergeming.

“Mentok,” aku menggeleng.

“Malas! Ayo coba lagi! Aku tak peduli.” Dan Allah mendorongku hingga ke tepi jurang. Aslinya. Aku tercekat. Gemetar. Pias. Aku langsung teringat kata-katanya Si Kadal, “Kita nih, kalau tidak pakai cara ekstrim, gak akan ketemu jalan keluarnya. Gak akan kreatif. Cobain aja!” Itu sebabnya, aku memakai otakku lebih keras dari biasanya. Untuk selamat dari jurang, tentu saja. Menyelamatkan diri sendiri? Bukan, menyelamatkan duo krucil yang ada di sisi kanan dan kiriku.

Hingga matahari pamit dari jam edarnya, aku masih belum mendapat jawaban pasti.  Aku semakin marah padaNya. “Ini sungguh tidak lucu! Aku menyerah! Mana solusinya!”

“Kamu pikir untuk apa Aku menciptakanmu? Untuk berpikir lebih kritis! Otakmu itu kapasitasnya seperti udang? Begitu?” Allah membalas sambil melotot.

“Aku sudah tak sanggup. Sungguh.” Suaraku melemah dan kekuatanku semakin berkurang.

“Kamu melupakan satu hal yang paling penting. Kewajibanmu!” suaraNya menggelegar di dadaku. Aku tersentak. Ah!

Kuambil wudhu, mengenakan mukena, dan sebisa mungkin khusyuk. Menghadirkan wajah cintaNya meski nyaris tak mampu kulakukan karena tangis yang tak kunjung berhenti. Emosi itu sampai pada akhirnya. Kupukul lantai dan kembali marah. “Cukup, hentikan! Tunjukkan saja solusi itu!” Aku hanya mendengar Ia terkekeh.

Aku menumpahkan segala kesalku pada Al, si bajingan tengik sahabatku itu. Kukeluarkan ide-ide gila seperti kesetanan. Dia marah. “WOY!!!! Wudhu sana! TIDUR!” Aku tertawa dalam tangisku. Ideku hampir kulaksanakan ketika Allah menjentikkan jemariNya. Mataku tertuju pada layar Twitter dan menemukan satu nama yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ah, inikah?

Kuberanikan diri untuk berusaha. Bertanya lagi. Mengulang lagi. Berharap lagi.

“Bisa. Tapi…” Aku mencatat syaratnya dengan seksama dan menyanggupinya. Kemudian semua terjadi dalam 15 menit.

Lamatlamat kudengar tawa yang membuatku ciut. “Kau meragukanku, wahai manusia?”

Aku menelan ludah. Kalah lagi. Aku menunduk dan beristighfar. Aku mengangguk dan mengaku salah. Kemudian, aku merasa ada yang mengusap dadaku dengan adem dan menyiram otakku yang nyaris meledak ini dengan siraman firmanNya.

Selera humorMu memang tak pernah bisa kumengerti.

PS: Aku pun merasa Abang akan melakukan hal yang sama. Ya, dengan gaya dan caranya sendiri.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s