Sesuatu yang Sudah Bisa Ditebak Sebelumnya

Aku mau menulis tentang seseorang. Dapat dipastikan, hanya Sean yang akan ‘ngeh’ dengan tulisan ini:mrgreen:

dont get confused-edited

Begini:

Aku mengenal seorang pria pada bulan Mei 2012. Setelah interaksi hanya dari dunia maya, kami bertemu pada tanggal 8 Agustus 2012. Yeap, sekalian buka puasa bersama. Berkenalan kembali dan asyik mengobrol. Tetapi aku sudah menangkap sesuatu yang aneh dan alarm di otak mengatakan bahwa aku harus tetap dalam keadaan sadar 100% bila berhadapan dengan dia. Maksudnyaaaa…. Jangan sampai terlena binti mabok. *ya aneh dah gue nyari padanan katanya*

Melalui Sean, aku sedikitnya tau siapa dia. Selebihnya sih cari tau sendiri. Eh, gak juga ding. Dia sendiri yang cerita siapa dirinya dan tentu saja kehidupan pribadinya. Gaya bicara dan pilihan katanya membuatku semakin meninggikan radar. Dia ini tipe bastard atau womanizer? Aku sebenarnya lebih condong menuduh dia womanizer karena lihainya dia bermain kata dan alasan. Toh akhirnya Sean juga ngingetin aku kalau cowok tuh ada bajingan tulen dan ada yang pura-pura agar terlihat jagoan. Aku ngakak pas menyadari hal ini.

Sebenarnya banyak yang ingin kuceritakan di sini, sayangnya aku malas membuang waktuku sekarang. Mending spoiler aja dikit lah. Dia berpikir dia bisa mendapatkan SIAPA SAJA yang dia mau. Mungkin termasuk aku. Tetapi dia pun akhirnya menyadari bahwa aku adalah salah satu perempuan tersulit untuk ditaklukkan. Kelihatannya aku lemah, rapuh, dan mudah terbuai seperti nyiur melambai kayaknya.  Tapi maaf berjuta maaf, salah orang kalau hanya untuk ‘ONS’🙂 *you know what i mean, for sure!*😆

Jika dia berpikir aku bisa dirayu dengan cara picisan, oh please kiss my ass! Try  harder, man! Aku hanya bisa menghela napas setiap dia membuat hariku jadi sulit. (yah, ada beberapa masalah seputar dirinya dan aku hanya penyimak sebenarnya. Tapi ikutan -sedikit- mumet) Pun termasuk hubungannya dengan beberapa wanita yang kutahu. Kukenal sebagian besar dari mereka walau tidak dekat. Dan sekali lagi alarm otakku bekerja. Salah satu wanita itu akan merusak pertemananku dengannya. Ditambah dengan beberapa benang merah dari Sean. Sempurna.

Aku sangat ingat ketika dia becanda, “An, gue remove elo ya dari FB gue.” Jelas kujawab silakan. Gak papa. Tapi dia kemudian mengatakan ini, “Gaklah! Gak mungkin gue remove elo untuk alasan apa pun!” Oke, aku catat itu sebagai bukti. Tetapi aku curiga, dia mengatakan itu karena aku sangat dekat dengannya dan itu mengganggu si wanita gak jelas itu. Pernyataannya membuatku terusik. Namun ternyata tidak berlangsung lama.

Setelah Idul Fitri 1434 H, berlebaran pun belum, dia benar-benar melakukannya. “An, gue remove elo ya.” Dan voila! Antara kaget gak nyangka dia beneran melakukannya, bingung, dan lega. LEGA? Ya, setidaknya bukan aku yang memutuskan tali silaturrahim. Dia, dengan sotoynya berkomentar bahwa seseorang hadir di kehidupan kita ada yang sementara dan ada yang selamanya. Jaka sembung bawa golok, cuy!

Kayaknya dia lupa satu hal. Aku, kalau udah sayang sama orang, bakalan perhatian banget. Gak ke cowok atau cewek deh. Dan banyak yang bilang kok kalo sama aku tuh nyaman. Ngobrolnya, curhatnya, dan percayanya😉 Tapiiiiiii…. Orang nyakitin hatiku dikit aja, jangan harap deh aku bakalan menoleh lagi ke dia. Yang ada sih pengalaman yang terdahulu, orang itu dateng ke aku dan meminta maaf sampe gak enak gitu. Aku sih udah memaafkan orang yang menyakitiku dari awal dia berbuat, tapi maaf, aku langsung jaga jarak. Sepanjang sungai Amazon deh.😆

Okay? Bye!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s