Gembira dan Takut dalam Satu Waktu

Terjadi hari ini. Mulai pukul 8 pagi sampai 11 siang. Rentang waktu 3 jam ada aneka peristiwa yang membuatku megap-megap antara takut, senang, marah, nangis, ketawa, dan bingung.

“Ah, lu kebanyakan nonton film model Insidious deh! Lebay!” Oke, gak papa. Toh kalian baik-bak saja dan aman.  Tapi aku gak tau sejarah rumah ini dulunya bagaimana. Lain dengan rumah Depok yang kutahu kisahnya dari Yangti (eyang putri) Sudarmadji. Rumah Depok pernah kosong 7 tahun. Tidak dijual, dikontrakan, atau disewa. Dibiarkan begitu saja. Aku tahu siapa yang menghuninya. Maksudku ya “mereka”. Ngerti ya?🙂

Rumah Cibiru ini berbeda. Dari bangunan ini berdiri, pemiliknya ya satu. Jadi aku pemiliki (pembeli) kedua. Ketika mengetahui bahwa rumah ini berada sekitar 300 meter dari pemakaman, memang sempat kaget. Namun kupikir, ya biasalah. Tak akan terjadi apapun. Plus rumahku yang bersebelahan dengan kebun seluas hampir 1,5 hektar. Gak heran ya kalau banyak ulat bulu masuk rumah😀 dan dikejutkan dengan ular kayu >_<

Setelah hampir sebulan selalu melihat kelebatan bayangan dari arah teras rumah. Kadang sosok pria dewasa, wanita muda, atau anak kecil. Setiap hari. Seolah menjelaskan bahwa akan ada pemilik barunya. Dua bulan air sumurnya kering total. Anehnya, tak ada tetangga yang mengalaminya.  Sejak pindah, urusan sumur itu selalu gak pernah selesai.  Listrik di kamar mandi pun demikian. Kabel terbakar, ganti lampu lebih sering dari ruangan lain, dan mesin air. Ya gitu deh +_+

Tadi pagi sekitar pukul delapan, bunyi “krak” dari arah dapur. SUMPAH, biasanya aku sangat cuek dan menganggap itu bunyi lemari dapur yang tertiup angin (karena tiupan angin memang lagi kencang). Tapi insting mengatakan bukan itu. Ini tanda lain. Waktuku di rumah ini sudah tidak banyak. Merinding, dada sesak, pusing, dan deg-degan sekitar 5 menitan.  Setelah tenang, aku duduk dengan lemas. Ada yang aneh. Tapi gak tau apa. Padahal lagi mendengarkan murottal pun.

Salman menangis karena tadi pagi diludahi, ditendang, dan wafernya direbut. 3 Perlakuan itu dia terima dari 3 anak yang berbeda. Apakah Salman mendendam? Gak🙂 Dia tetap bermain seperti biasa. Kalaupun dia merasa kesal karena dilecehkan seperti itu, dia pulang, marah dan menangis sambil memukulku. Pun berteriak. Melampiaskannya padaku, karena dia percaya, hanya aku yang bisa menenangkannya. No matter what. ♥

Kemudian ada rasa bahagia yang tak bisa dijelaskan juga. Semalam menyadari sesuatu dan aku langsung memberi kode pada my partner in crime si Bejo. Rasa tak sabar ingin menyambut September, Oktober, November, dan Desember.  Setiap bulannya terbayang akan ada peristiwa yang tak akan terlupakan seumur hidup. Entah kehidupan pribadi, sosial, dan bisnis🙂 *pengen cubitin Ichy saking gemesnya!*

(sedang gugup menunggu waktu yang sempurna menurutNya.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s