Gaza Itu Bukan Taman Bermain Biasa

Dikarenakan stalking tentang hebohnya kang Hafidz Ary yang menantang siapa saja untuk mendanainya pergi ke Gaza. Langsung ada yang menyambar.

hafidz

 

Tapi sampai aku menulis ini sih belum ada tanggapan kesanggupan akun Giandi itu untuk membayar 30 miliar permintaan kang Hafidz.

hafidz hamas

 

Karena banyaknya yang menganggap kang Hafidz bercanda dan masih bingung untuk apa sih uang sebanyak itu (bagi orang-orang yang bertanya itu)? Lah ya untuk membantu Gaza dong! Memangnya Gaza gak butuh makan, obat, pendidikan, pakaian, mukena, mushaf, dan senjata untuk mempertahankan diri? Apakah mereka yang bertanya itu tak pernah berhitung, sudah berapa dollar yang Amerika Serikat berikan pada Zionis untuk menumpas Palestina? 30 miliar RUPIAH ya jelas masih sedikit dong🙂

hafidz  janji

 

Kita semua saksinya. Para malaikat pun menyaksikan bahwa beliau akan sungguh pergi setelah 30 miliar itu ada di rekeningnya. Oh, harus transfer ya? Ya iyalah! Masa iya ke sana bawa uang segitu banyak? Berapa koper? Ribet pula kan? Mencontohkan saja kepada lembaga Aksi Cepat Tanggap yang menyalurkan bantuan pada Palestina (plus Rohingya, Syiria, juga Mesir) kan gak pernah bawa uang tunai? Di lokasi terdekat dengan mereka, baru dibelanjakan. Ada yang dibawa dari Indonesia, tapi ya gak banyak🙂 *mohon dikoreksi apabila ada kesalahan penafsiran*

Kemudian, masalah 30 miliar ini semakin seru setelah salah satu selebtwit menanggapi. Eh aku sih gak follow dia, tapi terpantau dari rituit aja🙂

hafidz  hans

 

“Semua” ini siapa? Apakah Hans gak berminat untuk ikutan saweran?😉

hafidz  hans dukung

 

Hanya dalam bentuk dukungan twit? Ya semua juga bisa😛 Dukungan dana, bagaimana? Mau gak?

Tergelitik dengan semua itu, akhirnya aku ikutan ngetwit deh. Hanya dari sudut pandangku seorang muslimah biasa tanpa kelebihan apapun.

——

Aslina ieu teh? Didinya sanes NATO pan?😀 “@giandi99: @hafidz_ary Saya biayain mau ngga? Gandeng kalo omong doang. Saya biayain deh semua.” <— twit pertamaku berbentuk samberan (kapan sih aku gak nyamber😆 )

30M lho permintaan kang @hafidz_ary😀 mbok ya yang nantangin mau biayain ke Gaza segera realisasikan gitu lho. Saksinya banyak nih🙂

Medan Gaza itu gak mudah untuk ditempuh. Sanggup gitu tiap hari berhadapan dengan moncong senjata? Kuat gitu? Aku aja jujur gak sanggup.

Ke Gaza gak cukup modal mental berani tanpa keimanan dan kecintaan pada Allah. Khawatir di tengah jalan malah berubah pikiran minta pulang.

Trus kalau ke Gaza hanya modal badan, semua juga bisa. Tapi ibarat mau ujian TOEFL tanpa persiapan matang, yakin lulus? Mikir!

Nah, ketika baca TL kang @hafidz_ary soal 30M untuk ke Gaza, masuk akal. Gaza butuh untuk obat, senjata, makan, dll. Kalau sangsi, diem aja.

indah
respon temanku terhadap twitku soal dana 30 miliar

Jawabanku:

@IndahWardhani itu ngetes kok🙂 beliau sih bisa berangkat tnp biaya org lain. Tp mau tau reaksi JIL dan sekular. Baca twit aku selanjutnya

@IndahWardhani ya bs aja🙂 tinggal twitpic. Pakai audit kredibel kalau dibutuhkan. Ke sana kan gak bs bw cash juga🙂

@IndahWardhani selama ini lembaga macam ACT juga membantu Palestina kan gak bawa cash. Semua transfer. Di sana baru dibelanjakan obat dll

 

Ini bukan masalah sanggup atau gak biayain 30M. 1 triliun juga bisa aja digelontorkan. Iman udah sanggup belum untuk ke sana? Yakin?

Jujur, aku sih masih takut. Iman belum setebal itu. Justru ngiri sama para muslimah dan mujahid kecil di sana setiap hari berhadapan dgn…

Gaza bukan tempat orang-orang bermental krupuk. Iya, termasuk aku🙂 jadi, kalau gak bisa bantu dana, mbok ya minimal doa. Gitu lho.

Kalau berdoa pun gak sanggup, udah diem aja. Palestina sama dengan Mesir. Gak butuh nyinyiran. Mending gak usah dipikirin. Capek lo ntar🙂

Yang lagi mancing di temlen kayaknya sukses ya? Ikan-ikan mulai pada kelihatan.😀 | @andiana: Belum apa2 udah nyengir aja baca temlen. :p <—- samberan dari kang Agna🙂

————–

Ada aja sih yang mengaitkan dengan berita lama tentang ‘tidak diakuinya Hafidz sebagai kader PKS’. Kupikir ini bukan masalah kader atau bukan. Ini masalah keberanian untuk membuktikan kecintaan pada Allah. Menguji keimanan. Jujur aja, terkadang ada pikiran aku juga mau ke sana. Lantas kuurungkan, karena kutahu bahwa aku masih emosional dan angkuh. Ilmu dan amalanku belum cukup saldonya untuk melangkahkan kaki ke Gaza.

Kalaupun seandainya Allah membuatku sanggup untuk ke sana, itu lagi-lagi ujian. Aku harus memilih, karena di sini pun aku memiliki ladang jihad yang justru taruhannya lebih besar. Iya, kedua anakku adalah ladang jihad itu. Mereka yang akan menjadi pemberat amalanku di pengadilan Allah kelak. Ya masa aku sok sok jagoan ke Gaza lantas dzolim dengan menelantarkan krucil? Diketawain iblis yang ada mah…:mrgreen:

Jadi, aku juga sebenarnya tertarik dengan reaksi orang-orang yang berteriak “Mau berjihad ke Gaza!” tanpa berpikir matang. Tengok keluargamu dulu. Orang tuamu sehat? Mereka merestui? Pasanganmu ridho? Anak-anakmu ikhlas dan cukup materi selama kautinggalkan? Shalatmu tepat waktu? (ingat, yang ditanya Allah pertama kali di pengadilan tuh shalat, bukan jihadmu ke Palestina!) Sanggup lihat darah setiap saat? Utang duniawimu sudah lunas (itu kreditan mobil ama rumah udah beres, bray?)?

Gaza itu bukan tempat bermain biasa yang penuh aneka mainan tak melukai. Tapi memang sih, siapa pun bisa berkomentar apa pun tentang Gaza, Mesir, Ikhwanul Muslimin, Rohingya, Syria, atau bahkan tentang diriku yang gak ada apa-apanya ini. Toh respon mereka memperlihatkan siapa mereka. Teman di dunia mungkin, tapi belum tentu mereka menemaniku nanti di akhirat kan? Ya ora sudi aku disamakan dengan JIL dan para bebeknya laaaahh…

Jadi, mari lupakan Gaza, gak penting juga dipikirin! *tarik selimut*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s