Eid Mubarak 1 Syawal 1434 H

Taqobbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa Kariim…

Shiyamana wa shiyamakum wa ja’alanallahu, minal aidin wal faizin.

Happy Eid Mubarak.

———————————-

Alhamdulillah yaa Allah, 30 hari Ramadan dilalui dengan baik plus penuh perjuangan. *iya lebay deh* Tapi sangat bersyukur, anak-anak tetap sehat dan ceria. Umar puasa penuh selama sebulan dan dapat baju baru 🙂 Oia, Salman juga kok ^_^

Setelah nyaris gak yakin akan berlebaran di mana, akhirnya bergabung bersama sepupu dan tante di Antapani. Ngider ke 3 lokasi makam dan ke rumah saudara yang lain, kemudian ke BMK (Bakmi Malang Karapitan), dan langsung pulang. Melelahkan juga ternyata yaaa…

Dan tibalah pada saat yang paling kuhindari.

“An, umur berapa?”

“33.”

“Masih muda. Banyak kan temennya? Gampanglah nyari jodohnya.”

“…….”

“Tapi pindah dulu dari rumah sekarang, insya Allah jodoh dan rezeki lancar.”

“……”

“Cari yang sayang sama anak-anak. Yang gak gombal. Yang jujur beneran sayang anak kita.”

“Iya.”

Oke, ini baru dengan satu tante ya. Baiklah, kita cek nanti ketika berkumpul dengan keluarga besar. *siapin mental*

Dan ini twit dari @lelakibudiman yang bikin aku ngakak: “Kalau ada yang menanyakan kapan nikah, saya jawab gampang, “Sampean mau membiayai resepsinya?”” 😆 :mrgreen:

Berhubung lupa ngecas hape, jadi pergi dari pagi tuh dengan nyawa hape setengah. Pukul 11 sudah sekarat. Pukul 12 tewas. Begitu nemu colokan, menyempatkan diri untuk eksis di twitter 😆 *teteup* dan gak bisa banyak fotoin keadaan lebaran di Bandung. Sekalinya ambil foto malah kondisi sebuah makam di samping tempat sampah. Terabaikan, tak terurus, dihindari orang. Aih 😦

Anak-anak tampak riang meski kelelahan. Mereka terlihat tak bisa diam dan mudah jenuh. Ya, tipe anak penjelajah yang harus selalu berpindah tempat. Tak peduli tenaga yang bakal terkuras, selama bisa melihat aneka tempat baru, selalu lebih menarik tinimbang ‘stuck’ di satu tempat meski hanya 30 menit. Boys.… 🙂

Eia, di rumah sodara tadi tuh, ada bayi usia 7 bulan. Cewek. Lucu pake banget. Umar dan Salman menatapku penuh kode dan aku blingsatan. Aduh duh duh! Ternyata itu keterusan sampai rumah. Umar merengek minta adik perempuan. Salman jelas gak mau kalah. Aku diteror! Aaaaaaaaakkkk… Sabar ya. Sabaaaaarrr…

Terima kasih atas segala cintaMu hari ini yaa Rabb…

Baiklah, sekian laporan hari ini. Waktunya tidur! 😎

PS: Allah langsung menghukumku atas salah satu dosaku hari ini. Gak tanggung-tanggung, membuat tanganku kram dan jantung sakit. Allah kecewa. Aku menangis. He loves me and I betrayed Him. Once again.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s