Menikmati Kerusuhan Seharian

Hehehehe…. Serunya hari ini bersama duo krucil tercinta. Ujian kesabaran tingkat semesta nih!

keduanya persis krucilku. kalo lagi akur ya gini, cakep😀

Dimulai dengan pagi yang super malas. Asli deh, Sampai aku berbisik pada Salman sambil tetap gegoleran di kasur, “Dek, kita hari ini di rumah aja ya?” Apa jawabnya? “Gak ah. Kita jalan aja yuk?” Aku merengut. Ya, baiklah. Dalam waktu satu jam, kami bertiga siap untuk berangkat. Memulai perjalanan dengan semangat. Sesampainya di Bank Mandiri di Jalan Soekarno Hatta, mulailah Umar uring. Antrian cukup panjang. Salman yang semula anteng menjadi ikutan gelisah. Ditambah, menjelang tengah hari, dia belum juga ‘buka puasa’.

Tetapi Salman punya cara sendiri untuk menghalau hausnya. Melihat banyak orang yang mengantri, para teller yang sibuk menghitung uang, sampai mengomentari pertandingan bola di televisi. Lumayan juga mengantri lebih dari 45 menit. Ini baru sepertiga perjalanan. Baiklah.

Kemudian melanjutkan rute berikutnya ke kantor Oriflame yang berjarak sekitar satu kilometer. Loket A menunjukkan angka 023 dan aku mendapat nomor 026. Kelihatannya bakalan cepat nih. Tapi Salman dan Umar membuat segalanya terasa lebih lama. Umar yang ingin buru-buru main online game di laptop dan Salman yang merengek minta minum. Hadoh! *juling* Aku meminta mereka bersabar sedikit lagi dan aku pun berdoa agar segera bisa menyelesaikan urusan di sini.

Selesai dari loket A untuk mengambil bukti lunas, ke loket penyerahan bukti lunas ternyata ujian kesabaran berikutnya. Antriannya gak terlalu ‘sadis’ tapi tim masih mengurusi lembaran bukti pada kloter sebelumnya. Akhirnya, duo krucil merengek makin kencang dan aku semakin mumet. Aduh! Plus, ponsel android tak bisa membuka youtube padahal aku berdiri tepat di bawah router. Aneh banget.  Makin kesal deh tuh Umar. “Bunda, tuh ke ruangan itu aja. Ada colokan. Yuk ah! Bunda nyalain dulu leptopnya, trus antri lagi,” desaknya jengkel.

Aku tetap berusaha menenangkan keduanya selama 20 menit. Lumayan. Lumayan bikin haus!:mrgreen: Setelah mendapat nomor antrian pengambilan barang, aku mengajak keduanya untuk pergi mencari minum dan roti buat Salman. “Ke Alfamart yuk? Tapi jalan kaki aja. Deket kok,” ajakku dengan pede. DEKAT? Iya, bagiku. Tapi nyatanya salah besar. Aku mengajak mereka berjalan berbalik arah menuju Alfamart yang berada di seberang Bank Mandiri. Guess what… Yes, Bank Mandiri yang tadi kudatangi. Eeeerrrggghhh…. Jauh juga ternyata! Jalan kaki? Yeah, aku nyengir merasa bersalah. “Maaf ya, Sayangkuuuuu,” aku menatap keduanya dengan memohon ampunan dari mereka.

Membeli roti dan minuman menjadikan Salman gak sabaran. “Bunda, aku mau makan. Laper nih!” Aku ngotot untuk membayarnya dulu. “Buka aja dulu, Bun. Aku mau satu rotinya,” desak Salman memukulku dengan gemas. Aku menggodanya. “Gigit nih hidungnya!” Kemudian membuka kemasan rotinya dan memberinya setangkup.

Kembali ke Oriflame dengan naik angkot karena diprotes Umar. “Jauh, Bun. Panas. Haus tauk!” Iye, maap ye? Emang nih mataharinya lagi diskon!😀

Di Oriflame, aku mencari stop kontak dulu untuk mengisi baterai ponsel yang sudah merah. Menyalakan laptop dan mengunduh beberapa aplikasi (mumpung ada wifi😆 ) Aku mengecek nomer antrian di layar masih di angka 111. Baeklah, aku nomor 146. Cukup untuk mengerjakan beberapa yang tertunda. Tapi baru saja mau bekerja, Umar mendesakku untuk memakai laptop. Trus aku kerjanya piye? Ya sudahlah, mengandalkan dua ponsel saja.

Ketika nomerku dipanggil, pas ada ASM di loket penyerahan barang. “Nunggu berapa lama, Bu?” tanyanya. “Lumayan, dua jam,” jawabku nyengir. Dia mengangguk. Kulihat SCM ada di ujung loket untuk mengecek antrian yang baru datang. Weits, para manajer turun gunung nih. Yaaaa, pekerjaan standar ketika awal bulan. Hihihihi…

Kelar urusan di Oriflame, kami bertiga meluncur ke JNE untuk mengirim 2 paket titipan. Sebelum sampai ke JNE, mengantri di ATM Mandiri yang ternyata sedang disatronin 2 orang dari TAG. Oh, refill ya? Baeklah. Eikeh ambil setengahnya, boleh? *ditembak polisi yang mengawasi dari arah parkiran*:mrgreen:

Di JNE, antrian cukup banyak. Paket membludak. Wow, jelang Lebaran, kesibukan berkali lipat ternyata. Kangmas, tolong itu JNE dipasang AC dong. Kan udah kece tuh ruangannya. (dalam setahun, perubahan signifikan terjadi pada ruangan JNE Cipadung ini.) Krucil tetap merengek. Apalagi Umar. “Bun, jam berapa? Buka masih lama?” Matanya memelas. Kugoda saja, “Iya, masih tiga jam lagi nih.” Umar manyun.😛

Namanya anak kecil sedang berpuasa, bawaannya melihat aneka jajanan di depan kampus UIN langsung main tunjuk ini itu. Hadoh! Aku melotot. NO! Dan mereka pun hanya bisa misuh-misuh. Terbukti sesampainya di rumah, lima menit kemudian terdengar azan maghrib. Umar dengan setengah kalap menyantap semua hasil jajannya. Susu, roti, plus nasi goreng. Tiga puluh menit kemudian dia muntah. Hadoh!

Setelah selesai makan, ganti pakaian, dan istirahat, mereka pun langsung tertidur. Seperti pingsan karena kelelahan. Alhamdulillah, segalanya berjalan baik hari ini. Terima kasih yaa Allah🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s