Pada Mulanya Asing.

Segala yang terjadi di dunia ini bermula pada keterasingan. Ketidaktahuan. Bahkan mungkin juga ketidakpedulian. Kemudian saling mengenal, memahami, dan kemudian memaklumi. Ketika terjadi perselisihan, pertikaian, dan berseberangan pendapat maka kemungkinan terburuk adalah perpisahan. Semua kembali menjadi asing.

Akan selalu ada yang pertama di dunia ini. Apa pun itu. Aku ingat, salah satu temanku mengatakan itu dan ya, itu benar. Contoh sederhana tentunya pertama kali kita tengkurap, tertatih berjalan, naik sepeda, masuk sekolah, dan mengenal pasangan hidup. Ada saat segala yang belum pernah kita kenal, secara misterius menjadi bagian dari hidup yang sulit untuk dilepaskan.

Pun dengan Islam. Awalnya tak ada yang mengetahui dengan jelas apa itu Islam. Kehadirannya ditentang dan dianggap aneh. Kemudian diterima dengan suka cita dan berbondong-bondong manusia memeluk Islam. Pada akhir zaman, Islam kembali menjadi asing. Tak ada lagi yang menghapal Quran, tak ada lagi yang shalat di masjid, dan kemungkaran terjadi di mana pun. Allah bersiap mengakhiri kehidupan di bumi. Hanya saja, Dia berfirman bahwa tak akan ada kiamat bila masih ada yang menyebut namaNya. Entah kapan waktu itu tiba.

Kejadian yang beruntun, terutama di bulan Ramadan ini sungguh meyesakkan dada. Menurutku sih. Meski di kenyataan, banyak banget bagian dari #mereka yang super tega malah nyinyirin musibah. Padahal aku udah bertahun-tahun gak nonton film, tapi mungkin kekhawatiranku terlalu berlebihan. Jadinya lebay. Suriah, Palestina, Mesir, Rohingya, Somalia, Aceh, Maluku, dan beberapa daerah lainnya secara serentak menguji keimanan tingkat semesta. Gempuran isu, propaganda, fitnah, dan entah apa lagi namanya itu membuatku merinding. Allah, ujianMu ini…

Islam yang mulanya asing, kemudian menjadi penyelamat, kini, sepertinya mulai kembali asing. Hari ini tak sengaja menemukan artikel tentang pesohor muslim yang menjadi atheis. AllahšŸ˜¦ Terkadang, pikiran dan hatiku juga agak terdistorsi dan nyaris melakukan hal bodoh jika memercayai hal-hal ajaib seperti syiah, ahmadiyah, JIL, dan sekularisme. Islam yang sesungguhnya, perlahan menjadi sesuatu yang mudah goyah dalam jiwa seseorang. Semoga aku tidak termasuk yang demikian.

Aku pun masih harus terus belajar agar tak menjadi asing. Menghidupkan cintaNya dalam hatiku.

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s