All These Signs From Allah

Rejeki, jodoh, maut semua di tangan Allah, belum diberi keturunan, hajat belum terkabul, belum dikasih jodoh, semua ujian dari Allah. Belum tentu klo diberi sekarang qta dapat menjadi orang tua terbaik, atau pasangan terbaik, atw amanah terhadap apa yang Allah beri. Jangan jadikan ujian yg Allah beri, menjauhkan diri qta dr Allah, ruginya 2 kali. Smoga dengan ujian yg Allah beri bs menjadikan qta naik tingkat untuk lebih dekat dengan Allah dan menjadi orang yg lebih sabar dan menjadi peluruh dosa2 qta. Allah knows best, coz Allah is the best planner… love u because of Allah

Aku membacanya dengan terharu. Yang menulis adalah Endah, temanku zaman kuliah dulu. Ini awalnya karena aku komentar di salah satu fotonya sedang menggendong bayi. Kutanya dia kapan hamilnya? Dia bilang itu keponakan. Padahal hamilnya barengan dan dia keguguran ketika usia kandungan 3 bulan. Dia juga bilang, hamilnya setelah Ramadan. Ah😦 Kemudian dia tanya padaku kapan aku nambah anak? Lah, bibitnya aja gak ada:mrgreen: Endah mendoakanku agar segera dimudahkan urusan jodohnya. Trus aku ingat bahwa setelah Ramadan tahun lalu pun ada niat nikah. Tapi batal. Nah! Dua alasan inilah yang membuatnya menulis status di atas🙂

Kemudian aku tersengat oleh ingatanku sendiri. Perlahan, tanda dari Allah mengemuka satu per satu. Semua semakin nampak jelas, di sela ujian dan cobaan untuk mengetes sejauh mana kekuatanku dalam mempertahankan cinta Allah. Tempaan Allah selama ini membuatku semakin bisa mengatur emosi dan tak lagi terlalu lebay ketika terpuruk.

Ternyata selama 2,5 tahun ini aku terlalu sibuk untuk mengalihkan perasaanku darinya, justru membuatku seperti kebakaran jenggot sekarang. Dibalas sama dia. *manyun* Dia, bukan tipe yang mau bertele-tele atau berputar-putar. To the point. Lugas. Apa adanya. Dia gak suka dengan sikapku yang kadang suka ribet. Iya, bukannya gak bisa ngomong langsung, tapi bingung milih katanya. *kusut*

Giliran sekarang dia lagi ngetes dengan sesuatu yang menurutku tingkat candaannya ngelewatin batas kodrat. Senewennya tingkat Merkurius. Panas bo! Iya, jadi ngerasain gimana dulu kalau aku udah nunjukkin kesleboranku yang maksudnya sih mau mancing dia buat cemburu. (tuh kan, belum apa-apa aku udah kusut? pppfftttt…) Dengan santainya dong aku sampe tunjukkin foto cowok ke dia dan yang aku tau banget dia tuh nanggepinnya juga datar. (kesel kali ya?)

Sekarang, dia lagi dalam posisi defensif. Bertahan dan bergeming. Biarkan saja dulu. Aku juga memberi ruang dan waktu untuknya memahami semua. *halah pret*😛

Ramadan kali ini, saat yang tepat bagiku menumpukan asa dan doa hanya padaNya.

~ menunggumu di batas waktu, Lelakiku™ ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s