Ramadan 1434 H dalam Selaksa Doa

Beneran gak kerasa, sudah sampai di pintu Ramadan lagi. Di tahun 1434 Hijriah. Yaa Illahi Rabb… Deg-degan norak nih! Selalu rindu yang gak pernah bisa dijabarkan kenapa. Tumpuan harapan di ujung sajadah hanya bertemu Ramadan. Setiap hari. Ada yang berbeda di hati ini.

Ramadan kali ini istimewa. Meski tak ada persiapan khusus yang lebay, tapi Allah seolah membuka spoiler tentang apa yang akan diberikanNya selama dan sesudah Ramadan. Waullahu’alam. Kita gak pernah tau kejutan apa lagi yang akan disuguhkan Kekasih Terhebatku itušŸ˜‰

Bersama Ichy, menduga dan menebak dengan deg-degan khas cewek sejak setahun kemarin. Persis, ketika aku ada di Ciwalk tahun lalu. Sendirian. Keujanan. Ngetwit 2x salah pula:mrgreen: Harusnya 1 Muharram eh malah 1 Syawal. Fokusku dalam postingan itu jelas bukan si #mygoodboy tetap Muharram dan Syawal yang norak salahnya ituuuhh…

Aku gak pernah meremehkan tanda dari Allah, sekecil apa pun itu. Gak mungkin Dia menunjukkan padaku tanpa ada sebab yang jelas. Hanya saja, biasanya aku gak ngeh pada tanda pertama. Pokoknya ada ‘klik’ dan satu kata ‘eh’ yang aneh kemudian melupakannya beberapa waktu. Ā Ketika waktu berjalan, rasa itu menguat, barulah aku sadar…. Allah sedang merencanakan sesuatu. Entah apa.

Kemudian, di awal tahun 2013, aku dan Ichy kembali bermain angka, pikiran, dan hati. “Kita liat aja ntar akhir Juni ya, Mbak,” katanya sambil cekikikan geje. Aku menelan ludah. Ada apa di akhir Juni? Ketika April aku sedang dekat dengan seseorang yang akhirnya menghilang begitu saja, aku sempat berpikir bahwa Juni adalah penentuan hubunganku dengannya.

Ternyata aku salah besar. Sesuatu yang tak pernah kupikirkan, tak pernah terlintas sama sekali, dan sampai aku menulis ini pun masih terkaget-kaget. Rencana Allah itu nyata. Tanda itu benar adanya. Ketika aku memohon padaNya agar sebelum Ramadan aku bisa mendapatkan satu tanda lagi untuk memperjelas semuanya. Allah memberikannya dengan tiba-tiba. Aku bahkan tidak sempat berpikir apa pun. It was happened unexpectedly.

With him. June 30, 2013

Nah, Ramadan kali ini, tetiba saja aku sangat fokus pada doa yang sama. Berulang-ulang. Jadwal berdoaku menjadi teratur tanpa rencana pun. Di otak ini, yang biasanya ngacak, seperti sudah ada template yang mengatur semuanya. Emosiku lebih stabil dan tenang. Tanpa harus berlebihan.

Si Sanguin ini sedang jatuh cinta pada si Koleris pun sebaliknya. Ah :”) *mulai norak*

Allah, berikan skenario terbaikMu pada Ramadan kali ini. Engkau Maha Mengetahui apa yang kubutuhkan.

~ dalam doa yang sama ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s