Know Less Will Makes You A Better Person

Intinya, jangan jadi kepoers! Gitu. Ngerti? Gak? Ya udah, sini kujelasin deh!

Aku akan tau apa yang terjadi di luar sana mengenai diriku, justru bukan karena aku yang mencari tau. Aku malah membiarkan orang berkata apa pun tentang diriku, bebas! Segala tingkah laku dan perkataanku jelas akan memberi persepsi berbeda kepada semua orang. Ya jangankan orang lain yang belum pernah ketemu, dengan 5 orang sahabatku saja, mereka bisa beda pemahaman tentang sebuah kalimat dariku. Jreng! Kenapa? Karena bagiku, setiap karakter itu unik. Jadi penyampaiannya pun harus berbeda. Gak bisa disamaratakan dong! Aku lebih suka pendekatan personal ketimbang massal. *kusut kan lo? sukurin!*😆

Kemudian, setiap ada yang tak wajar, aku bisa langsung mengetahuinya. Oh, si A lagi ngomongin gue gegara masalah itu? / Oh, si B tuh cemburu ya sama gue? Ciyan. / Oh, jadi selama ini tuh maksudnya ini? Yaaaaa, pokoknya aku bisa tau karena ada laporan. Entah dari insting yang memberi tahu. Radarku menyala. Jika ada sebuat tulisan yang ditujukan padaku meski tak menyebutkan namaku, aku bisa langsung tau.😉 Itu ngajak ribut namanya!😆 Tapi tenang aja, silakan tulis apa saja. Bebas! Toh ini internet. Kampung bebas. Terserah orang mau jungkir balik kayak gimana, hanya saja harus siap dengan segala konsekuensinya.

Dua orang sahabatku sedang berjaga jarak denganku. Bukan, bukan karena perbedaan pendapat yang gimana gitu. Tetapi kami yang belum saling ta’aruf. Ada persepsi yang salah dalam tulisan yang terbaca. Itu memang risiko ya? Karena bahasa tulisan tidaklah sama dengan bahasa lisan. Meski bagiku pribadi, bahasa tulisan tetap bisa terasa intonasinya, apakah dia marah, bahagia, bete, sedih, atau ngelucu. Meski Ternyata ada karakter masing-masing yang belum dipahami. Itu butuh waktu. Tapi aku percaya, days by days, semua akan kembali normal.🙂 Tapi ya itulah, aku gak mau kepo dengan apa yang mengusik mereka. Aku sudah minta maaf. Aku gak tau salahku di mana. Ya sudah, kembalikan semua pada mereka😉 Gak usah dipikirin juga. Time will let us know the answer.

Iya, kita mau marah, nangis, ketawa, benci, senang emang apa peduli orang? Dunia ini sudah penuh dengan orang kepo, yang suka penasaran dengan kehidupan orang lain. Dapur orang diintip. Sebenarnya, tak ada koki yang mau resep istimewanya terbongkar. Menjadikan sebuah masakan begitu lezat dan terkenal plus bikin sirik tetangga. Itu sebabnya orang lain penasaran. Tapi ketika mereka kesulitan untuk mendapatkan rahasianya, segala cara ditempuh. Mengintip? Ah, nanti ketahuan. Tanya-tanya? Nanti dicurigai. Akhirnya terkadang nyogok karyawan dapur untuk membocorkan rahasia. Karyawan yang baik tentunya akan diam saja dan meminta maaf kepada si penyogok. Tetapi karyawan yang mbalelo sepertinya akan dengan mudah memberitahukan resepnya.

Sialnya, sebenarnya tak ada bahan istimewa kasat mata yang dipakai si koki. Hampir semua bahan sama seperti di tenda makan tetangga kok. Lantas kenapa di sini ramai sementara di sana gak? Ada satu bahan yang hanya diketahui sang koki. Melengkapi masakan ketika hendak disajikan. Tak akan pernah lebih atau kurang takarannya. Tak ada yang tahu itu apa.😉

Rasanya, itu yang menjadikan kehidupan beberapa orang begitu tampak begitu menarik karena sepertinya pantas diulik. “Kok bisa begitu sih? Ada apa?” Karena ramai dibicarakan orang, jadilah ikutan penasaran. Ataaaaauuu …. Emang bakat alam si kepoer itu yang MTA = Mau Tau Aja! Jadilah dia si insiator untuk melancarkan aksi mencari tahu tentang sesuatu yang gak ada untungnya buat dia untuk tahu. Gitu? Kusut sih emang😆

Kemudian lagi, terkadang para kepoers ini tidak lebih baik dari yang dikepoinnya. Percaya deh! Semakin banyak mereka ingin tau kehidupan orang lain, semakin mereka ingin menunjukkan kekurangan mereka.  Kualitas sebagai seorang manusia dipertanyakan. Hobi kok ngegosip dan mau tau aja urusan orang lain sih? Ngaca dulu dong, beib! Situ oke? Situ kehidupannya lebih baik? Tanpa cela sampai harus mencela dan mencari kesalahan orang lain? Mencari bahan gosip tuh artinya gak punya kerjaan. Situ pengacara? Sini deh, ada kerjaan buat situ. Mau jadi apa? Spesialis ngomongin orang? Ahli mencari kesalahan orang? Atau apa? Tinggal pilih. Gajinya nanti diskusi sama malaikat ya?😀 *An mulai ngaco*😆

Justru, dengan kita tak mau ikut campur urusan orang lain, kita menjadi punya banyak waktu untuk muhasabah. Mengenal diri sendiri. Emangnya kita udah jadi manusia bener? Kok bisa-bisanya ngomentarin dan mengusik orang lain. Ada masalah? Terganggu? Tinggal ngomong LANGSUNG dengan yang bersangkutan, bukannya memperparah keadaan dengan membicarakannya dengan orang lain yang gak tau apa-apa. Bagi yang pro dengan kita, pasti akan membenarkan tindakan ghibah ini. Tetapi bagi yang kontra, akan ada dua kubu: yang menyerang dengan frontal atau yang diam saja karena tak mau memperkeruh suasana.

Just be a smart person, anyway😉

Orang lain ngomongin? Ya gak masalah juga sih. Gak minta makan sama mereka ini kan?😀 Iya aja gitu lah!😛

Oh ya, bagi aku sendiri sih, kalau salah sebisa mungkin langsung minta maaf. Tapi kalo gak merasa salah dan justru dirugikan, aku sudah memaafkan terlebih dahulu sebelum si punya masalah minta maaf. *mbulet*

Am not a good person, for sure. But not becoming a kepoer makes my world quite calmer ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s