Terseret Masa Lalu yang Belum Lama Berlalu

Cukup mendengar satu lagu dan ingatanku terempas ke tahun 2011. Semuanya. Tawa dan tangisku yang bersahutan di pikiran dan perasaan. Seketika melambungkan rindu dan sekaligus terjerembab lebam ke dasar jurang.

Jujur, aku gak akan pernah bisa move on dari kenangan itu selama lagu ini selalu terngiang. Tetapi memang, lagu ini sangat memiliki makna. Aku, mendengarnya pertama kali saat penyanyinya langsung. Saat itu aku sangat merindukan #senja. Betapa rapuhnya aku ketika mendengar dan menghayati liriknya. Di sana, aku memeluk sepi dan memikirkannya. Itulah saat aku merasa paling dicintainya. Di saat yang sama, ada rasa khawatir yang tak terkatakan.

Sebulan kemudian, dia menoreh luka itu. Dalam sekali. Aku tergugu dalam sepi. Mencoba untuk menyadari bahwa semuanya sudah selesai. Butuh enam bulan untuk benar-benar bisa mengikhlaskan segalanya. Berdamai dengan kenyataan. Kupikir semuanya sudah nyata selesai.

Ternyata belum. Entah. Aku menjadi sulit menyikapinya. Aku pun merasa bahwa dia juga demikian. Benarkah pernyataan ketika seorang pria patah hati, dia jauh lebih sakit dari si wanita? Gatau. Jelas, aku melihat bahwa dia berjuang untuk menghalau segalanya. Iya. Mungkin.

Sejak saat itu, aku menjadi takut memilih seseorang yang baru. Bukan karena trauma bersama #senja, tapi lebih kepada ketidakyakinan diri bahwa aku patut mendapat bahagia itu. Semua tampak bullshit. Sesederhana itu. Aku berkelana. Ya. Aku bermain dengan perasaanku sendiri ketika bersama pria lain. Pikiranku melayang pada #senja. Bohong ketika aku berkata baik-baik saja tanpanya. Nyatanya, aku terjebak. Lantas aku harus bagaimana?

Kemudian, seseorang di Twitter memberi pendapat agar aku mencari dan menyatakan duluan tentang perasaanku terhadap seseorang. Fokuskan. Mantapkan. Beralihlah dari masa lalu. Aku pantas bahagia. Tak usah menunggu seorang pria menyatakannya padaku. Atau dia akan menjadi milik orang lain.

Aku, seketika, memikirkan seseorang. Haruskah aku jujur padanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s