Traveler Sakit Jiwa ~ @santosfedele

Seru juga membaca twit dari @santosfedele tentang berantakannya ritual agama Waisak di Borobudur 24-25Mei 2013. Miris. Memalukan. Sila disimak:

———————

(foto diambil dari stat FB Rudy P.)
(foto diambil dari stat FB Rudy P.) Origin: @gendisprimon

Sabbe Satta Bhavantu Shukitatta. Selamat hari tri suci waisak 2557 BE. *salamdariborobudur*

1. Malam ini gw mau ngetwit ttg traveler yg sakit jiwa.

2. Acara waisak itu adalah perayaan besar buat sodara kita umat budha

3. Dalam perayaan waisak, umat budha melakukan ritual doa dan prosesi keagamaan lainnya.

4. Dalam ritual dan prosesi saat waisak sangat dibutuhkan ketenangan dan kekusyukan persis dg agama lain saat merayakan ritual keagamaannya

5. Tapi waisak di mendut dan borobudur, tampaknya lebih byk pengunjung (yg bukan budha) dibandingkan mereka yg merayakan.

6. Mana yg lebih banyak umat budha atau agama lain sebenernya tidak bermasalah jika ada rasa hormat, menghargai.

7. Hrsnya para traveler yg beragama lain datang di acara waisak, dg tujuan ikut merasakan “rasa” yg mereka rasakan. Yaitu rasa damai.

8. Ternyata byk traveler yg skrg sakit jiwa. Di acara waisak mereka hanya sekedar ingin eksis. Dan hanya sekedar merasa “gw udah pernah”

9. Para traveler sakit jiwa, memfoto para umat budha persis di muka para bhiksu ataupun umat yg sembayang dg jarak gak lebih dari 10cm.

10. Traveler sakit jiwa sangat ribut dg satu sama lainnya, ketawa, bercanda dan bahkan berteriak2.

11. Para traveler sakit jiwa masuk ke area yg sakral dan tidak diperbolehkan dan mereka foto2 seakan2 traveler sakit jiwa ini yg punya rumah

12. Traveler yg sakit jiwa gak peduli bahwa sodara kita sedang ingin kusyuk dg ritual keagamaannya.

13. Traveler sakit jiwa naik ke altar, bahkan saat bhiksu yg memimpin sudah melarang dan menyuruh turun. Mereka ga peduli.

14. Sangking banyaknya traveler sakit jiwa naik altar, bhiksu2 diatas altar kakinya terinjak. Dan bicara dg mick spy kakinya jangan diinjak.

15. Di tengah doa yg sedang dideraskan bhiksu sering berkata: tolong jgn naik altar, ini tempat yg gak blh dinaik’i

16. Di tengah doa yg sedang dideraskan bhiksu sering berkata: tolong jgn foto di altar dan mohon u/ turun.

17. Di tengah doa yg sedang dideraskan bhiksu sering berkata: tolong jgn naik altar, aduh tolong kaki saya jangan diinjak.

18. Para traveler sakit jiwa, tahukan mereka sedang berdoa? Bisakan kita u/ menghormati sodara kita?

19. Traveler sakit jiwa, tujuan kalian ikut dan datang kesini buat apa sih?

20. Traveler sakit jiwa, waisak itu bukan sekedar pelepasan lampion. Saya bersyukur sepanjang hari ini hujan jd gak ada pelepasan lampion.

21. Traveler sakit jiwa, kalian hanya merasa tdk beruntung krn hujan, awan tebal, tdk ada lampion.

22. Traveler sakit jiwa, bagi saya, sodara kita yg merayakan waisak tdk beruntung karena ada kalian dan kalian sangat mengganggu.

23. Cukup sekian sampah saya ttg traveler sakit jiwa. Gak punya otak.

dari twit @bernardsatriani. origin: ?
dari twit @bernardsatriani. origin: ?
ini versi lebih jelasnya ya dari foto di atas? origin: flickr.
ini versi lebih jelasnya ya dari foto di atas? origin: flickr.

———————

Hanya sekedar perenungan, bagaimana rasanya jika ketika shalat Ied, kemudian ada orang-orang yang naik ke mimbar hanya untuk memotret sang khatib. Atau ketika sedang shalat, ada yang menyela di antara shaf? Atau ketika sang muadzin memanggil untuk shalat, difoto sambil cekikikan, misalnya? Umat Muslim diam saja atau marah?

ini contohnya. IQ?

kenapa jadi nyalahin menteri agama? emangnya hujan kuasa manusia? *gagal paham*

kenapa jadi nyalahin menteri agama? emangnya hujan kuasa manusia? *gagal paham*

contoh berikutnya. IQ?

awal aku tau ada yang gak beres dari twit Andi. rame deh +_+
awal aku tau ada yang gak beres dari twit Andi. rame deh +_+

Hanya itu sebagian yang bisa ter-capture. Entah berapa omelan dan misuh-misuh para traveler sakit jiwa di twitter. Bisakah kita toleransi kepada orang lain yang beribadah? Menghargai dan menghormati. Ritual agama bukan tontonan dan ladang komersil. Kita bukan bangsa barbar, kan? Diajarkan etika dan sopan santun, kan? Gak usah dijawab, itu retorik. (barangkali ada yang gak bisa menangkap maksud sarkasme aku 😆 *dibahas* )

Oia lupa, sila mampir ke SINI juga ya untuk sudut pandang tidak jauh berbeda. Judul postingan: Ketika Waisak Menjadi Obyek Wisata tulisan Ary Amhir.

Juga ke SINI yang mengomentari si nona fotografer itu. Judul postingan: Dari Tukang Foto Ke Tukang Foto Jilid II tulisan Dodi Heru.

*semua twit ini tertanggal 25 Mei 2013*

4 thoughts on “Traveler Sakit Jiwa ~ @santosfedele”

  1. Dari kemarin miris baca postingan tentang perayaan Waisak di Borobudur & Mendut. Banyak yang nggak paham kalo dua candi itu situs kuno agama Budha. Orang tahunya itu obyek wisata yang hanya dengan bayar sekian puluh ribu rupiah sudah berhak ngapa-ngapain di dalamnya tanpa peduli ada prosesi sakral yang tengah berjalan. Mungkin sebaiknya tahun depan pas Waisak harga tiket masuk dinaikkan deh jadi 100ribu gitu biar yang mau masuk bener2 mikir dan ketenangan para bhiksu beribadah nggak terganggu.

    Suka

    1. iya bune 😦 miris…. aduh bune, kayaknya 100rb pun bagi mereka biasa. kudu lebih moahal lagi atau… peraturan diperketat. fotografer pun harus yang terdata dan resmi. mungkin.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s