Dicintai Itu Lebih … Gimana Gitu, Ya?

Abis bongkar blognya Sary dan senyum-senyum sendiri. Sudah melewati tahapan itu dengan baik ya, dear?šŸ™‚

Aku ingat banget curhatannya yang membuatku merinding, menangis, dan kuat-kuat berdoa untuknya lamat-lamat. Jauh, jauh sekali sebelum dia jujur padaku, perasaanku mengatakan ada yang tidak beres. Persis setelah aku dan dia rumpi tentang Bima, jagoan kecilnya. Itu sekitar tahun 2007. Ā Saat itu aku masih merasa bahwa aku dalam posisi “baik-baik saja”.

Ketika aku berada pada pilihan yang sama, tiga tahun kemudian, duniaku runtuh dan aku merasa manja sekali. Cengeng dan penakut. Aku sempat kehilangan arah sampai akhirnya aku teringat Sary. Harusnya aku gak lebay, kan? Aku masih punya Allah, jadi kembalikan saja semuanya padaNya.

Beberapa waktu berlalu, aku dan Sary ngobrol tentang hal yang membuatku cekikikan. Manisnya cerita tentang dicintai seperti Adhy mencintai Sary. Aku kemudian tertawa tanpa sadar hingga menangis. Bahagia. Ah, membayangkan Sary begitu lega dan ceria menjadikan hatiku berangsur tenang.

Kelahiran Maira belum lama ini semakin membuatku bergetar. Ingat lagi apa yang pernah ditulis Sary dalam blognya. Kedekatan Adhy dengan anak-anak sungguh membuatku iri. Kelima anak itu beruntung memiliki papi seperti Adhy. Sungguh.

Sary, yang kuanggap kakakku sendiri, menempuh jalan berliku dengan keberanian yang tak diungkapkan. Hanya dilakukan dan dibuktikan bahwa dia mampu melewati semuanya dengan baik. Jauh beda denganku yang panikan, heboh, rempong, dan norak. Tapi Sary memahami kejiwaanku yang berada dalam tahap bipolar disorder ini bisa menenangkanku dengan gayanya sendiri. Ā It worked. aku perlahan bisa melewati semuanya dengan baik.

Hanya saja, sampai saat ini, kekosongan jiwaku masih belum bisa terisi. Entah karena trauma. Entah karena Allah masih mau menguji kesabaranku. Yang pasti, Allah masih menginginkan aku sendirian. Masih ada beberapa rahasia Allah yang ingin diperlihatkan padaku. Aku berbisik padaNya, “Allah, jika Engkau ingin aku seperti sekarang, aku terima. Aku hanya meminta agar Engkau tak menjauh dariku dan anak-anak. Aku ingin Kaupeluk lebih erat lagi.”

Dengan segala makna dari bisikan itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s