Aku Hanya Ingin Ditemukan

Membaca artikel INI, menyisakan banyak pertanyaan yang sebenarnya membuatku malas untuk mencari jawaban atau melakukan saran yang ada.

wanna hear this from someone, dunno who…

Aku ingin ditemukan. Aku ingin ada yang berjuang untuk menemukanku. Aku ingin memaksa pikiranku mencari, tapi semakin jauh aku menggali, hanya waktu dan tenaga yang terbuang percuma. Aku hanya ingin ditemukan…

Anda cepat ilfeel saat seseorang mendekati Anda. Hal ini bisa terjadi sejak awal Anda bertemu dengannya, atau bahkan setelah dia mulai melakukan ‘agresi cinta’ pada Anda. Oke, mungkin dia cukup intens, namun mungkin, Anda terlalu banyak membatasi diri bila cepat men-judge dia karena kelemahannya.

Mungkin karena aku trauma, ya? Semua yang mendekatiku, sudah langsung mendapat cap womanizer.😛 Entah. Terlalu berhati-hati. Bukan hanya masalah hati, tapi lebih kepada harapan anak-anakku. Terlalu lebay gitu?

Oke, permintaanku ada ditemukan. Siapa yang mau menemukanku, cobak? *pas lagi dengerin lagu “Paint My Love” MLTR pulak!* Beberapa sahabat ‘mendesakku’ untuk mengakhiri kesendirian. Beberapa yang lain memintaku bersabar. Yang lainnya mengatakan agar aku tak terlalu banyak memilih. Fokuskan pada seorang saja. Justru itu masalahnya. Ketika aku fokus, ternyata orang itu bukan tipe yang baik dan benar. *halah* Potensi terjadi hal buruk yang sama di masa mendatang lebih besar. Aku memutuskan untuk memasukkan pria semacam itu ke dalam daftar hitam.

Itu mungkin juga menyebabkan aku menjaring banyak ikan. Agar bisa kupilih ikan yang cocok dan sesuai kebutuhan. Kalau tidak ketemu? Buang semua ikannya dan mencari di kolam lain. Hihihi…

Jadi ingat percakapan twitterku dengan Mumu pagi ini tentang (men)cinta(i) dan di(cinta)i, enakan yang mana?

#rauwisuwis
#rauwisuwis

Aku suka ‘berdebat ringan’ dengannya seperti ini. Seru aja. Twit berbalas ini gak lama setelah aku berpikir tentang ditemukan. Sounds weird for me. Gak lama, seseorang mengirim pesan di Facebook padaku. Biasa dan gak ada yang istimewa. Tapi itu dari pria yang pernah menjanjikan sesuatu padaku. Makin aneh.

Aku mendadak ingat bahwa seseorang yang benar-benar ingin memiliki kita, tak selamanya akan hadir untuk kita 24 jam selama 7 hari dalam sebulan… Karena dia bukanlah mutlak milik kita. Ada teman sekolahnya, teman kerjanya, teman bermain futsal, teman socmed, dan mungkin saja seseorang-yang-berusaha-mencuri-hatinya. (oke kalo yang terakhir ini kudu digimanain ya?)

Pada akhirnya, pertanyaan hanya akan berujung pada permintaan untuk ditemukan.

Sekian absurd hari ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s