Sekilas Tentang Kader Dakwah ~ Maimun Herawati

Diambil dari Facebook uni Maimun Herawati di SINI.

———————-

Bismillah….
Ada yang mengganjal dan ingin disampaikan tuntas…sebelum saya konsen ke tugas yang lain.
PKS yang sedang ramai dibicarakan ini, Kawan, hanya nama dari satu cabang aktivitas dakwah, siyasi. Kalau mau melihat ke sekitar, maka banyak cabang aktivitas lainnya seperti pendidikan, sosial dll.
Sebelum ada PKS, dakwah ini sudah hadir di Indonesia. Sudah lama sekali. Anak-anak muda yang besar bersamanya, bisa bersaksi, reformasi 98 sebagian penopang keberhasilannya ada mereka yang dibesarkan di sini. Saya termasuk yang ikut di dalamnya.
Semangat yang ditanamkan ialah semakin bagusnya kehidupan bangsa ini….
* Kalau Kawan sempat sekali dua hadir bersama mereka, semoga terasa bahwa malam-malam tidak tidur mereka ketika membersamai masyarakat tidak pernah dinisbatkan pada jadual kampanye. Tidak.

Tentang klaim kader:
Sudah banyak yang membahas ini. Buku2 juga sudah banyak ditulis tentang ini. Mudah mencari tahu seseorang itu ikut pembinaan atau tidak. Di mana dia tinggal? Maka akan bisa ditelusuri …bahkan cukup dengan sekali menelpon. Jadi kalau dikatakan, Maimon bukan kader, itu pasti sudah diperiksa database di Inggris dan tidak ada nama Maimon dalam daftar yang ikut pembinaan.

Sekilas, ada pembagian jenjang dalam pembinaan dakwah ini. Namanya, kalau ingin mengetahui: Pemula, Muda, Madya, Dewasa, Ahli dst. Tiap jenjang memiiki daftar pencapaian target yang harus dipenuhi sebelum naik ke jenjang berikutnya. Misal, bagi pemula, untuk salimul aqidah tidak berhubungan dengan jin/dukun, misalnya. Untuk Muda, tidak mendahukukan akhluk atas Khaliq. Madya: berwala pada Allah, Rasul dan orang beriman. Dewasa: rindu pada surga. Ahli: meyakini janji dan ancaman Allah nyata.
Mungkin hal di atas agak abstrak karena terkait ‘aqidah’…

Yang lebih praktis, misal pemula itu ihsan dalam shalat, memenuhi nadzar, hapal satu juz Al Quran, berdoa pada waktu utama, tidak takabur,menjauhi judi, memerhatikan hukum tilawah, bersih badan dan pakaian, menjauhi tempat maksiat, bangun pagi dst. Muda: melakukan qiyamul lail minimal sekali sepekan, tidak banyak mengobrol, bekerja dan berpenghasilan, mengenal sirah 20 sahabat yang syahid, menghapal 3 juz Quran, tidak berlebihan mengkonsumsi lemak, olahraga setiap pekan, menyumbangkan harta untuk amal islami, memperhaatikan adab Islam dalam bertamu, melaksanakan hak pasangan…
Madya: ridha pada qadha dan qadar, bersedekah dengan kadar tertentu tiap pekan, menunggu-nunggu waktu sholat, berpaling dari yang laghwu, memerangi riba, mengikuti perkembangan berita nasionald dan internasional, tidak makan sampai kenyang, pandai berenang, wara dalam syubuhat, merapikan kertasnya, tidak tidur setelah Subuh, memberikan hadiah pada yang lain…
Dewasa: tidak menjadikan orang lain gelisah, mendirikan badan usaha walau kecil, bersemangat menganalisa kejadian dalam Al Quran dan Sunnah, mengobati aib sendiri, berusaha tepat dan teratur, tidak debat kusir, ikhlas memberikan pendapat, berusaha hapal 6 juz….

Panjang yašŸ™‚
Bisa jadi ada 90 butir target yang harus dicapai dalam satu jenjang…
Jenjang untuk apa?
Untuk menyiapkan menerima beban dakwah. Semakin berat bebannya, semakin besar persiapannya. Tentunya ini semua usaha manusia yang bisa jadi tidak mampu melihat ke dalam ruang-ruang tertutup kadernya.

Makanya untuk naik jenjang, ada tim evaluasi yang bisa jadi …bisa jadi…bermalam di rumah yang sedang dievaluasi…bisa jadi mengajaknya bermusafir dst. Tujuannya utk melihat lebih dalam. Lulus dari tim evaluator, belum tentu bisa naik jenjang. Karena akan dimintai pendapat dari yang lain tentang yang sedang dievaluasi. Jika ada catatan serius dan terbukti benar, kenaikan jenjang bisa ditunda.
Adakah yang diturunkan jenjang? Ada, jika misal terbukti melakukan dosa besar. Adakah yang dikeluarkan? Ada. Adakah yang mengundurkan diri? Banyak…Kenapa? Tanya yang bersangkutan.
LHI dievaluasi juga tidak? Pasti. Yang jelas, untuk jadi pengurus DPC saja seseorang itu kalau bisa sudah Madya. (Silahkan lihat target Madya yang harus dicapai)
*
Ini usaha manusiawi yang dilakukan manusia…jadi ada saja yang miss dan tidak ngena dalam perjalanannya. Tapi, selalu ada evaluasi pekanan, bulanan dst. Kalau lingkaran itu sehat, bisa cepat mendeteksi hal-hal tidak wajar. Jika tidak sehat, nah ini baru bikin pusing sekampung.
*
Ada yang mengatakan, kasihan deh kader itu…dicuci otak….menjadi percaya buta dengan PKS….
Saya akan ulang poin akidah Madya: wala (kesetiaan) adalah pada Allah, Rasul dan orang beriman….tidak ada tuh poin wala pada PKS.
Mungkin sedikit saya jelaskan, tiap pagi dan petang, kader ini berdoa, salah satu poin doanya: ‘Ikatkanlah hati ini dalam taat padaMU’….
Jadi ikatan itu berdasar ketaatan. Pada Allah.
*
Hayya, lihat itu kader-kader emosional….membabi buta ….bicara tak manis didengar…tidak cerdas pula…
Saya katakan, itulah proses pendewasaan. Tidak ada yang langsung ‘Pandai menyatakan sudut pandangnya’….karena ini poin target kader ahli….
Bisa jadi yang bicara itu kader pemula…
Bersabarlah bersama mereka…
*
Pasti kalau bukan kader …tidak dianggap teman deh…tidak dibantu deh…
Semangat dakwah ini adalah pelayanan….dan pendidikan. Melayani umat dulu….jika mungkin sambil mendidik (diri dulu ya…baru bisa mengajak yang lain. Makanya ada tingkatan amal: membina pribadi yang syakhsiyah islamiyah, membangun keluarga yang islami, membangun masyarakat yang islami dst)…
*
Hadeeeh, saya punya pengalaman buruk dalam pembinaan…pembina saya menyebalkan, tidak sesuai dengan poin-poin di atas…Tidak akan ikut lagi deh.
Bisa jadi, saat dirimu bersama dia, kondisi dia juga sedang labil….galau…sedang punya masalah hingga tidak bisa menunaikan amanah dengan baik. Semoga saat ini dia sudah lebih baik.
Tidak masalah tidak ikut lagi mah. Ada banyak yang tidak bersama kita, tapi adalah bagian kita (karena mereka juga merindukan kebaikan bagi umat ini), ada banyak yang dari kita, bisa jadi tidak bersama kita (karena sudah melenceng…atau terlena, lupa bergerak)….
*
Ngomonginnya PKS mulu dalam pembinaan…saya kan tidak suka politik…
Ya, haha, mau gimana lagi. Lha tivi koran socmed aja tiap hari asyik ngomongin PKS …kagak ada berhentinya…padahal nggak ikut pembinaannya…(ini joke)
Seriusnya: mohon melihat daftar materi yang harus disampaikan dalam lingkaran. Silahkan rujuk pada buku kurikulum….ada kajian sirah, hadist, aqidah, fiqh islam, fiqh dakwah, keakhwatan dst.
*
PKS ini nama yang dikenal di masy….lihatlah lebih dalam. Dimensinya luas…
Tidak akan selesai persoalan umat ini diurus oleh satu kelompok saja. Berat sekali beban bangsa ini …jika dipikul sendiri…
Ayo kita bekerja….untuk Indonesia…. Allah menjadi saksi…
…..Ada banyak yang tidak bersama kita, tapi adalah bagian kita (karena mereka juga merindukan kebaikan bagi umat ini), ada banyak yang dari kita, bisa jadi tidak bersama kita (karena sudah melenceng…atau terlena, lupa bergerak)…..
Sudah saya sampaikan…

—————————————–

Demikian tulisan asli apa adanya tanpa editan sedikit pun. Waullahu’alam. Sila langsung menghubungi beliau untuk lebih lanjut. Afwan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s