Modus Berulang Tipikal Womanizer

Yeah malming ngeposting hal geje. Hihihi… Maklum abis dicurhatin sana sini, trus ngumpulin data sekadarnya, kemudian ngelakuin analisa sotoy, berakhir dengan kesimpulan absurd. Ya dilarang proteslah, aku kan gak lagi bikin thesis😆

Aku akan ambil contoh 3 kasus cewek dengan 6 cowok. Yap, 1 cewek itu berkasus dengan 2 cowok. Mari kita acak saja ceritanya. Random ya? Iya ajalah gitu! Usia si cewek antara 23-35 tahun. Sementara cowok antara 23-43 tahun. Abaikan tentang pekerjaan. Semata karena pergaulan dan karakter.

Dari semua cerita yang kutangkap, pola cowok mendekati korban/mangsanya (betul, 3 cewek ini korban mulut manis *pake siklamat*) sudah terbaca. 3 cowok dari kelas sosial B sementara 3 sisanya dari kelas sosial C. 2 cewek dari kelas B dan 1 lagi kelas C. Kebayang? Gak? Ya udah😀 Kemudian, keenam cowok ini melakukan aksinya melalui 1 media yang sama: Facebook! Oke, mulai sekarang mari salahkan Zuckenberg! Aku pernah menemui kasus dari Twitter. Berapa? Hanya satu. *ngikik* Maaf ya, aku fokus untuk melakukan analisa sotoy dari pesbuk soale.

Baca salah satu curhatan ini:

“Gini mba, saya udah jalanin hubungan dengan XXX sudah 1 bulan lebih, memang ketemu XXX dari FB sampai sekarang belum ketemuan, waktu itu dia minta no.telp, dia telepon langsung nyatain. Katanya dia single parent punya anak 2, setelah jadian kami ada komunikasi melalui sms, telepon, FB.”

Lanjut! Pola mereka (6 cowok ini) sama. Berkenalan di Facebook. Ada yang mutual 3-85 orang dan ada yang sama sekali asing. Aku curiga, yang gak berhubungan dengan siapa pun ini akun kloningan ya? *mikir* Soalnya si cewek yang curhat ama aku dan bilang gak ada mutual dengan si cowok ini pernah tanya, “Kamu tau dari mana akun saya?” Si cowok jawabnya sih gak sengaja liat di side bar. Hm. Aneh gak sih?

Kemudian, standar perkenalan pun dimulai via inbox. Jeng jeng! Asli mana, kerja di mana, tinggal di mana, sampai… “Udah punya pacar blum?” Pada perkenalan pertama. NAH!!! Pola yang terbaca. *lirik sadis* itu berlangsung sekitar semingguan. Dan mereka pun dengan mudah akan mengumbar kata “I Love You” dan “kangen/rindu” dengan mudahnya. Kepada ketiga cewek itu aku minta 1 hal: masukkan cowok itu ke daftar close friends. Tujuannya? Perlu aku jabarin gitu? Kagak lah yaaaa… Cari tau aja sendiri! Hihihihi…

Aku minta ketiga cewek ini terus ikutin permainan para cowok dan jangan pakai hati. J-A-N-G-A-N. Too bad, they’re trapped. 2 cewek malah jatuh hati pada cowok yang ngedeketinnya. Pretlah! Aku bilang sama mereka untuk tunggu. Gak akan sampe sebulan, jutaan alasan akan dilontarkan para womanizer itu seolah mereka gak salah. Huh, iris kupingku! Dan benarlah dugaanku. 2-3 minggu terbongkar semua meski para cowok itu gak sadar. Ngetesnya mudah: Ajak ketemuan pertama kali. 4 cowok menolak, 2 sisanya mau tetapi hanya sekali. Begitu diajak ketemuan berikutnya nolak. Iya, cewek yang ditemui tak sesuai ekspektasi. Pretlah. Nah lanjut ke 4 cowok itu.

Pppppfffftttt… Diajakin ketemuan aja, alasannya berbelit. Sibuk, itu udah standar. Basi. Kemudian, mereka membiarkan si cewek penasaran dan menghubungi mereka. Bila itu terjadi, rayuan tingkat kecamatan berikutnya dilancarkan. Panggilan sayang disawer. “Sayang/Cinta/Manisku, maafkan Mas/Abang/Kakak ya? Sibuk banget. Kamu gak marah kan? Nanti pasti ketemu.” *nguap*

Aku sih udah menyarahkan para temen cewekku itu delcon #eh itu sih bebeh ya?😆 Maksudku unfriend aja. Kayak gak bakalan pejantan laen aja dih! ( Coba deh perhatikan, jenis womanizer tuh kebanyakan HANYA meng-add akun perempuan. Entah akun asli atau kloningan atau apalah, yang penting namanya khas perempuan atau fotonya perempuan. Apalagi kalo seksi. *brup* ) Tapi nyatanya mereka gak melakukannya. Kenapa? Mereka mau revenge meski belum tau gimana caranya. Lho, aku ya jelas ketawa. Ngapain balas dendam? Model womanizer gitu sih percuma diberi kesumatmu, girls! Para pejantan itu gak akan berubah. KITALAH para cewek yang harus ninggalin mereka. Period.

Aku pernah gak kena kasus begini? Jujur, pernah. Apa yang kulakukan akhirnya? Report as spam *ngakak* Serius. Akhirnya akun “aspal” itu hilang. See? Kejahatan di pesbuk itu nyata adanya. Korban bunuh diri aja banyak meski gak semua terungkap. Korban pembunuhan pun ada. Aku wanti-wanti pada ketiga teman cewekku: Leave that bastard! You’re too precious.

Sudahlah, kusut amat postingan sekarang. Pusing? Bingung? Tanyalah pada pu’un toge yang kelelep. Hihihihi…

~brought to you by my mobile~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s