Here You Are, Again, Suprising Me

Allah penuh rahasia. Pun cinta. Dia yang paling mengerti bagaimana keadaan hambaNya. Begitulah. Sekali lagi, Dia mengejutkanku dengan sesuatu yang bagiku seperti hadiah milad yang tertunda. *halah banget*

Jam di hape menunjukkan waktu sudah memasuki hari Ahad. Pukul satu dini hari. Aku baru mematikan laptop setelah 2 jam mendengarkan youtube dan melanjutkan draft tulisan. Lampu kamar sudah kumatikan. Menyembunyikan airmataku setelah memutar lagu “Tonight I Wanna Cry” dari Keith Urban. Playlist aku emang menyebalkan parah. Ingatanku melayang pada seseorang. Belum lagi lagu “Unbelievable” dari Craig David juga membuatku termehek-mehek geje. Jijay bajay lebay kan di Sabtu malam begono?😆

Aku sungguh menangis ketika Irfan Makki melagukan “Mabrook” karena itu mengingatkanku pada Patrick. Entah, mendadak, di tengah keputusasaanku menginginkannya ada di dekatku, airmata ini sama sekali tak bisa kutahan.

Aku bahkan sempat ngetwit, butuh teman bicara. Benar-benar seseorang yang kudengar suaranya. Bukan hanya deretan huruf tanpa emosi. Aku seperti berkomunikasi denganNya melalui twitter. Halah, makhluk macam apa aku ini, bukannya menggelar sajadah. *plak*

Aku sedang bbm-an dengan seorang brondong (teteup ya, An!) yang membuatku masih terjaga. Kemudian saat kuganti DP bbm, 2 orang protes. “Kirain tidur!” « Ini seorang brodong kesayanganku. *ngikik* “Geura sare!” « Ini seseorang yang sempat membuatku goyah. *broooo, bahasanya itu lho: goyah!”😀 Aku nyengir. Mereka perhatian sekali… Yaaaa, An kegeeran!😛

Oke, itu intermezzo. Kemudian, Allah menjawab permintaanku. Seseorang meneleponku. Jelas tertulis namanya pada layar henpon: Patrick. OH MY GOSH!!! Asli deh aku gemetar dan jantung berdegup sangat cepat. Gak bohoooonngg… Kuangkat dengan ragu. Benarkah? Bukan halusinasi? Jam satu malam iniiii…

i love you, patrick
i love you, patrick

 

“Halo, lagi ngapain? Tidur?” Sapanya hangat. Seperti biasa. Aaaaaaaakkkk… Allah, aku mendengar suaranya! Terima kasih, Cinta! Engkau maha mendengar segalanya… Kujawab dengan noraknya, “Patrick. Kamu. Apa kabar? Sibuk jam segini?” Dia malah balik bertanya lagi, “Kangen gak?” Aku tertawa. Antara masih gak percaya, merinding, bahagia, takut hanya mimpi, dan entah apa lagi.

Kami berbincang selama 3 jam. Ya, sampai Subuh. Tertawa di antara rindu yang tertahan. Klarifikasi masalah yang pernah terjadi. Curhatannya tentang seseorang. Kami berbincang hingga ketiduran. Aku menangis lagi. Kali ini karena sangat bersyukur padaNya.

Sekarang, kamu tahu kan jawabanku atas pertanyaanmu setahun kemarin?

~brought to you by my mobile~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s