Dia Pernah Membuatku Jatuh Cinta

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun…

Adzan Subuh belum lama berkumandang saat kuterima pesan di grup BB keluargaku. Isinya twit dari @TMCPoldaMetro tentang kecelakaan dan korban yang bernama Jefri al-Buchori. Aku bengong. Jeffri siapa nih? UJE? Benarkah UJE? U-JE?

RT @TMCPoldaMetro: 03:47 Kecelakaan motor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Jefri Al Buchori.

Aku langsung memfokuskan diri membuka twitter dan mencari kebenaran di sana. Linimasa mulai gaduh pada pagi yang masih gelap. Aku mencoba menyusuri jalan yang semakin ramai dan menelusup ke akun ustadz Jefri…. “Pada akhirnya smua akan menemukan yg namanya titik jenuh. Dan pada saat itu, kembali adlh yg terbaik.” Aku terpana pada kalimat itu. Kemudian, aku mencari lagi berita lainnya.

Dari linimasa @zackymirza_ : Emang firasat orang beriman.. Padahal baru kemaren beliau broadcast BB seolah2 dia pamit pada kita semua 😥 ya Alloh pic.twitter.com/OhueV4sAhB

dua pria berwajah teduh dan berhati mulia… ketika akhirnya bang Arifin menjadi imam shalat jenazah….

Kemudian dari linimasa @teh_echa : Foto bersama terakhir, antara Ust Arifin Ilham & Alm. Ust Jefry Al Bukhori.. Allaaahhh Ya Gaffur 😥 pic.twitter.com/0gbdOSz5nO

Lantas apa hubungannya dengan judul postingan? Iya, jujur aja nih. Uje sempat membuatku jatuh cinta. Aku perempuan normal lah, jatuh cinta pada pria ganteng seperti beliau. Kenapa? Bukan semata fisik. Tapi aku juga membaca dan mendengar bagaimana langkah beliau menuju cahaya Illahi. Hijrah sebenar-benarnya. Beliau yang dulunya selebritis, siapa juga yang gak kenal? Bagaimana masa silamnya, iya, semua juga tahu. Tapi Allah terlalu mencintai manusia pilihanNya. Memberi cahaya kasih dan menutup semua masa lalu Uje dengan sebaik-baiknya.

Caranya berdakwah ketika muncul di televisi pertama kali membuatku terkesima. Ini kan artis yang itu? *kusut* Dan ya aku melihat ada yang berbeda. Lebih tenang, damai, dan seperti ada aura terang yang indah di sekelilingnya. Suara khasnya dan lantunan ayat suci yang dibacanya membuatku sempat tak percaya. Oh, aku jatuh cinta. Kagum yang terkulum.

Jujur lagi, aku sampai akhir hayat beliau tak pernah berjumpa. Selalu ingin dan mengagendakan tetapi gagal. Ada saja halangan. Entah, aku pernah berpikir, “Rasanya tak akan pernah bertemu Uje. Usianya pendek.” Aku jahat? Terserah. Tapi mana kutahu akan keceletukan seperti itu? Spontanitas saja. Itu sekitar delapan tahun lalu. Lupa.

Selain beliau, aku pun menyukai gaya Bang Arifin Ilham dan Bang Ihsan Tandjung dalam berdakwah. Gayanya mirip dengan pilihan kata yang khas. Pembawaan Uje yang mudah melebur di antara orang yang hadir menjadikannya berbeda. Mudah diterima masyarakat. Isi dakwahnya pun mudah dicerna. Straight to the point.

Memiliki istri yang tabah dan sabar selama masa transisi kehidupannya dan anak-anak yang sehat menjadikan hidupnya lengkap. Siapa tak iri? Jujur (lagiiiii….) aku iri pada Teh Pipit yang cantik, shalihah, setia, dan menjadi bidadari kebanggaan suami. Subhanallah…

Aku membaca postingan terbaru dari Kakek Jamil Azzaini di SINI dan semakin membuatku merenung. Kapan giliranku pulang? Apa yang sudah kupersiapkan untuk bekal akhirat? Apakah nanti tiketku bisa ditukarkan untuk mendapat jatah di tempat termahal itu? Jannah yang menjadi tempat terbaik untuk pulang.

Jadi ingat suaranya beliau ketika menyanyikan nasyid “Sepohon Kayu”… *tuh kan merinding lagi* Suara yang membuatku jatuh cinta, hingga saat ini. Mungkin bertahan selamanya. Keindahan iman Islam dalam dirinya membuatku hormat. Perjuangannya menggapai ridho Illahi membuatku bermuhasabah dan bertafakkur…

Baru kemarin FB dan twitter ramai tentang Omar Borkan Al Gala dari Dubai yang dideportasi gegara terlalu ganteng (tapi menurutku terlalu cantik. 😆 ) dan aku tertawa seharian. Seketika, saat Maghrib menjelang, aku merinding. “Allah, aku terlalu banyak tertawa hari ini. Siapakah yang hendak Engkau panggil?”

Subuh tadi aku mendapatkan jawabannya…

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…

12 April 1973 ~ 26 April 2013

Life begins at fourty.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s