Apa Sih Kerennya Minuman Beralkohol?

Minuman keras dan minuman beralkohol bukanlah barang baru di kehidupan kita. Sejak sebelum Masehi pun, manusia sudah akrab dengan benda cair yang satu ini. Apa yang terlintas dalam benak jika mendengar atau membaca tentang minuman keras ini? Mabuk? Hilang kesadaran? Haram? Rusak otak? Muntah? Celaka? Nah, pernah gak sih ada laporan setelah menenggak miras ini orang langsung bahagia secara nyata? Iya kalau ketawa ketika mabuk sih jangan diitung laaaaahhh…

Berapa harga sebotol minuman keras? Ratusan ribu? Jutaan rupiah? Euh, aku pernah mendapati sebotol harganya Rp5000,- lho!!! Itu entah campuran apa di dalamnya. Aku pun kata salah satu peminumnya karena iseng tanya. “Berape tuh harganya, Bang?” Pria berusia pertengahan 30an itu menjawab dengan mulut bau alkohol, “Goceng aja. Murah. Bisa diminum rame-rame. Lu tau dong rasanya salome?” Dia terbahak sementara aku menelan ludah. Salome? Satu lobang rame-rame? Bahasanya benar-benar menyebalkan. Itu terjadi sekitar 7 tahun lalu.

Tahun 2002-2003, 2 tahun pertama aku pindah ke Depok, secara mengejutkan mendapati banyak yang mengonsumsi minuman keras ini. Daaaaaannn… 50% dari mereka adalah remaja. *dhuar*Aku gak bisa berbuat apa pun saat itu. Lah, aku orang baru di sana. Bisa dianggap gak tau diri atau bahkan sok tau deh. Ogah!

Aku cukup akrab di lingkungan yang erat berkaitan dengan minuman keras. Aku jadi bisa membedakan mana pemabuk sejati, mana peminum suka-suka (karena gak enak sama teman macamnya social smoker gitu deh), dan mana yang icip-icip penasaran biar gak dibilang kuper. Gaya dan sikap mereka pun terbaca dalam kehidupan sehari-hari. Aku sih gak mau menuduh atau menilai dengan analisa sotoy, tapi mereka sendiri yang memperlihatkannya. Oh ya, beberapa di antara mereka masih menjalankan ibadah kok. Tapi ya karena lagi kepengen aja sih, bukan karena kebutuhan. Yeah, if you know what I mean…. Hehehehe…. Aku sih gak ada hak untuk menilai ibadah mereka, kan? Baiklah, bahas yang lain. Yuk!

Jadi mikir, sejauh mana sih pemahaman masyarakat terhadap bahaya miras bagi diri sendiri dan lingkungannya? Beuh, gatau deh. Bingung jawabnya. Mereka tahu bahayanya, mungkin. Tapi mereka paham bahayanya? Belum tentu juga. Bagi mereka, meminum minuman keras beralkohol itu agar keren, gaul, badan hangat, dan masalah hilang. Iya, aku gak salah menulis kok. Ini kumpulan jawaban mereka yang kutanya. Aku sih dengarnya cukup diam dan nyengir. Miris.

Bahaya untuk kesehatan bagi orang awam yang rutin mengonsumsi miras bisa terlihat dari fisik. Wajah yang gelap seperti gosong (haduh, aku gak tau ya istilahnya yang tepat apaan inih!), mata yang memerah dan selalu bertatapan liar, kulit kering bisa bersisik, dan tubuh yang tidak fit. Batuk / pilek / influenza sudah menjadi langganan. Minimal meriang. Ya, lagi-lagi aku mendapatinya langsung dari mereka para peminum itu.

Melihat mereka muntah di depanku setelah menenggak miras? Sering. Bau banget dih! Mereka hanya bilang, “Sorry, Mbak. Jackpot dikit ya di sini?” Beuh, minta digaplok! Akhirnya aku juga yang repot menyiram bekas muntah. Asyem! Ini belum ditambah dengan limpahan air seni mereka karena pipis sembarangan di bawah pohon mangga tak jauh dari rumahku. Tentu dilakukan ketika teler. Ampyun dije! Baunya sama buruknya dengan kencing tikus! Hih! Tapi apa mereka sadar bahwa hal itu membahayakan lingkungan?

Ini yang rada gokil. Pohon mangga yang sering mereka kencingi itu selalu berbuah dibandingkan pohon mangga yang satu lagi. Kalau kata orang Sunda, “geuleuh” setiap ditawari untuk makan buahnya. Aaaaaaakkk….. Pohon yang disiram dengan pipis beralkohol? Yaiks!

Oke, mungkin yang satu ini gak “berbahaya” secara fisik, tetapi lumayan membuat lingkungan gerah juga. Mereka orang-orang baik sebenarnya…. Tapi salah gaul aja. Tertawa, teriak, dan hilang kendali saat berkumpul setelah waktu Maghrib dan baru selesai sekitar pukul tiga pagi… *muka super datar* Mengganggu ketenangan lingkungan gitu deh!

Bahaya lain dari miras? Yang sudah sering kita ketahui dong dari aneka media bahwa mayoritas kasus pemerkosaan dan pembunuhan terjadi setelah pelaku menghabiskan waktunya dengan mabuk. Jadi, kalau ditanya lebih bahaya membunuh atau mabuk…. Bisa dijawab yes? Yatapi bukan berarti boleh membunuh sembarangan dong ih! Kalajengking aja tuh yang dibunuh yes?😉

Pertanyaan berikutnya yang juga bikin aku ikutan mumet adalah: Bagaimana peran masyarakat dalam penyebaran akibat bahaya miras dan harapannya kepada pemerintah dalam mengkampanyekan serta menyikapi bahaya miras? Hm, satu-satu deh jawabnya.

Peran masyarakat dalam penyebaran akibat bahaya miras? Jujur aja sih, kalau hal ini justru bertolak belakang dengan yang kulihat sendiri. Dulu, ketika masih tinggal di Depok, jelas aku pernah melihat tukang jamu menjual miras. Kedoknya sih anggur kolesom. Whatever lah masnyaaaa… Jadi, justru di lingkungan tempat tinggalku dulu, nyaris semuanya bungkam, pasrah, cuek, dan jawabannya senada, “Yang penting daerah kita aman.” WAIT! Aman apanya? Karena gak ada pemerkosaan? Karena gak ada pembunuhan? #gagalpaham

Justru mereka melakukannya TIDAK DI LINGKUNGAN SENDIRI! Ada sebagian dari para pemabuk itu yang melakukan di luar lingkungannya karena tantangan dan malu. “Jangan di kandang sendiri dong!” Aku hanya bisa geregetan sendiri karena sesepuh pun hanya bisa basa basi busuk ketika beberapa warganya merasa terganggu. Jika ada yang bertanya, “Gak lapor polisi?” Lalu kubalikkan pertanyaan, “Polisinya juga ikutan minum.” Gimana? Mau melaporkanku dan menahanku? Silakan! Sulit mencari buktinya secara rekaman gambar atau suara atau tulisan. Itu sudah lama sekali. Jadi untuk hal yang satu ini, aku justru baru menemukan pergerakannya di dunia maya dan tentu saja langsung mendapat serangan dari mereka yang membela ‘kaum tertindas a.k.a minoritas’ alias peminum.

Harapan masyarakat kepada pemerintah dalam kampanye anti miras? Beragam tentunya. Kalau bicara dari sisi politik dengan segala istilahnya yang njelimet itu, aku gak ngerti deh. Tapi sebagai awam, ada kecenderungan masyarakat berharap pemuka agama, polisi, dan pemerintah (dimulai dari ketua RT) yang bergerak maju karena wibawa dan jabatan mereka. Coba kalau masyarakatnya langsung yang maju? Belum tentu ada keberanian. Takut dianggap sok dan cari muka. Hadeh, basi banget🙂

Jadi? Euh ya, ini pekerjaan rumah bersama. Aku ikut memerangi miras dan minol. Meski itu artinya memerangi sahabatku sendiri. Bagaimana denganmu?

hal yang hanya akan terjadi kalau kamu mabuk. oh ya, coba klik “drunk” di google image dan beri aku satu saja gambar yang lebih baik dari ini. ada?

6 thoughts on “Apa Sih Kerennya Minuman Beralkohol?”

  1. Sahabat Komunitas Pejuang #AntiMiras

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

    Dalam berbagai kesempatan dialog, diskusi dan pertemuan lainnya, kita sepakat untuk menjadikan Gerakan Nasional Anti Miras adalah sebuah Gerakan Massal Masyarakat atas kesadaran terhadap bahaya latent yang diakibatkan oleh minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras), khususnya bagi Anak dan Remaja di bawah 21 tahun;

    Sehubungan dengan itu, kita akan melaksanakan Traning for Trainers yg akan dipandu oleh teman2 dari @KomunitasSM dan @AntiMiras_ID , pada:

    Hari/Tgl : Sabtu-Minggu 6-7 Juli 2013
    Jam TFT : 08’00-17’00 wib
    Tempat : Rumah Damai Indonesia
    Jl H Saabun No20, Jatipadang, Margasatwa Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    kiranya Sahabat dapat mengirimkan minimal 2 orang calon peserta, yang terlebih dahulu akan diseleksi dari data yang diisi calon peserta melalui formulir:

    http://www.mediafire.com/download/vb9pcdaiphf5p2k/FormPendaftaranTrainer.pdf

    Keikut-sertaan Sahabat dalam upaya2 Gerakan Nasional Anti Miras, InsyaALLAH akan meningkatkan kesadaran semua stake holder terhadap bahaya minol dan miras, khususnya Pemerintah dalam mengendalikan penjualannya.

    Training for Trainers Pejuang #AntiMiras – bhadiah HP Android Samsung Galaxy CHAT http://chirpstory.com/li/93088

    #BlogPost Training for Trainers Pejuang #AntiMiras

    http://antimiras.com/2013/07/training-for-trainers-pejuang-antimiras/

    Salam Sehat #AntiMiras
    @fahiraidris

    Suka

  2. anehnya, masih ada aja yg menegak miras walau tahu bahayanya seperti apa. sekecil apapun usaha, walau dg tulisan, penyebaran miras yg tidak sehat harus dilawan. kalo tidak hari ini, kapan lagi. salam dan sukses. ditunggu kunjungan baliknya di jejakbersekolah.blogspot.com/2013/06/jejak-kiemas-di-kelas-ituh.html

    Suka

  3. liat foto orang njungkel gara mabuk itu jadi ingat. — dulu ada orang yg suka ngebuly bilang saya ga keren karena ga pernah mau ikutan minum miras. suatu hari ketika dia sedang mabuk miras saya fotolah tampang2 kelakuan mabuknya .. ketika dia sudah sadar saya tunjukkan foto2nya sambil berkata “ini yang namanya keren?” huahahaha!!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s